Minggu, 21 Jan 2018
radarsemarang
icon featured
Hukum & Kriminal
Mengungkap Modus Jual Voucher Berkedok Charity

Donasi Rp 100 Ribu dapat Diskon Spa Hingga Cuci Mobil

Minggu, 08 Oct 2017 03:56 | editor : Arif Riyanto

DONASI LEWAT VOUCHER: Tiga karyawan D’Rocks Advertising saat menjual voucher untuk donasi anak-anak penderita kanker di sekitar Mal Ciputra, Jumat (6/10) siang.

DONASI LEWAT VOUCHER: Tiga karyawan D’Rocks Advertising saat menjual voucher untuk donasi anak-anak penderita kanker di sekitar Mal Ciputra, Jumat (6/10) siang. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Modus orang mencari uang semakin beragam. Bahkan penderitaan orang lain pun dijadikan ladang untuk mendapat keuntungan. Salah satunya dengan modus penjualan voucher untuk charity bagi penderita kanker yang mengatasnamakan Yayasan Sentuhan Kasih Anak Indonesia (YSKAI). Entah ini penipuan atau bukan.

JUMAT (6/10) pagi sekitar pukul 06.40, Jawa Pos Radar Semarang sudah nyanggong di dekat kantor perusahaan D’ Rocks Advertising, di Ruko Perumahan Graha Padma Jalan Padma Boulevard AA2 Nomor 2, Semarang Barat. Perusahaan ini yang merekrut karyawan untuk dipekerjakan menjual sejumlah voucher dengan dalih untuk  donasi sosial bagi anak penderita kanker yang dirawat di salah satu rumah sakit di Jakarta.

Sambil nyeruput kopi di salah satu warung kaki lima tak jauh dari lokasi, koran ini mengamati kantor yang menempati ruko cukup elite tersebut. Sekitar pukul 08.00, sejumlah karyawan mulai berdatangan. Sedikitnya ada 10 motor terparkir teratur. Rata-rata karyawan pria dan wanita mengenakan pakaian rapi, bahkan bisa disebut parlente. Ada juga yang mengenakan jas, dasi, lengkap dengan sepatu pantofel, dan jam tangan.

TETAP BERLAKU: Voucher diskon atau potongan harga dari sejumlah perusahaan yang ditawarkan.

TETAP BERLAKU: Voucher diskon atau potongan harga dari sejumlah perusahaan yang ditawarkan. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Setelah ditunggu hampir 1,5 jam, sekitar pukul 09.30, para karyawan mulai keluar kantor secara bertahap. Rupanya mereka disebar di sejumlah titik lokasi yang sudah disepakati. Ada yang mangkal di sekitar RSUP dr Kariadi dan Mal Ciputra Simpang Lima. Setiap tim terdiri atas 2 hingga 4 orang.

Dari keterangan penghuni ruko di dekat kantor D’ Rocks Advertising, perusahaan tersebut baru berkantor di ruko tersebut sekitar Juni lalu, atau tepatnya sebelum Hari Raya Idul Fitri.

Koran ini pun berhasil menemui AT, pria yang sempat melamar pekerjaan di perusahaan tersebut. AT mengaku, saat itu, awalnya ia ingin mencari kerja di Semarang. Setelah mencari-cari info di media sosial (medsos), ia menemukan lowongan pekerjaan menggiurkan yang iklannya diposting di akun Instagram “Loker_Semarang”.

“Saya tertarik, karena gaji yang dijanjikan lumayan besar,” kata AT kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Anehnya, di pengumuman lowongan pekerjaan tersebut tidak ada nama perusahaannya. Selain itu, akun Instagram-nya privasi.  Karena itu, AT lebih dulu mem-follow akun Instagram tersebut. Setelah di-approve, AT pun mendapatkan nomor handphone admin yang tertera dalam akun Instagram tersebut.

“Saat saya hubungi, admin mengarahkan agar lamaran saya ditujukan dengan alamat D'Rocks Advertising. Waktu itu, begitu lamaran saya kirim via email, langsung mendapat balasan untuk interview. Info itu saya dapat, setelah konfirmasi admin  kalau saya sudah kirim lamaran,” jelasnya.

AT mengaku, saat awal melakukan interview di kantor D’Rocks Advertising, ia diminta memperkenalkan diri dulu. Kemudian ditanya posisi pekerjaan yang dilamar, yakni sebagai management training.

Peng-interview kemudian menjelaskan tentang perusahaan tersebut. Pihak D’Rocks juga mengatakan kalau perusahaan advertising itu besar, sudah berdiri lama, dan ada di setiap kota di Indonesia. Bahkan, sudah menjalin kerja sama dengan Indosiar, Inul Vista, dan sebagainya.

“Saya di-interview sekitar 5 menit, kemudian disuruh menunggu panggilan berikutnya untuk seleksi lagi dan proses workshop. Dikatakan oleh pihak D’Rocks, dari hasil workshop nantinya bisa disimpulkan apakah layak diterima atau tidak,”jelasnya. 

Beberapa hari kemudian, AT mendapat panggilan untuk mengikuti psikotest dan training lapangan yang oleh pihak D’Rocks disebut workshop. Namun saat mengikuti test di lapangan itu, AT melihat ada kejanggalan. Sebab, ia melamar posisi management training, namun di lapangan hanya disuruh instruktur untuk melihat rekannya yang lebih dahulu kerja untuk mencari orang yang bersedia mendonasikan uang sebesar Rp 100 ribu yang diganti sejumlah voucher.

“Saya melihat ada kejanggalan. Katanya perusahaan advertising, tapi kok seperti jualan voucer. Yang membuat saya heran, yang dijual dalihnya untuk kepentingan sosial, yakni dipergunakan untuk membantu pengobatan anak-anak penderita kanker di rumah sakit di Jakarta,”ungkapnya. 

Pengalaman yang sama dialami wanita yang akrab disapa Desy. Ia juga merasa aneh saat diajak mengikuti training di perusahaan D’Rocks Advertising. Ia merasa ada yang janggal, karena katanya cabangnya ada di setiap kota, tapi kenapa donasi yang diberikan penyumbang dalihnya akan dikirim ke Jakarta? Padahal di setiap kota juga banyak anak penderita kanker yang membutuhkan.

Tak hanya itu, lanjut Desy, nominal sumbangan juga minimal Rp 100 ribu. Ia sempat bergerak langsung mencari penyumbang di pusat-pusat keramaian dan strategis.

“Kalau donasi Rp 100 ribu, penyumbang akan mendapatkan voucher diskon klinik perawatan kecantikan dan kebugaran yang katanya sudah menjalin kerja sama,”ujarnya.

Desy mengatakan, selama training lapangan, para karyawan tidak akan mendapatkan gaji pokok. Namun mendapatkan bonus Rp 500 ribu jika berhasil mendapatkan penyumbang 16 orang.

“Perhitungan detail bagi hasilnya saya lupa, sempat dijelaskan instuktur. Dari awal saya melihat ada keanehan dengan konsep rekrutmen karyawannya, makanya belum ada seminggu saya keluar,”katanya.

Terkait perusahaan itu, lanjut Desy, saat akan mengikuti test juga sempat browsing di Google, namun dicek alamatnya berpindah-pindah. Ia sendiri mengikuti test seleksi di kantor D’Rocks Ruko Graha Padma Semarang.

Diakui, secara materi memang belum mengalami kerugian. Hanya saja ia merasa aneh dengan modus yang diterapkan dalam menjaring donatur, yakni dengan menjual voucher dengan modus donasi bagi anak penderita kanker.

“Saya tahu lowongan D’Rocks juga dari Instagram. Tapi di info lowongan kerja itu, memang tidak disebutkan nama perusahaannya. Saya cek di Google, info perusahaan itu memang cari karyawan semua,”jelasnya.

Untuk membuktikan pengakuan AT dan Desy, koran ini pun melakukan penelusuran ke lapangan. Di sekitar Mal Ciputra, koran ini menemukan tiga orang yang tengah menawarkan program donasi dengan iming-iming voucher potongan harga tersebut. Salah satu  karyawan D’Rock Advertising bagian lapangan itu bernama Rizal. Ia ditemani dua rekannya berpakaian parlente yang terlihat lebih senior.

Koran ini awalnya dijelaskan bahwa kehadiran mereka untuk mencari donasi untuk anak-anak penderita kanker di Jakarta. Apabila mendonasi Rp 100 ribu akan mendapatkan voucher sebanyak 5 lembar dari berbagai perusahaan. Voucher itu disatukan dalam satu klip seperti buku saku.  Di sampulnya tertulis Yayasan Sentuhan Kasih Anak Indonesia (YSKAI), serta logo Granton Original Promotion, lengkap dengan alamat yang bisa dihubungi.

Sedangkan voucher itu bisa digunakan untuk Strada Coffee, Allegria Family Spa, Garden Distro Life Tree, Diamod Beauty Clinic, dan cuci mobil dan auto detailing Clean and Go. Pemegang voucher itu akan mendapatkan diskon atau potongan harga yang besarnya bervariasi. Untuk meyakinkan koran ini, Rizal sempat menunjukkan bukti sudah banyak yang berdonasi dari  sobekan bagian sampul belakang voucher.

Benarkah voucher itu berlaku? Jawa Pos Radar Semarang pun mendatangi kantor cabang Allegria Family Spa di Jalan S Parman 76 Semarang. Koran ini ditemui oleh pegawainya bernama Reni. Ia mengaku kalau voucher tersebut memang benar dan bisa dipakai. Hanya saja, terkait kerja sama dengan D’Rocks, pihaknya tidak paham. Ia meminta koran ini konfirmasi langsung ke kantor pusat  Allegria di Jalan KS Tubun No 36 Semarang. Reni sendiri melihat ada yang aneh, kalau donatur cuma dibebankan Rp 100 ribu, karena total hemat dalam sampul voucher itu tertera Rp 1,5 juta.

“Kalau kerja sama kami kurang paham dengan siapa-siapa, tapi kalau voucher-nya memang benar dan bisa digunakan. Nanti bisa satu-satu juga digunakan voucher-nya,”kata Reni sembari menunjukkan voucher yang sama.

Manajer Strada Coffee Semarang, Maya, juga mengakui kebenaran voucher itu bisa digunakan di kafenya. Hanya saja, terkait modus penjualan voucher itu dengan merekrut karyawan oleh D’Rocks Advertising, ia tidak memahami. Sebab, ia sama sekali tidak berhubungan dengan D’Rocks tapi dengan Granton Original Promotion.

Maya menjelaskan, kalau pihaknya hanya diminta support. Toh, kafenya tidak keluar uang dan tidak mendapatkan uang sama sekali. Namun demikian, kata Maya, pihak Granton yang menghubunginya pernah menjelaskan voucher itu dikatakan akan dijual Rp 100 ribu, yang katanya akan didonasikan untuk anak-anak kanker.

“Uangnya masuk ke pihak Granton, jadi kalau mau lebih detail uangnya masuk ke yayasan tersebut atau tidak, silakan ditanyakan saja ke marketing Granton. Katanya mereka kalau ada yang tanya, suruh hubungi itu (Granton). Jadi, beberapa patner itu memang nggak dapat apa-apa, kita sifatnya donasi, “ jelas Maya.

Menurutnya, yang mencetak voucher tersebut adalah pihak Granton. Terkait D’Rock, pihaknya tidak memahami. Ia mengaku, sebelumnya atas masalah itu, sudah pernah ada orang menanyakan ke pihaknya. Diakuinya waktu itu, yang berhubungan dengan pihaknya adalah Granton, yang saat itu kantornya dikatakan di Jakarta. Hanya saja kadang-kadang pergi ke Surabaya dan Medan. Itu info yang diketahuinya.

“Kalau kantor di Semarang saya saja nggak paham. Tapi, kalau voucher itu valid, mau ditukar saja juga bisa. Katanya sih yang mau salurkan donasinya Granton,” jelas Maya sambil menawarkan nomor handphone petinggi Granton, apabila nomor pada voucher tidak bisa dihubungi.

Pihaknya mengatakan, apabila program tersebut ternyata bohong, ke depan bisa dihentikan kerja samanya. Pihaknya juga bisa menuntut balik apabila ternyata hasilnya tidak diserahkan ke Yayasan Sentuhan Kasih Anak Indonesia.

“Yang jelas, kami cuma diajak kerja sama dan memang percaya saja, kita nggak kepikiran mau nanya-nanya detail apalagi niat untuk bantu anak-anak kanker,”ujarnya.

Karyawan D’Rock Advertising, Rizal, menjelaskan, tujuan pihaknya menjual voucher itu ingin membantu anak-anak yang terkena kanker dari keluarga kurang mampu, khususnya untuk biaya kemoterapi dan bantuan 2 unit mobil ambulans. Ia menyatakan, tidak meminta sumbangan, melainkan sudah disupport di 5 wilayah yang ada di Semarang sebanyak 21 voucher. Dikatakan, voucher bisa digunakan hingga 30 Juni 2018.

Tak berapa lama, seniornya dari D’Rocks bernama Yudis menimpali, kalau hasil donasi itu akan dipakai membantu anak-anak penderita leukimia. Sumbangan Rp 100 ribu itu untuk donasi membeli mobil ambulans. Tidak hanya untuk anak-anak penderita leukimia di Jakarta, tapi untuk seluruh anak di Indonesia yang tidak mampu.  Nantinya akan dijemput untuk dirawat di Rumah Sakit dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.

Ia juga siap merekomendasi jika ada anak kurang mampu di sekitar rumah donatur yang terkena kanker untuk mendapatkan bantuan.

Menurutnya, voucher tersebut bisa digunakan untuk siapa saja, selama penggunaannya benar. Ia mengaku kalau pihaknya dari Event Organizer (EO) yang datang dari cabang Jakarta. Sedangkan Rizal dari D’Rock, sebuah kantor advertising di Semarang.

“Kita ada 18 kota besar di Indonesia, termasuk Jakarta dan Bali, yang jelas nanti kalau tidak bisa digunakan voucher-nya bisa menghubungi kami,”katanya.

Saat dihubungi koran ini sesuai nomor yang tertera di sampul voucher, orang yang mengaku bernama Yosep dari Granton Original Promotion mengakui terkait project penjualan voucher tersebut. Ia menyatakan, hasil donasi voucher akan disumbangkan ke YSKAI sebesar 30 persen dari setiap voucher donasi yang didapat.

Menurutnya, voucher tersebut sebagai bentuk ucapan terima kasih dan valid bisa digunakan. Ia juga mengaku bekerja sama dengan D’Rocks Advertising Semarang. “Apabila ingin langsung donasi ke yayasan juga bisa, kami sumbangkan 30 persen dari setiap voucher yang didapat di lapangan,”jelas Yosep.

Sementara itu, saat koran ini menghubungi YSKAI sesuai nomor yang tertera di website http://www.sentuhankasih. com/id/tentang-yskai, nomor 082129305674 dan 0816740242 tidak ada jawaban. Jawaban dari operator menyebutkan kalau nomor tersebut tidak bisa dihubungi.

Dari penelusuran informasi Google justru banyak menyebutkan kegiatan tersebut merupakan penipuan bermodus menjual voucher untuk amal. Salah satunya dari blogdjrejos. Dalam postingan Kamis, 1 Oktober 2015 disebutkan: Zaman sekarang, penipuan banyak modusnya. Bahkan penderitaan orang lain pun dijadikan ladang untuk mendapat keuntungan. Salah satunya modus penipuan penjualan voucher untuk charity yang mengatasnamakan Yayasan Sentuhan Kasih Anak Indonesia (YSKAI).

(sm/jks/aro/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia