Selasa, 21 Nov 2017
radarsemarang
icon featured
Hukum & Kriminal

Mau Mencuri, 20 Jam Sembunyi di Atas Eternit

Rabu, 18 Oct 2017 08:20 | editor : Pratono

Gelar perkara kasus pencurian di minimarket.

BARANG BUKTI: Kapolres Magelang Kota AKBP Kristanto Yoga Darmawan didampingi Kasat Reskrim Rinto Sutopo dan Kasubag Humas AKP Esti Wardiani menunjukkan barang bukti dan tersangka pencurian, Selasa (17/10/2017). (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)

MAGELANG–Niat Ardo Handoyo, 24, warga Paten Jurang, Rejowinangun Utara, Kota Magelang, untuk bekerja di Surabaya, pupus sudah. Ia justru dicokok petugas Polres Magelang Kota, karena terbukti mencuri di minimarket Alfamart di Jalan Singosari, pada Sabtu (23/9) silam.

Ardo menguras ratusan bungkus rokok berbagai merek dan sejumlah gadget dengan karung bagor. Sebelum beraksi, ia lebih dulu ngumpet selama 20 jam di atas eternit bangunan minimarket. Tersangka berhasil masuk ke minimarket, setelah menggunting atap galvalum bangunan. “Tersangka memakai gunting besar, untuk menggunting atap seng Alfamart, pukul 03.00,” kata Kepala Polisi Resort Magelang Kota, AKBP Kristanto Yoga Darmawan, Selasa (17/10/2017), saat gelar perkara di Mako Polres Magelang Kota.

Berhasil menggunting atap bangunan, tersangka lantas masuk ke loteng. Ia tidak langsung beraksi. Tetapi, menunggu hingga minimarket tutup, pukul 23.00. “Tersangka menunggu hampir 20 jam lamanya.” Setelah tutup, tersangka lantas turun dan menggasak 158 bungkus rokok berbagai merek, 1 tablet Samsung Galaxy Tab 27 inci, 1 smartphone Samsung GT-E1205Y, juga uang kasir sejumlah Rp 263.000. Total kerugian, Rp 10 juta.

Tersangka memasukkan rokok-rokok curian ke dalam karung bagor. Karung itu diperolehnya dari kamar mandi minimarket. Tersangka kabur melalui jalan yang sama: atap, dengan berpijak pada tumpukan kontainer. “Tersangka diringkus di rumahnya, Selasa (3/10/2017), kisaran pukul 02.30.”

Ardo diringkus karena teledor. Topi yang kerap digunakan, tertinggal di tempat kejadian perkara. Selain itu, CCTV yang terpasang di toko tersebut, turut memudahkan polisi memburu pelaku. Sepuluh hari setelah beraksi, Ardo dengan mudah diciduk. Ia bakal dijerat pasal 363 KUHP. Ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.

Kepada wartawan, Ardo mengaku terpaksa mencuri terdesak kondisi ekonomi. Ia butuh uang untuk berangkat interview kerja di Surabaya. “Saya baru sekali ini mencuri, karena butuh uang. Saya menyesal, saya malu, terutama pada orangtua. Saya takut, makanya barang hasil curian tidak langsung saya jual, takut ketahuan," sesal Ardo.

(sm/cr3/ton/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia