Selasa, 21 Nov 2017
radarsemarang
icon featured
Radar Semarang

Waspada Kekeringan, Siaga 24 Jam

Minggu, 10 Sep 2017 10:43 | editor : Jatmiko

Waspadai kekeringan

Waspadai kekeringan (ilustrasi/ istimewa)

SEMARANG – Sedikitnya ada tiga kecamatan di Kota Semarang minim air bersih untuk kebutuhan konsumsi. Terlebih selama musim kemarau tiba seperti saat ini. Tiga kecamatan tersebut di antaranya Kelurahan Deliksari Kecamatan Gunungpati; Kelurahan Rowosari Kecamatan Tembalang; dan Kemijen Kecamatan Semarang Timur. Saat ini,Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarangsiaga 24 jam untuk mengantisipasi adanya kekeringan di Kota Semarang.

Kepala BPBD Kota Semarang Agus Harmunanto mengatakan tiga kecamatan tersebut menjadi titik yang cukup rawan kekurangan air bersih saat musim kemarau. Tetapi untukmasalah kekeringan di Kota Semarang belum terlalu serius. “Tiga kelurahan itu perlu mendapat perhatian khusus yakni di Deliksari, Rowosari, dan Kemijen,” kata Agus, kemarin. Kekurangan air bersih di tiga wilayah tersebut jangkauannya juga hanya lingkup RW, sehingga tidak terlalu luas. “Sejauh ini bisa kami atasi dengan koordinasi bersama PDAM.

Bantuan air bersih telah diberikan di tiga wilayah tersebut. Tetapi kami tetap siaga jika sewaktuwaktu dibutuhkan untuk menyuplai air bersih di tiga lokasi itu,” katanya. Permintaan air bersih, kata dia, hanya untuk kebutuhan hidup dan konsumsi masyarakat Kota Semarang. Apabila ada permintaan warga untuk keperluan lain, misalnya mengairi sawah, pihaknya tidak bisa melayani.

Dia meminta agar warga bisa tanggap dengan segera melapor apabila kekurangan air bersih. “Kami selalu siap siaga untuk mem bantu memenuhi permintaan air bersih bagi warga Kota Semarang bekerjasama dengan PDAM. Selain sering didrop air bersih dengan tangki PDAM, BPBD juga membuatkan tandon air bersih di wilayah Rowosari. Sehingga memudahkan warga untuk memenuhi kebutuhan air bersih,” katanya.

Sejauh ini, kata dia, persediaan air bersih di Kota Semarang cukup memadai. Namun di titik-titik tertentu kondisinya belum tercover layanan PDAM. “Prinsipnya BPBD siaga 24 jam untuk mengirimkan bantuan air bersih,” imbuhnya. Menurut Agus, puncak musim kemarau tahun ini masih akan berlangsung hingga Oktober atau awal November.

Sehingga kemungkinan kekurangan air bersih untuk beberapa titik daerah masih diwaspadai. “Kami akan selalu memantau, warga juga harus segera melaporkan apabila daerah tersebut kekurangan air bersih. Tidak hanya masalah kekurangan air bersih, musim kemarau seperti ini juga rawan bencana kebakaran. Kami minta masyarakat juga agar peduli lingkunga dan berhatihati terhadap pemicu kebakaran,” katanya.

Humas PDAM Tirta Moedal, Joko Purwanto mengatakan,wilayah yang belum terlayani jaringan PDAM yakni, sebagian besar berada di wilayah Gunungpati, Mijen, Tugu, dan Tembalang. “UntukDeliksari, Rowosari dan Kemijen sudah dilakukan dropping air bersihempat tangki dengan kapasitas per tangki 5.000 liter.Tiga wilayah yang saat ini mengalami kesulitan air sudah dibantu dropping air bersih,” katanya. Saat ini, kata dia, cakupan pelayanan PDAM baru mencapai 62 persen wilayah Kota Semarang. “Untuk pemenuhan kebutuhan air bersih,PDAM menggunakan tiga sumber air untuk diolah yakni, air permukaan, sumber mata air dan sumur dalam,” katanya.

(sm/amu/ida/mik/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia