Jumat, 15 Dec 2017
radarsemarang
icon featured
Berita Daerah

Desa Kauman Kembangkan Wisata Watu Gambang

Senin, 04 Dec 2017 14:55 | editor : Ida Nor Layla

Salah seorang warga sedang berada di Sungai tempat terletaknya Watu gambang. Sungai ini dikelilingi pepohonan bambu yang membuat suasana menjadi sejuk

ASRI : Salah seorang warga sedang berada di Sungai tempat terletaknya Watu gambang. Sungai ini dikelilingi pepohonan bambu yang membuat suasana menjadi sejuk dan asri. (Sigit Andrianto/ Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID-UNGARAN.  Desa Kauman Lor Kecamatan Pabelan memiliki potensi wisata alam yang cukup menarik. Potensi tersebut diantaranya berupa air terjun dengan pemandangan yang masih alami.

Meskipun dengan debit air yang tidak begitu besar, tempat wisata ini cocok bagi mereka yang suka dengan suasana alam. Suara aliran air dan gesekan daun bambu yang tertiup angin mampu memberikan suasana ketenangan bagi para pecinta alam.

Selain air terjun, satu lagi potensi yang sudah cukup terkenal di desa ini, yakni wisata Watu Gambang. Watu Gambang sendiri, merupakan sebuah deretan bebatuan di sungai yang terhubung sangat panjang dan luas. Banyak yang menyebut batuan ini membentuk menyerupai gamelan. Konon, di sungai ini juga sering terdengar suara seperti gamelan sehingga batu ini dinamakan dengan Watu Gambang.

Kadus Kauman Lor Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang, Ma’sum

Kadus Kauman Lor Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang, Ma’sum (Sigit Andrianto/ Jawa Pos Radar Semarang)

”Permukaannya sangat halus, dan batunya lebih gelap. Lain dari yang lainnya. Dan katanya, dulu, kalau air sedang naik watu ini tidak tenggelam,” ujar Ma’sum Kadus Kauman Lor kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Akses menuju air terjun dan Watu Gambang ini tidaklah sulit. Hanya berjarak sekitar 100 meter dari jalan raya Salatiga-Bringin. Dengan menyusuri jalan setapak pengunjung dapat menjumpai deretan batu yang instagramable.

Selain susunan bebatuan yang apik, di sekitar sungai ini juga terdapat pepohonan bambu yang sangat rimbun. Meski terkesan sepi, namun tempat ini mampu memberikan ketenangan dan kesejukan bagi para pengunjung yang datang. ”Masih alami. Tentunya ini dapat menjadi alternatif wisata alam yang menyenangkan bagi pengunjung yang datang,” katanya.

Saat ini potensi desa ini tengah digarap oleh salah satu pengusaha sekitar dengan membuat sebuah tempat wisata.  Ke depan, diharapkan tempat wisata ini bisa bersinergi dengan pemerintah desa dan sejumlah pihak sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan bagi penduduk setempat.

”Dengan dibangun bersama-sama kami berharapnya bisa membuka lapangan pekerjaan bagi penduduk sekitar. Mungkin dengan adanya warung atau usaha lainnya. Sehingga dapat mengurangi pennganggiran,” kata Ma’sum. 

(sm/cr4/ida/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia