Kamis, 14 Dec 2017
radarsemarang
icon featured
Berita Daerah

Kiai Kampung se-Demak Deklarasikan Cak Imin Cawapres 2019

PCNU Gelorakan Semangat Arus Bawah Nahdliyyin

Senin, 04 Dec 2017 10:21 | editor : Ida Nor Layla

Anggota DPR RI dari FPKB Fathan Subchi, anggota DPRD Jateng, Hj Ida Nur Sa’adah, Ketua PCNU Demak KH Aminudin dan Koordinator Bela Cak Imin, Zayinul F

DEKLARASI: Anggota DPR RI dari FPKB Fathan Subchi, anggota DPRD Jateng, Hj Ida Nur Sa’adah, Ketua PCNU Demak KH Aminudin dan Koordinator Bela Cak Imin, Zayinul Fata, deklarasi Cak Imin Cawapres 2019 bersama ratusan kiai kampung, Minggu (3/12/2017). (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID-DEMAK. Sebanyak 250 kiai kampung dan masyarakat dari 249 desa dan kelurahan di wilayah Kabupaten Demak, Minggu (3/12/2017), bersama-sama mendeklarasikan dukungan kepada HA Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai Calon Wakil Presiden (Cawapres) 2019 mendatang. Deklarasi yang disingkat dengan nama Becak (bela Cak Imin) ini sekaligus menjadi sarana konsolidasi dan koordinasi untuk menguatkan jaringan para kiai kampung dan pondok pesantren di desa-desa.

Deklarasi relawan Becak yang berlangsung di Hotel Amantis ini dikoordinatori Zayinul Fata dan dihadiri oleh anggota DPR RI dari Fraksi PKB, H Fathan Subchi, anggota DPRD Provinsi Jateng dari Fraksi PKB, Hj Ida Nur Sa’adah serta Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Demak, KH Aminudin Mashudi.  

Zayinul Fata menegaskan, Becak merupakan wujud kreativitas ide untuk mewadahi para relawan termasuk tokoh dan masyarakat dalam mengenalkan Cak Imin sebagai kandidat Cawapres dalam pemilu nanti. “Masing-masing daerah namanya berbeda-beda sesuai kreativitasnya masing-masing. Untuk di Kabupaten Demak, kami deklarasikan Becak (Bela Cak Imin). Siapapun presidennya, Cawapresnya adalah Cak Imin,” katanya.

Anggota DPR RI, Fathan Subchi mengatakan, sosok Cak Imin sangat layak untuk diajukan sebagai Cawapres 2019. Yang bersangkutan memiliki kapasitas dan latar belakang santri yang komplit dan dapat mempertemukan berbagai kekuatan kombinasi religius dan nasionalis.

Semasa muda, Cak Imin yang menjadi Ketua DPP PKB pernah menjabat sebagai Ketua PB PMII, kemudian menjadi anggota DPR RI, serta menjabat menteri. Artinya, dari sisi manajerial kepemimpinan telah teruji. “Nah, sosok pemimpin itu ada pada diri Cak Imin,” katanya.

Untuk itu, kata dia, dalam meningkatkan elektabilitas Cak Imin diperlukan kerja kerja sistematis dalam jaringan dan barisan besar masyarakat. “Dalam berbagai survei disebutkan bahwa, untuk memenangi Pilpres kuncinya ada di PKB dan NU. Karena itu, bagaimana Cak Imin ini bisa merangkul semua kekuatan di nusantara ini,” ujarnya.

Anggota DPRD Provinsi Jateng, Ida Nur Sa’adah menambahkan, Cak Imin telah lama menginisiasi dan menggelorakan semangat resolusi jihad NU yang pada akhirnya dapat melahirkan Hari Santri yang ditetapkan pemerintah. “Peran Cak Imin sangat besar termasuk memperjuangkan pencabutan Permendiknas terkait kebijakan lima hari sekolah,” katanya.

Menurut Ida, Cak Imin terus diperjuangkan untuk mendapatkan dukungan rakyat sebagai Cawapres. “Pemilu legislatif dan pilpres 2019 tinggal 16 bulan. Karena itu, perlu kerja keras untuk mengusung Cak Imin sebagai Cawapres,” kata Ida.

Ketau PCNU Demak, KH Amiinudin Mashudi juga menegaskan bahwa sekarang ini sudah dimulai ramai-ramai memilah-milah calon pemimpin yang dipandang berpotensi untuk memimpin negeri ini. “Kami pun tidak ketinggalan untuk ngelus ngelus jago kami. Saya kira Cak Imin merupakan sosok yang piawai dalam berpolitik sehingga cocok untuk menjadi Cawapres. Kami doakan Cak Imin dapat menjadi Cawapres. Kami optimistis para kiai kampung di Demak ini dapat menggerakkan arus bawah untuk Cak Imin,” ungkap Kiai Aminudin disambut semangat menggelora para kiai. 

(sm/hib/ida/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia