Sabtu, 25 Nov 2017
radarsemarang
icon featured
Features
Lebih Dekat dengan Semarang Magic Community

Tak Pentingkan Bayaran, yang Utama Bisa Menghibur

Selasa, 17 Oct 2017 13:11 | editor : Baskoro Septiadi

PESULAP LOKAL: Sebagian anggota Semarang Magic Community (SMC) berfoto bersama usai pentas di Mal Ciputra Semarang.

PESULAP LOKAL: Sebagian anggota Semarang Magic Community (SMC) berfoto bersama usai pentas di Mal Ciputra Semarang. (ISTIMEWA)

SEMARANG Magic Community berdiri pada 27 Juni 2010 lalu. Penggagasnya Pakde Valentino, sesepuh sulap Semarang. Berawal dari lomba sulap di Pekan Raya Promosi Pembangunan (PRPP) Semarang dan obrolan ngalor- ngidul, akhirnya komunitas ini terbentuk. Ketika itu, Valentino melihat pesulap Semarang harus bisa disatukan, sehingga perlu adanya wadah. Komunitas ini diresmikan berdirinya di panggung Mal Ciputra Semarang pada September 2010.

"SMC adalah wadah bagi pesulap dan magic lover di Semarang. Jadi, sebenarnya, orientasi kami bukan profit,"kata Ketua SMC, Cecil Danielo, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (16/10).

Untuk mengembangkan diri setiap anggota, secara rutin SMC menggelar gathering. Setidaknya dihelat sebulan sekali. Dalam pertemuan itu, tidak melulu membahas internal komunitas. Pertemuan juga dimanfaatkan menyambut member baru serta membicarakan event terdekat.

Dikatakan, ketika komunitasnya menggelar show atau pertunjukan, yang menjadi point penting bukan bayaran semata, tapi hal utama adalah menghibur masyarakat, sekaligus mengembangkan kemampuan teknik sulapnya. 

“Kami memiliki segala jenis sulap, dari aliran klasik, manipulasi, fakir, bizare, close up bahkan mentalism. Tidak ada syarat khusus untuk masuk komunitas kami, yang pasti asal suka sulap semua boleh ikutan tanpa dibatasi,” ungkap Danielo.

Diakuinya, SMC bukan semacam kursus sulap, sehingga semua anggota saling menjaga kerahasiaan seni sulap. Tak hanya itu, setiap anggota juga tidak saling berbagi trik, melainkan hanya share pengalaman panggung, penonton, dan sebagainya. Menurutnya, walau sulap banyak jenisnya, ada trik khusus cepat belajar sulap, yakni terus menerus berlatih.

“Yang harus dikuasai bukan hanya triknya, tetapi juga alur permainannya. Yang jelas, akan lebih cepat belajar sulap jika ada gurunya, jangan belajar lewat Youtube,”katanya. 

Tak cuma menghibur penonton, SMC juga memiliki agenda rutin, yakni gathering komunitas sulap se-Jawa Tengah, di antaranya bakti sosial (baksos) dengan cara donasi dan memberikan pertunjukan sulap yang sesekali dilakukan di panti asuhan, magic show setiap semester, dan rekrutmen anggota baru.

Pertunjukan yang telah dilakukan di antaranya Collaboration with Mal Ciputra Semarang, Christmas Magic Show di Citraland 2016, Garuda Merlion Magic Convention dengan Mr John Teo asal Singapura. Tak sekadar menghibur, tapi komunitasnya ini juga memiliki misi sosial dalam hal kebencanaan. Maret lalu, SMC juga mengikuti pentas drama sulap di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, dan berhasil menang kompetisi ruang kreatif seni pertunjukan Indonesia dengan judul drama sulap "Roro Sendari".

"Selain menang kompetisi, kami juga pernah menggelar pertunjukan sulap dalam rangka menggalang dana untuk korban bencana tanah longsor Banjarnegara, korban letusan Gunung Merapi dan Gunung Kelud," ujarnya.

Anggota SMC, Elang Elano, menambahkan, untuk pemula yang ingin belajar sulap waktu yang dibutuhkan khusus untuk bermain trik juga sangat cepat, diperkirakan sekitar 15 menit. Namun untuk menjadi pesulap (trik, permainan, pengalaman) setidaknya dibutuhkan 6 bulan efektif.

“Kami juga bisa semua jenis sulap. Untuk yang aliran fakir, bisa memasukkan bor ke dalam hidung dan kebal senjata. Sedangkan aliran mental bisa memprediksi masa depan dan sebagainya,”imbuhnya.

Saat ini, anggota SMC mencapai 70 pesulap. Mereka berasal dari berbagai kalangan. Mulai pelajar, mahasiswa, pekerja hingga anggota berusia 50 tahun. Keanggotaan inipun dimungkinkan bertambah lantaran SMC membuka diri bagi yang berminat bergabung. "Yang hanya suka sulap juga boleh sharing bareng SMC. Kalau ingin detailnya, bisa mengakses akun Facebook kami di SMC Semarang,”ujarnya sembari promosi.

(sm/jks/bas/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia