Minggu, 21 Jan 2018
radarsemarang
icon featured
Metro Pekalongan

Gali Pusat Peradaban di Desa Lemah Abang

Rabu, 22 Nov 2017 14:00 | editor : Pratono

PAYUNG HUKUM : Bupati Pekalongan Asip Kholbihi bersama Kepala Puslit Arkenas I Made Geria usai melakukan penandatanganan nota kesepahaman terkait penelitian situs purbakala.

PAYUNG HUKUM : Bupati Pekalongan Asip Kholbihi bersama Kepala Puslit Arkenas I Made Geria usai melakukan penandatanganan nota kesepahaman terkait penelitian situs purbakala. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID- Penelitian batu purbakala yang diduga peninggalan zaman Mataram kuno di Dusun Bogol, Desa Lemah Abang, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, terus dilakukan oleh Badan Pusat Arkeologi Nasional (BPAN). Setelah hampir setahun melakukan penelitian secara umum atau sejak 2016, kini penelitian BPAN akan dilanjutkan. Kali ini lebih khusus. Lanjutan penelitian ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Bupati Pekalongan Asip Kholbihi dengan Kepala Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas) I Made Geria, Selasa (21/11/2017).

Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Pekalongan Bambang Irianto, mengungkapkan, penelitian yang dilakukan oleh tim arkeolog sejak 2016 sifatnya masih umum. Kemudian pada 2017, ditindaklanjuti lagi secara detail lagi dan lebih  khusus.

“Dan hari ini akan dipaparkan hasil penelitian situs budaya Lemah Abang, di mana akan secara detail disampaikan kajian baik dari segi geologi, antropologi maupun arkeologi. Sehingga nanti diharapkan dengan penelitian ini akan diperoleh informasi terutama untuk masyarakat berkaitan dengan peninggalan purbakala yang ada di wilayah Lemah Abang,” ungkap Bambang.

Bambang juga mengatakan, penandatanganan MoU antara Kepala Puslit Arkenas dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan menjadi payung hukum dalam rangka kerjasama khususnya di bidang kearkeologian. Untuk itu, pada 2018 mendatang, kegiatan ini akan ditindaklanjuti dengan menjadikan wilayah Lemah Abang sebagai Pusat Peradaban.

“Akan dilakukan kerjasama antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan Arkeolog untuk mengembangkan wilayah Lemah Abang. Karena di dalamnya ada pariwisata, budaya, serta alam yang harus dilestarikan,” kata Bambang.

Sementara itu, Bupati Pekalongan  Asip Kholbihi mengapresiasi apa yang dilakukan Puslit Arkenas. Menurutnya, apa yang diimpi-impikan selama ini telah terjawab. Sejak awal dilantik sebagai Bupati, Asip memang konsen untuk membuka peradaban yang ada di Lemah Abang Kecamatan Doro, yang secara ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Alhamdulillah, kerjasama yang sudah kita tandatangani akan kita tingkatkan lagi dalam bentuk yang konkret. Di tingkat Pemerintah Kabupaten telah menyiapkan beberapa item kegiatan pada tahun 2018,” tegas Asip.

“Saya kira nanti Watubahan akan lebih eksotik, karena belum banyak tersentuh. Mungkin memiliki keunggulan komparatif. Untuk itu, tentu harus kita tangani secara hati-hati guna memperoleh nilai edukasinya,” tambahbupati.

(sm/thd/ton/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia