Selasa, 23 Jan 2018
radarsemarang
icon featured
Teknologi

Guru SMP IT PAPB Gagas Transportasi Berbasis Tekanan Udara

Jumat, 06 Oct 2017 14:24 | editor : Arif Riyanto

INOVATIF: Guru SMP Islam Terpadu PAPB Semarang, Mulyono, menunjukkan piala dan miniatur kereta monorel yang menggunakan tekanan udara.

INOVATIF: Guru SMP Islam Terpadu PAPB Semarang, Mulyono, menunjukkan piala dan miniatur kereta monorel yang menggunakan tekanan udara. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Penggunaan bahan bakar minyak untuk alat transportasi kini mulai diminimalisasi, salah satunya dengan berlomba menemukan energi tergantikan yang berguna untuk alat transportasi.

Mulyono, guru mata pelajaran IPA SMP Islam Terpasu PAPB Semarang ini mencoba memanfaatkan tekanan udara sebagai penggerak alat transportasi berupa monorel. Bahkan temuannya itu membawanya mewakili Jawa Tengah-DI Jogjakarta dalam ajang tingkat nasional pada akhir Oktober mendatang.

"Alhamdulillah saya bisa mewakili Jateng-DIJ dalam lomba yang diselenggarakan oleh Balitbang Kementerian Perhubungan, karena berhasil menjadi juara pertama," katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (6/10) siang tadi.

Mulyono mengaku, temuannya tersebut terinspirasi dari roket air yang memanfaatkan tekanan udara untuk meluncur. Lomba yang tahun ini bertajuk penelitian transportasi dengan tema perkeretaapian, ia mencoba mengaplikasikan tekanan udara untuk menggerakkan kereta monorel.

"Kalau roket air hanya menggunakan tekanan udara yang kecil, namun bisa terbang jauh. Aplikasi tekanan udara dengan volume yang besar pasti bisa menggerakkan benda yang berat dengan gaya dorong besar pula," jelasnya.

Penelitian yang diberi nama “Monorel Udara 009” ini dibuat dalam skala kecil dan masih dikembangkan menggunakan material besi plat. Sementara bagian roda menggunakan laker roda berjumlah 16 buah dalam satu loko.

"Agar bisa meluncur, loko ini harus memiliki cadangan udara atau mini kompresor di atasnya, dalam skala besar tentu tabung penyimpanan udara harus diperbesar," ujarnya.

Ia berharap, jika model transportasi tersebut bisa dikembangkan lebih lanjut oleh Kementerian Perhubungan sebagai alat transportasi yang menggunakan energi tergantikan. "Saya berharap bisa diaplikasikan, dengan menggunakan tekanan udara, paling tidak bisa menjadi energi pengganti minyak," harapnya.

(sm/den/aro/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia