Rabu, 13 Dec 2017
radarsemarang
icon featured
Travelling

Asyiknya Memberi Makan Langsung ke Rusa

Rabu, 01 Nov 2017 12:01 | editor : Pratono

penangkaran rusa

TIDAK TAKUT : Sejumlah anak memberi makan rusa timor yang ditangkarkan di Desa Margorejo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. (Istimewa)

RADARSEMARANG.ID—Sekelompok anak tampak asyik mengerubungi sebuah kandang seluas 5.250 meter persegi di Desa Margorejo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Dengan membawa kangkung, tangan mereka mendekat ke kandang yang disekat dengan besi.

Melihat lambaian kangkung hijau dari tangan anak-anak ini, segerombolan rusa timor bergerak mendekat. Rusa-rusa tersebut langsung menyantap kangkung dari tangan anak-anak yang tampak ceria, meski ada yang masih takut-takut dan langsung melepaskan kangkung begitu rusa mendekat.

Sabtu (28/10/2017) pagi, 55 siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Nurul Haq Kudus bersama 5 guru berkunjung ke penangkaran rusa timor dan kebun buah di Desa Margorejo. Didampingi 2 pemandu dan 5 mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, mereka berkeliling, mengenali dan mempelajari tanaman buah, sayur dan rusa timor. Ini merupakan bagian dari eduwisata yang dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata Gerakan Endahing Margorejo Asri (GEMA) di rintisan Desa Wisata Margorejo.

“Multiple intelegence terlatih dalam kegiatan eduwisata pertama yang ditawarkan oleh Rintisan Desa Wisata ke-14 di Kabupaten Kudus ini dan tema eduwisata merupakan tema yang seksi diangkat di Kabupaten Kudus ini karena desa wisata lain di Kabupaten Kudus hanya menawarkan wisata religi, kuliner, alam ataupun sejarah,” tutur Daud Samsudewa, Dosen Pendamping Desa Mitra Universitas Diponegoro yang telah mendampingi pengembangan sekaligus membidani lahirnya Rintisan Desa Wisata Margorejo dan Kelompok Sadar Wisatanya sejak Mei 2016.

Selama Oktober 2017 ini telah ada 4 TK dan PAUD yang mengikuti kegiatan eduwisata yaitu PAUD Al-Akhyar, TK Tunas Bangsa, TK Sukun 1 dan PAUD Nurul Haq. Biaya yang dikeluarkan cukup murah yaitu Rp 10.000/orang.

Rusa yang ditangkarkan di Desa Margorejo didatangkan dari Nusa Tenggara Timur pada 1995. Saat itu jumlahnya hanya 5 ekor, terdiri dari 4 betina dan 1 jantan. Lama kelamaan, populasi mereka terus berkembang. Hingga saat ini telah mencapai 125 ekor.

Dalam tur di desa ini, peserta akan dikenalkan dengan rusa timor. Mulai dari habitat, pakan, penghitungan umur hingga membedakan jenis kelamin rusa.

Selain itu, peserta juga berkeliling ke kebun buah dan sayur. Terdapat berbagai macam buah dan sayur. Seperti belimbing, rambutan, kelapa, manggis, terong, buah naga, durian dan lainnya. “Peserta akan diajari tentang pengenalan jenis, pengenalan rasa, pengenalan warna daun buah,” jelas Daud.

Rintisan Desa Wisata Margorejo terus bergerak mengembangkan eduwisata di Kabupaten Kudus terutama dengan meningkatkan kesadaran wisata pada masyarakat. Dengan dampingan dari Undip, warga juga mengembangkan objek wisata milik desa yang diberi nama “Kolam Redi Ayu”.

Untuk semakin menarik minat wisatawan, pada Desember 2017 akan digelar Festival Ngunduh Duren-Ace. Festival ini digelar karena Desa Margorejo, khususnya Dusun Pelang, merupakan sentra buah durian dan rambutan di Kabupaten Kudus. “Oleh karena itu melalui kegiatan KKN PPM 2016 dan Desa Mitra 2017, Universitas Diponegoro terus melakukan pendampingan pengembangan Rintisan Desa Wisata Margorejo tersebut,” tambah Dosen Fakultas Peternakan dan Pertanian Undip ini.

Desa Margorejo terletak sekitar 10 kilometer dari pusat Kota Kudus. Untuk menjangkau tempat ini, bisa dengan menumpang angkutan umum. Dari pusat kota, bisa mencari angkutan jurusan Kudus-Piji setelah itu berganti angkutan jurusan Piji-Dengkol yang akan mengantar ke Desa Margorejo.

(sm/ton/ton/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia