Jumat, 15 Dec 2017
radarsemarang
icon featured
Teknologi

Bangun Startup, Taklukkan Tantangan Peradaban

Senin, 06 Nov 2017 16:05 | editor : Ida Nor Layla

Seminar Ignition 1.000 Startup Digital di ruang seminar lantai 3 Gedung Laboratorium Kewirausahaan, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Undip, Sabtu (4/11/

MANFAATKAN IT : Chief Executive Kibar, Yansen Kamto saat menjadi pembicara dalam seminar Ignition 1.000 Startup Digital di kampus Undip, Sabtu (4/11/2017). (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID–Zaman teknologi mengharuskan generasi muda kreatif berinovasi untuk menaklukkan tantangan kebutuhan peradaban. Maka muncullah Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital yang diinisiasi oleh Kibar bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Ini menjadi sebuah gerakan untuk mewujudkan potensi Indonesia menjadi The Digital Energy of Asia di tahun 2020. Yakni, dengan mencetak 1.000 startup untuk menjadi solusi berbagai masalah dengan memanfaatkan teknologi digital.

“Untuk mendorong pertumbuhan startup digital di Indonesia, tidak tanggung-tanggung 12 kementerian di Kabinet Presiden Joko Widodo berkolaborasi melalui program 1000 Start Up Digital ini. Sebelumnya tidak pernah ada," kata Staf Khusus Kementerian Komunikasi dan Informasi, Lia Sujiati, saat menjadi pembicara seminar Ignition 1.000 Startup Digital di ruang seminar lantai 3 Gedung Laboratorium Kewirausahaan, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Undip, Sabtu (4/11/2017).

Dikatakannya, Indonesia merupakan negara majemuk yang memiliki potensi beraneka ragam. Ini menjadi potensi besar yang bisa dikembangkan. “Berbagai macam perbedaan yang ada di Indonesia, justru menjadi potensi yang lebih baik dibanding dengan negara lain,” katanya.

Bentuk kerjasama antar Kementerian ini salah satunya untuk mewujudkan perluasan akses internet hingga menyentuh daerah terpencil di Indonesia, perbaikan infrastruktur sehingga memperlancar logistik, pelatihan sumber daya manusia untuk memunculkan founder startup dan lainnya.

Chief Executive Kibar, Yansen Kamto menjelaskan, untuk menjadi seorang founder startup di bidang digital, harus dimulai dengan mencatat segala permasalahan yang menimpa diri sendiri. Kemudian agar ditemukan solusi untuk menjadi sebuah usaha startup. "Cari idenya, cari (temukan) masalah. Jangan jauh-jauh, cukup apa yang sering kita alami di Semarang. Lalu validasi, jika yang mengalami masalah itu ternyata banyak, berarti potensi pengguna startup itu juga banyak," kata Yansen.

Lebih lanjut, kata Yansen, mencari ide untuk dikembangkan menjadi startup bisa juga dilakukan dengan melihat fenomena apa saja yang hilang dalam lima tahun terakhir. “Kemudian memprediksi temuan apa saja yang akan muncul dalam lima tahun ke depan,” katanya. 

(sm/amu/ida/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia