Rabu, 13 Dec 2017
radarsemarang
icon featured
Ekonomi

'CCTV Harga Komoditas' akan Dipasang Secara Nasional

Selasa, 21 Nov 2017 12:32 | editor : Baskoro Septiadi

TEKAN INFLASI: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengenalkan aplikasi Sihati, sebagai salah satu sistem yang digunakan untuk mengendalikan inflasi.

TEKAN INFLASI: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengenalkan aplikasi Sihati, sebagai salah satu sistem yang digunakan untuk mengendalikan inflasi. (NURUL PRATIDINA/JAWA POS RADAR SEMARANG)


RADARSEMARANG.ID - Sistem Informasi Harga dan Produksi Komoditi (Sihati) dinilai cukup efektif dalam mengendalikan laju inflasi. 'CCTV Harga Komoditas' yang kali pertama diterapkan di Provinsi Jawa Tengah ini akan digunakan secara Nasional.

Hal tersebut diungkapkan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dalam Pelatihan Wartawan Daerah Bank Indonesia 2017, Senin (21/11/2017).

Awalnya, Ganjar menyadari wilayah yang dipimpinnya cukup luas. Karena itu, ia membutuhkan semacam CCTV yang dapat memantau hari per hari bahkan per jam perkembangan harga serta distribusi berbagai komoditas.

Hal ini diterjemahkan oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah yang saat itu dijabat oleh Iskandar Simorangkir menjadi sebuah aplikasi. Muncullah Sihati, aplikasi yang dapat diakses melalui smartphone. 

Dengan fungsi utama, sebagai early warning indicator perkembangan harga. Kepala Pasar masing-masing kabupaten/kota tiap hari memasukkan berbagai harga komoditas ke dalam aplikasi. Bila harga dinilai mulai melonjak dan dapat mendorong inflasi, maka akan muncul tanda peringatan.

Tanda tersebut akan direspon dengan virtual meeting yang memungkinkan Gubernur dan para Kepala Instansi maupun pihak terkait lainnya untuk melakukan diskusi dan mengambil keputusan dengan segera. 

"Saat ini aplikasi tersebut sudah memasuki generasi ke tiga dan sejauh ini paling efektif. Karena itu, Presiden menyampaikan agar Sihati dipergunakan secara nasional," ujarnya.

Namun demikian, diakuinya, harus ada kedisiplinan dan komitmen yang tinggi bagi mereka yang bertugas memasukkan data. Sesuai dengan prinsipnya, akurat, cepat dan terkini.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian, Iskandar Simorangkir mengungkapkan, perkembangan zaman mengakibatkan kebijakan ekonomi yang diambil tiap-tiap periode berbeda. 

"Seperti saat ini, Pemerintah sepakat mengendalikan harga pangan. Hasilnya tren inflasi cenderung menurun. Karena ternyata kalau kita bisa kendalikan harga pangan khususnya volatile food, kita juga bisa kendalikan inflasi," ujarnya.

(sm/dna/bas/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia