Rabu, 18 Oct 2017
radarsemarang
icon featured
Radar Kedu

2023, Seluruh Tanah di Jateng Bersertifikat

Selasa, 19 Sep 2017 10:59 | editor : Pratono

SELFIE BARENG PRESIDEN: Presiden Joko Widodo didampingi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyapa pengunjung Mal Artos Magelang, Minggu (17/8/2017) malam. Presiden tak segan melayani permintaan warga yang ingin berswafoto bareng.

SELFIE BARENG PRESIDEN: Presiden Joko Widodo didampingi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyapa pengunjung Mal Artos Magelang, Minggu (17/8/2017) malam. Presiden tak segan melayani permintaan warga yang ingin berswafoto bareng. (HUMAS PEMPROV JATENG)

MUNGKID—Sebanyak 5.120 warga Magelang, Senin (18/9/2017) siang, menerima sertifikat dari pemerintah. Secara simbolis, Presiden Joko Widodo menyerahkan sertifikat tanah kepada 12 warga Magelang di lapangan Soepardi, Kota Mungkid, Kabupaten Magelang.

Turut mendampingi Jokowi, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN RI, Sofyan Djalil, serta Gubernur Ganjar Pranowo. Presiden Joko Widodo mengakui, masih banyak terjadi kasus sengketa tanah. Untuk itu, ia telah memerintahkan jajarannya mempercepat penyerahan sertifikat tanah kepada masyarakat.

"Dulu, penyerahan sertifikat tanah per tahun hanya 400.000 sampai 500.000. Tapi, tahun ini harus 5 juta yang diserahkan kepada masyarakat. Tahun depan, targetnya 7 juta, dan tahun depannya lagi targetnya 9 juta," ujarnya.

Kepala BPN RI, Sofyan Djalil, menyampaikan, pada 2023, pemerintah menargetkan seluruh tanah di Jawa Tengah sudah harus bersertifikat 100 persen. "Selain untuk menghindari sengketa tanah, sertifikat juga bisa sebagai agunan usaha. Tetapi masyarakat diharapkan untuk tetap bijak dalam menggunakan.” Pada acara yang sama, suasana semakin meriah saat Presiden Joko Widodo membagikan tiga sepeda untuk 3 warga yang bisa menjawab pertanyaannya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menghadiri Perkemahan Wirakarya Pramuka Ma'arif Nahdlatul Ulama Nasional di lapangan tembak Kecamatan Salaman. Dalam kesempatan itu, Jokowi mengajak 1500 pelajar yang hadir untuk menolak hoax. "Tantangan keterbukaan saat ini adalah media sosial yang sangat terbuka. Semua orang bisa mengabarkan apa saja. Yang baik-baik dikabarkan boleh. Yang positif-positif dikabarkan sangat baik. Tapi juga jangan lupa di media sosial sekarang ini bertebaran yang jelek-jelek, yang negatif, fitnah, mencela, hoax, kabar bohong, itu juga menjadi tantangan kita ke depan.”

Tidak hanya itu, Jokowi juga meminta untuk menjauhi narkoba. "Selain itu, tantangan makin maraknya narkoba yang jenisnya bermacam-macam. Oleh sebab itu, pada kesempatan yang baik ini, saya mengajak kita semua untuk menyadari bahwa tantangan-tantangan yang saya sampaikan tadi ada di depan kita.”

Presiden meminta Pramuka Ma'rif NU untuk menjaga Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan dengan sesama muslim) dan Ukhuwah Wathoniyah (persaudaraan dengan saudara sebangsa setanah air). Usai menghadiri kemah, Jokowi membagikan 5.120 sertifikat tanah di lapangan Drh Soepardi, Mungkid. Jokowi didampingi Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil.

Presiden Joko Widodo yang datang pada Minggu (17/9/2017) malam, sempat menghebohkan warga Magelang yang sedang ngemall di Mal Artos. Jokowi tiba di Magelang sekitar pukul 20.30 malam. Orang nomor satu di Indonesia itu menyempatkan keliling pusat perbelanjaan dan menikmati makan malam di salah satu foodcourt. Didampingi Gubernur Ganjar Pranowo dan Menteri PUPR, Basuki, Jokowi langsung menjadi pusat perhatian pengunjung mall. Jokowi mempersilahkan masyarakat untuk berfoto dengan dirinya.

Selama di Magelang, Jokowi menginap di Grand Artos Hotel. Pihak manajemen hotel mengaku tidak ada permintaan khusus dari orang nomor satu di Indonesia itu. Soal jamuan makanan, Jokowi lebih memilih menu-menu tradisional.

Assistant Marcomm Manager Grand Artos Hotel Mardhiana mengungkapkan, Jokowi memesan pepes bumbung, udang telur asin dan beberapa macam gorengan untuk makan malam. Sementara untuk sarapan pagi ada nasi goreng kampung, tumis daun pepaya dan teri medan, ayam goreng ungkep dan pesmol ikan kakap. Jokowi menikmati sarapan di kamar presidential suite yang ditempatinya.

“Pesmol ikan kakap dipilih karena perpaduan gurihnya ikan kakap digabung dengan rempah-rempah pilihan dan disiram dengan santan kepala dengan tetap mempertahankan kerenyahan ikan yang digoreng di atas api kecil,” kata Mardhiana.

(sm/vie/put/ton/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia