Rabu, 13 Dec 2017
radarsemarang
icon featured
Otomotif

Modifikasi Stance Lebih Diminati

Senin, 13 Nov 2017 17:49 | editor : Ida Nor Layla

Pengunjung sedang melihat beberapa mobil yang ikut dalam Hyperfest 2017 di Halaman Balaikota Semarang, Sabtu (11/11/2017).

SANGAT KAGUM : Pengunjung sedang melihat beberapa mobil yang ikut dalam Hyperfest 2017 di Halaman Balaikota Semarang, Sabtu (11/11/2017). (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID – Gaya modifikasi mobil dari tahun ke tahun terus mengalami perubahan. Mulai dari bergaya ekstrim, elegan, street racing dan yang lainnya. Namun tahun ini aliran modifikasi yang paling dilirik adalah stance, dimana modifikator mengganti bagian kaki-kaki agar tunggangan jadi lebih gagah dan keren. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya animo peserta Hyperfest 2017 yang digelar di Halaman Balaikota Semarang, Sabtu (11/11/2017).

Panitia Hyperfest 2017, Sindhu Poernomo mengatakan antusiasme modifikator di Semarang dan sekitarnya sangat tinggi. Khusus acara yang diselenggarakan kemarin total ada 137 peserta yang ikut serta dengan berbagai gaya aliran modifikasi. “Kalau tahun ini alirannya lebih ke stance, soalnya modifikasi ini bisa digunakan untuk kegiatan sehari-hari,” katanya.

Pria yang akrab disapa Sindhu ini menerangkan kontes mobil yang mengangkat tema Car Meet Up tersebut sengaja diselenggarakan untuk mengakomodir pencinta modifikasi dan penghobi otomotif sebagai wadah dan memamerkan hasil karyanya. “Kategorinya dibagi menjadi 59 kategori, 50 kategori car meet up dan 9 games. Nanti diambil pemenang yakni King dan King Nominations,” jelasnya.

Dari total 137 mobil, lanjut Sindhu, mayoritas mengikuti nomor car meet up atau gaya stance. Ia menerangkan jika modifiksi tersebut hanya menyentuh beberapa variabel ubahan, yakni bagian per, velg dan kaki-kaki. “Banyak mobil yang ceper, namun bisa digunakan harian. Mereka mengganti part bagian per dengan air suspension, jadi bisa disesuaikan kebutuhan. Pemilihan velg pun dinilai, apakah matching dengan mobil,” ucapnya.

Salah satu juri asal Bandung, Willy mengaku kagum dengan modifikator asal Semarang. Bahkan aliran stance yang ada di Semarang pun cukup beragam dan tidak ketinggalan dengan kota lainnya. “Banyak konsep yang out of the box, namun modifikasinya tidak mengurangi kenyamanan dari mobil dan masih digunakan sehari-hari,” ujarnya. Ia berharap dengan digelarnya kontes di akhir tahun ini, akan membuat modifikator asal Semarang semakin berani dan berkembang untuk lebih maju. 

(sm/den/ida/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia