Senin, 11 Dec 2017
radarsemarang
icon-featured
Berita Daerah
Pabrik Pil PCC Digerebek

Racik Jutaan Butir Pil Gendeng di Solo

Senin, 04 Dec 2017 11:35 | editor : Ida Nor Layla

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono (baju putih, bertopi) saat mengecek lokasi penggerebekan di Solo, Minggu (3/12/2017).

TERJUN LANGSUNG: Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono (baju putih, bertopi) saat mengecek lokasi penggerebekan di Solo, Minggu (3/12/2017). (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

RADARSEMARANG.ID-SOLO. Wilayah eks Karesidenan Surakarta sempat diprediksi belum terjamah pil kombinasi paracetamol, caffeine, dan carisoprodol (PCC). Tapi ternyata, pabrik dan gudang pil yang bisa menyebabkan si pemakainya seperti orang gendeng itu berada di Kota Solo dan Kabupaten Sukoharjo.

Pabrik di Kota Bengawan berada di pusat kota. Yakni memanfaatkan rumah di Jalan Setia Budi No  66 RT 01 RW 04 Kampung Cinderejo Lor, Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, atau di belakang Terminal Tirtonadi.

Begitu pula rumah yang dijadikan tempat penyimpanan bahan baku pil PCC di Jalan Gelatik Raya Blok S No. 12 RT 04 RW 07 Desa Langenharjo, Kecamatan Grogol.

Tim Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng menggerebek rumah dua lantai di Jalan Setia Budi No 66, Kota Solo yang disulap menjadi pabrik pil PCC sekitar pukul 09.00. Lima orang ditangkap.

Sumber Jawa Pos Radar Solo menyebutkan, pabrik pil PCC tersebut sudah beroperasi selama delapan bulan. Target pasarnya adalah wilayah Tangerang dan Samarinda. “Samarinda merupakan asal dari pelaku Mita,” terangnya.

DIAMANKAN: Barang bukti pil PCC dibawa mobil keluar dari pabrik di Jalan Setia Budi No  66 Gilingan, Banjarsari, Solo.

DIAMANKAN: Barang bukti pil PCC dibawa mobil keluar dari pabrik di Jalan Setia Budi No 66 Gilingan, Banjarsari, Solo. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Mita, 20, yang tinggal di Jalan Kepodang No 8 Perumahan Fajar Indah, Kelurahan Jajar, Kecamatan Laweyan merupakan kekasih Wildan, pemilik pabrik pil gendeng di Jalan Setia Budi, Kota Solo. Wildan lebih dahulu dibekuk sebelum pabriknya digerebek.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono datang langsung ke pabrik pil gendeng sekitar pukul 12.00. Disusul Kapolresta AKBP Ribut Hari Wibowo dan Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo.

Satu jam kemudian, mereka keluar dari dalam rumah berpagar besi warna abu-abu itu. Kapolda memastikan bahwa rumah yang disewa oleh Wildan tersebut merupakan pabrik PCC dalam skala besar.

Tapi, siapa otaknya, dan kronologis awal penggerebekan, Condro belum memberikan informasi secara detail. “Ini tangkapan BNNP. Besok, (Senin 4/12, Red) akan dirilis oleh BNNP di Semarang. Dari pihak kepolisian dalam hal ini Polda Jawa Tengah dan Polresta Surakarta hanya mengamankan lokasi dan ikut dalam proses penggeledahan. Pengeledahan juga dilakukan BNNP di Semarang dan Sukoharjo,” bebernya.

Digerebeknya pabrik pil gendeng itu membuat Wali Kota Rudy geleng-geleng kepala. Dia tak menyangka di pusat Kota Solo ada aktivitas pembuatan narkoba dalam skala besar. Ini menjadi peringatan seluruh kepala daerah untuk memperketat pengawasan wilayahnya.

“Sudah jalan selama ini tapi kok baru ketahuan sekarang. Buat ketua RT, RW, pak lurah dan pak camat, saya mewanti-wanti ini yang terakhir, jangan ada lagi (pabrik narkoba, Red),” tegasnya.

Wali kota juga meminta warga tidak tinggal diam ketika mengetahui ada aktivitas mencurigakan di daerahnya. Segera lapor ke kelurahan. “Kalau tidak langsung laporan saya. Wong warga sudah banyak yang tahu nomor HP (handphone) saya. Ini agar masalah narkoba seperti ini cepat ditangani,” ungkapnya.

Bagaimana kondisi di dalam pabrik pil gendeng? Rudy mengatakan petugas cukup banyak mengamankan barang bukti di lantai dasar rumah tersebut. “Yo kuwi mau (Itu tadi) ada mesinnya, terus serbuk sama pil. Tadi ya ada orang yang diperiksa petugas, pelaku apa bukan, aku yo ra patio mudeng (tidak begitu paham). Bukan kapasitas saya untuk menjelaskan,” paparnya.  

(sm/mha/jpg/ida/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia