Senin, 23 Oct 2017
radarsemarang
icon featured
Radar Semarang

Peredaran Obat Kuat Ilegal Dibongkar

Selasa, 19 Sep 2017 21:02 | editor : Agus Purwahyudi

SINDIKAT OBAT KUAT: Kasubdit I Industri, Perdagangan dan Investasi Ditreskrimsus Polda Jateng, AKBP Egy Andrian Suez, saat gelar perkara peredaran obat kuat ilegal di Mako Ditreskrimsus Polda Jateng, kemarin.

SINDIKAT OBAT KUAT: Kasubdit I Industri, Perdagangan dan Investasi Ditreskrimsus Polda Jateng, AKBP Egy Andrian Suez, saat gelar perkara peredaran obat kuat ilegal di Mako Ditreskrimsus Polda Jateng, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG-Sindikat pengedar dan pemroduksi obat kuat ilegal dibongkar aparat Polda Jateng. Selain menangkap pelakunya, petugas mengamankan ratusan barang bukti obat kuat dari berbagai merek, serta bahan dasar pembuatannya. Tersangka diketahui bernama Muhamad Nazarudin, 38, warga Dukuh Krajan RT 01 RW 01 Desa Jambu Timur, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara. Ia ditangkap aparat Polda Jateng saat hendak melakukan pengiriman obat kuat ilegal, Kamis (18/9) lalu.

Pengungkapan ini berawal saat petugas Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng mendapat informasi dari masyarakat mengenai peredaran obat tanpa izin edar yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes). Obat ilegal tersebut dipasarkan melalui media sosial.

"Setelah kami lacak, kemudian saya beli produknya melalui online. Selanjutnya kami mapping mencari lokasi tempat produksinya," beber Kasubdit I Industri, Perdagangan, dan Investasi (Indagsi) Ditreskrimsus Polda Jateng, AKBP Egy Andrian Suez saat gelar perkara di Mako Ditreskrimsus Polda Jateng, Senin (18/9).

Usai  melakukan pelacakan dan mendapat data lengkap, petugas langsung melakukan penindakan. Pelaku yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka berhasil ditangkap petugas ketika melakukan pengiriman barang pesanan melalui Kantor Pos di Kabupaten Jepara, Kamis (14/9). "Pelaku berhasil kita tangkap. Kami tidak bisa langsung tangkap kalau tidak ada barang buktinya," tegasnya.

Dari hasil pengembangan, petugas juga berhasil mengamankan berbagai barang bukti bahan dasar obat ilegal berupa serbuk kopi, serbuk purwoceng, dan silicon padat. Obat ilegal yang berhasil diamankan tersebut diproduksi di tempat atau rumah pelaku.

"Dari hasil pengungkapan ini, kami baru mengetahui bagaimana cara memproduksinya. Modus yang dilakukan tersangka adalah memproduksi dan mengedarkan ketersediaan farmasi melalui online di website bintanglaris.com, dan kliniksehat.com," jelasnya.

Nazarudin hanya bermodalkan botol kosong serta obat tetes mata dan air mineral untuk meraup keuntungan puluhan juta dalam sebulan. "Dalam sehari pelaku mampu mengirim sebanyak 30 hingga 60 pengiriman. Obat itu diedarkan di seluruh wilayah Indonesia. Setiap bulan pelaku meraup Rp 60 jutaan," ungkap Egy.

Bisnis yang dijalankan pelaku dilakukan melalui online. Setelah mendapat order dari mangsanya, selanjutnya pelaku mengarahkan kepada konsumen untuk mentransfer uang sesuai kesepakatan. Biasanya konsumen mengirim uang pembelian barang ke rekening pelaku yang digunakan untuk bertransaksi, yakni BCA, Mandiri, dan BRI. "Setelah transaksi, kemudian barang dikirim melalui pengiriman JNE maupun PT Pos Indonesia," jelasnya.

Bisnis ilegal yang dilakukan oleh pelaku telah berjalan hingga bertahun-tahun. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengungkap pelaku lain di balik kasus pembuatan obat ilegal tersebut. "Pelaku melakukan aksinya sejak tahun 2009. Dulu sempat stag namun berlanjut lagi. Nanti kami masih dalami lagi," katanya.

Akibat perbuatannya, tersangka melanggar Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 pasal 197 tentang kesehatan, dengan ancaman pidana selama 15 tahun penjara dan denda Rp 1,5 miliar. Selain itu tersangka juga dijerat pasal berlapis UU perlindungan konsumen, yakni pasal 62. "Ketentuan pasal 8 di mana setiap pelaku usaha dilarang mengedarkan dan memproduksi setiap barang atau jasa yang tidak memiliki standar yang dipersyaratkan atau ketentuan perundang-undangan dengan ancaman 5 tahun penjara dan denda Rp 2 miliar," tegasnya.

Tersangka Mohammad Nazarudin adalah tersangka pemroduksi dan pengedar obat kuat palsu tergolong sangat cerdas. Pasalnya, ia hanya bermodalkan obat tetes mata yang dicampur dengan air mineral.

"Obat pelangsing bahan dasarnya dari serbuk kopi yang digiling di pasar, kemudian dimasukkan ke dalam kapsul dan dikemas serta diberi label. Selain itu, stamina pria yang bahan bakunya dari serbuk purwoceng dimasukkan ke dalam kapsul dan dikemas," ungkap Nazar yang mengenakan penutup kepala.

Ratusan obat palsu hasil racikan tersangka yang sudah siap edar, antara lain obat pelangsing wanita Exitoc, Exitoc Green, obat perangsang Blue Wizard, Liquid Sex, Chlorofom Potenzol, dan Sleeping Beauty. Selain itu, obat stamina pria, yaitu Forex Hermuno, Testo Ultra, dan Lhiforman Hammer of Thor. 

Selanjutnya, barang bukti tersebut dipasarkan menggunakan internet atau lewat online. Pada website sempat mencantumkan beberapa produk obat pelangsing khusus wanita, perangsang wanita, dan obat stamina pria. “Yang komplain banyak. Kalau sudah gitu ya saya matikan saja handphone-nya,” tandasnya.

(sm/tsa/ap/ap/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia