Rabu, 13 Dec 2017
radarsemarang
icon featured
Berita Daerah

Sakit Hati, Bunuh Rekan Sendiri

Kamis, 30 Nov 2017 16:43 | editor : M Rizal Kurniawan

REKONSTRUKSI : Proses rekonstruksi pembunuhan kuli bangunan.

REKONSTRUKSI : Proses rekonstruksi pembunuhan kuli bangunan. (agus hariyanto/jawa pos radar semarang)

RADARSEMARANG.ID - Kasus pembunuhan kuli bangunan di Kampung Muntal Gang Durian II RT 02 RW 04 Mangunsari Gunungpati, direkonstruksi ulang. Pelaku bernama Muhamad Yuda alias Bayu, 18, warga asal Dusun Kayumas RT 1 RW 6 Kelurahan Menawan Kecamatan Klumbu Grobongan memperagakan 16 adegan di lokasi kejadian.

Rekonstruksi ulang ini disaksikan tim Kejaksaan Negeri Semarang, Kamis (30/11). Selain pelaku, enam saksi kuli bangunan juga turut hadir memperagakan reka ulang kasus pembunuhan yang terjadi pada Rabu (1/11) sekitar pukul 14.00.

Reka ulang berjalan dramatis. Dibawah rintik hujan, pelaku kooperatif memperagakan 16 adegan mulai proses awal memotong bambu hingga melarikan diri ke tempat kos, setelah memukul korban bernama Jumarno alias Sangit, 27, warga Magag Ngadirejo Kabupaten Boyolali yang diperankan anggota Resmob Polsek Gunungpati.

Setelah beraktifitas memotong bambu yang akan digunakan untuk sandaran besi harmes, pelaku meletakkan di sofi bangunan. Sesaat istirahat, pelaku bersama saksi Alim dan Priyo menaikkan rangkaian besi harmes untuk cor dari bawah ke atas yang menerima korban dan Widodo dan Agus.

Memasuki adegan ke empat, tiba-tiba korban meneriaki pelaku dengan kata "Meh Tak Breki Wesi Kowe" (Mau Tak Lempari Besi Kamu) kerana saat memberikan besi harmes dengan cara bercanda. Ucapan korban ini rupanya membuat pelaku tersinggung.

Kemudian pelaku beraktifitas mengaduk adonan pasir bangunan diberikan kepada Priyo menggunakan ember 2 kali. Usai memberikan adonan bangunan, pelaku mengambil besi linggis dari sebuah ruangan kemudian naik ke lantai dua menyambangi korban.

Adegan ke sepuluh, sesampai lantai tanpa basa-basi pelaku langsung memukul korban saat sedang jongkok mengikat besi. Korban dipukul di kepala bagian belakang dan langsung jatuh tersungkur. Pelaku yang masih menyimpan sakit hati kembali memukul punggung korban satu kali.

Setelah itu, saksi Suryanto yang juga berada di lantai dua langsung merebut besi yang dibawa pelaku. Kemudian pelaku langsung turun sambil membuang besi. Saksi Suyono yang berada di bawah langsung berusaha menangkap pelaku namun tidak berhasil.

Hingga akhirnya pelaku kabur menuju ke semak-semak kemudian ke tempat kos mengambil handphone dan cabut kabur ke tempat daerahnya. Namun pelarian pelaku tidak cukup lama, melakukan perburuan di tempat tinggalnya dan berhasil menangkap pada Rabu (1/11) sekitar pukul 22.00.

Kapolsek Gunungpati, AKP Budi Abadi mengatakan rekontruksi digelar sebagai pelengkap berkas acara pemeriksaan yang nantinya dikirim ke kejaksaan. Pada rekontruksi ini, ada 16 adegan dalam kasus pemukulan ini hingga menyebabkan korban meninggal dunia saat dilarikan ke rumah sakit.

"Ada 16 adegan. Motifnya ini, pelaku merasa sakit hati terhadap kata-kata yang diucapkan oleh korban. Padahal sebenarnya ini kata-kata yang diucapkan korban hanya bercanda," ungkapnya saat dilokasi gelar rekonstruksi, Rabu (30/11).

(sm/mha/zal/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia