Minggu, 17 Dec 2017
radarsemarang
icon featured
Travelling

River Tubing Lampir Andalan Baru Batang

Kamis, 26 Oct 2017 15:20 | editor : Ricky Fitriyanto

SERU : Bupati dan pejabat OPS Batang saat mencoba wahan baru river tubing di Kali Lampir, Desa Margosono, Kecamatan Tersono, Batang.

SERU : Bupati dan pejabat OPS Batang saat mencoba wahan baru river tubing di Kali Lampir, Desa Margosono, Kecamatan Tersono, Batang. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

BATANG – Pemerintah Kabupaten Batang cukup serius dalam meningkatkan iklim pariwisatanya. Hal tersebut demi menyukseskan target Visit Batang Year 2022. Kini Pemkab meresmikan objek wisata baru, yaitu wisata susur sungai dengan ban atau tubing (river tubing) di Kali Lampir, Desa Margosono, Kecamatan Tersono.

Objek wisata alam yang satu ini terbilang masih baru, karena diresmikan oleh Bupati Batang Wihaji pada Rabu (25/10). Bagi para pecinta olahraga petualangan air, khususnya untuk pecinta river tubing sangat cocok. Potensi wisata alam di Kabupaten Batang yang terbilang perawan ini masih dalam tahap pengembangan oleh sekelompok pemuda yang tergabung dalam komunitas Oemah Gunung.

“Kami memang ingin mengembangkan potensi alam di Batang menjadi destinasi wisata alam yang menarik tanpa harus merusak. Salah satunya di Kali Lampir ini, yang masih alami dan bagus,” ucap Bupati Wihaji, Kamis (26/10).

Menurut Wihaji, arus Kali Lampir yang terbilang cukup deras dapat memacu adrenalin pengunjung sehingga pengunjung dapat merasakan sensasi yang berbeda dibandingkan dengan wisata river tubing di tempat lain. Ditambah masih sangat terjaga kebersihan airnya dan menyimpan banyak keindahan di sekelilingnya.

“Kemarin saya, wakil dan perwakilan OPS sempat mencoba langsung river tubing disana. Dan sangat bagus, mengasyikan, andrenalinnya sangat terasa. Namun kami juga dibekali peralatan yang lengkap sehingga aman selama perjalanan,” serunya.

Bupati Batang Wihaji juga menuturkan dalam menyambut Visit Batang Year 2022 seluruh warga Batang harus mempersiapkan diri. Baik secara Sumber Daya Alam (SDA) maupun Sumber Daya Manusia (SDM). Agar nanti siap dengan kehadiran wisatawan lokal maupun turis asing di Batang. “Warga harus menciptakan suasana yang nyaman bagi para pengunjung serta menunjukan sifat keramahtamahan,” ujar Bupati.

Terpisah Ketua Kelompok Wisata Oemah Gunung Budi mengungkapkan, ide pembuatan wisata river tubing berawal ketika ia bersama teman-temannya menjajal wahana yang sama di Goa Pindul. Setelah itu muncul pemikiran untuk mengembangkan hal yang sama di daerahnya.

“Terdapat dua wahana yang dapat dinikmati oleh pengunjung selain river tubing pengunjung juga dapat menikmati canyoning (susur sungai dengan jalan kaki body rafting) dan rapling menuruni air terjun,” jelasnya. (han/ric)

(sm/naf/ric/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia