Sabtu, 16 Dec 2017
radarsemarang
icon featured
Travelling

Pacu Adrenalin, Kayuh Sepeda di Ketinggian

Selasa, 24 Oct 2017 13:50 | editor : Baskoro Septiadi

MENANTANG : Pengunjung mencoba wahana sepeda gantung di Taman Kyai Langgeng (TKL).

MENANTANG : Pengunjung mencoba wahana sepeda gantung di Taman Kyai Langgeng (TKL). (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR KEDU)

RADARSEMARANG.ID - Obyek Wisata Taman Kyai Langgeng (TKL) menambah dua wahana baru yang cukup menantang. Wahana sepeda gantung dan ayunan langit siap menguji nyali pengunjung yang mencobanya.

Kepala Bidang Teknik Operasional Perencanaan dan Pengembangan TKL Slamet Maryono mengatakan, wahana tersebut baru dibuka sepekan lalu. Namun langsung mendapat respon positif dari pengunjung.  Wahana yang dapat memacu adrenalin tersebut diyakini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan. Khususnya bagi mereka yang gemar berfoto di alam terbuka.

“Banyak yang tertantang untuk mengendarai sepeda ini di atas ketinggian, tapi yang paling penting bisa foto-foto,” kata Slamet.

Lokasi wahana dipilih dekat jembatan penyeberangan setelah pintu masuk utama TKL. “Saat ini masih masa percobaan.”

Ia menjelaskan, sepeda gantung ini dirancang memiliki ketinggian 7 meter dari permukaan tanah. Kemudian, seutas tali besi sepanjang 30 meter digunakan untuk jalur sepeda. Sepeda ini bisa dinaiki pengunjung dengan berat badan maksimal 100 kilogram. Ia mengatakan, pengunjung tidak perlu khawatir dengan tingkat keamanan wahana ini, karena sudah diperhitungkan dan pengunjung didampingi instruktur berpengalaman.

“Pengguna bisa mengayuh sepeda ini untuk maju, kemudian untuk mundur akan ditarik oleh operator,” tuturnya.

Untuk merasakan sensasi sepeda gantung ini, dipatok harga tiket sebesar Rp 20 ribu per orang. Tapi dalam masa percobaan dan promosi, cukup membayar separuh harga. “Kita harap, wahana ini dapat meningkatkan kunjungan TKL yang ditargetkan 621.000 orang di tahun 2017 ini.”

Seorang pengunjung, Syaiful Farid, 29, mengaku tertarik untuk mencoba sepeda gantung itu. Awalnya ia merasa takut, namun rasa itu bisa dilawan, karena ingin mengoleksi foto baru dengan gaya unik dan berbeda.

“Sebenarnya saya takut ketinggian, tapi sudah sampai sini, ya saya coba saja. Sampai tengah-tengah saya sudah gemetar, saya minta untuk ditarik ke belakang, tapi tetap asyik. Kapan-kapan saya akan coba lagi sampai ujung,” tutur warga Magelang itu.

(sm/put/bas/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia