Jumat, 24 Nov 2017
radarsemarang
icon featured
Features
Senopati Band, Kelompok Musik para PNS

Salurkan Hobi sekaligus Sosialisasi Kebijakan

Rabu, 06 Sep 2017 09:00 | editor : M Rizal Kurniawan

PROFESIONAL: Senopati band saat tampil dalam pembukaan peringatan HUT Kemerdekaan RI di Jalan Pemuda.

PROFESIONAL: Senopati band saat tampil dalam pembukaan peringatan HUT Kemerdekaan RI di Jalan Pemuda. (dokumentasi senopati band)

Musik boleh dibilang salah satu media yang cukup universal untuk berkomunikasi. Seperti Senopati Band. Selain menyalurkan hobi, band yang sebagian besar anggotanya Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemkot Semarang ini juga menyisipi sosialisasi kebijakan di sela kegiatan manggung mereka. Seperti apa?

 

RIZAL KURNIAWAN

 

MENEKUNI hobi diyakini ampuh melepas penatnya rutinitas sehari-hari, termasuk hobi bermusik yang dilakoni oleh para anggota Senopati Band. Kali pertama terbentuk pada 2010 dengan nama Pemkot Band, grup ini berganti nama menjadi Senopati Band pada 30 Maret 2015.

Waktu menunjukkan pukul 16.00. Jam kerja para PNS Pemkot Semarang telah usai. Para pegawai pun mulai meninggalkan ruang kerjanya dan bergegas pulang, namun tak sedikit yang tetap tinggal di ruangan karena ada pekerjaan yang harus diselesaikan.

Pemandangan berbeda terlihat di kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) di lingkungan Balai Kota Semarang, Selasa sore kemarin. Sejumlah pegawai terlihat masuk ke sebuah ruangan. Mereka menyalakan ampli, me-nyetem gitar, bas, dan seorang lagi mencoba memainkan drum. Ya, mereka adalah punggawa Senopati Band, yang berlatih setiap Selasa sore.

Mereka tidak perlu menyewa studio untuk berlatih. Sebab, pemkot telah menyediakan studio musik bagi para pegawai yang suka bermain musik. Dalam beberapa jam latihan, sejumlah lagu dimainkan dengan sempurna, baik itu bergenre pop, jazz, rock, dangdut, maupun blus. Mereka terlihat piawai memainkan alat musik.

Penanggung jawab band, Yudi Mardiana, mengatakan, nama Senopati diambil karena cukup familiar di kultur Jawa Tengah, yaitu sebagai panglima perang di pewayangan. Selain itu, Senopati juga bisa diartikan Setiap Nonton Pasti Tidak Kecewa.

“Awalnya sekadar untuk menyalurkan hobi dan menghilangkan penat setelah seharian bekerja, namun lama-kelamaan kami juga sering diikutkan dalam berbagai kegiatan pemkot, bahkan mengiringi sejumlah artis. Di antaranya Tri Utami, Andre Hehanusa dan Gilang Ramadhan,”ujarnya.

Dengan adanya band ini, ujar Yudi, juga membantu menghemat budget manakala ada kegiatan pemkot. Adanya Senopati Band menjadikan pemkot tak perlu menyewa band maupun alat dan soundsystem. Sehingga anggaran hiburan juga terpangkas.

Begitu juga saat kegiatan sosialisasi yang berkaitan dengan kebijakan atau aturan. Band ini juga ikut mengkampanyekan kebijakan tersebut. Saat tampil di panggung, menyisipi dengan kebijakan-kebijakan pemerintahan.

“Kami tidak ingin menjadi sekadar band pengiring, kami ingin jadi band misi, membawa pesan-pesan kenegaraan. Saat manggung, kami selalu sampaikan sosialisasi, misalnya bayar pajak tepat waktu. Dengan begitu, pesan yang kami sampaikan  mudah diterima masyarakat,” timpal Franklin, vokalis Senopati Band.

Ya, sebagian besar anggota yang merupakan PNS menjadikan mereka juga merasa turut bertanggung jawab dalam mengkampanyekan program-program pemerintah. Para anggota band tersebut, yakni Yudi Mardiana sebagai penanggungjawab, Natalistiyanto dan Ellyasmara, keduanya pegawai Bapenda berada di posisi gitaris, kemudian Danu Sulistyo yang berprofesi sebagai guru SMAN 7 mengisi posisi bassis, Zulkifli Nasution yang mengabdi sebagai guru di SMAN 13 Mijen hadir sebagai drummer, sedangkan di posisi vokalis ada Franklin dan Dwi Nurbani Abrianto, keduanya pegawai Bapenda, Prajoko Budi Darmo yang juga pegawai Bapenda bertanggungjawab pada Saxophone bersama Joko Sularso di perkusi dan Eko Wahyu yang berprofesi sebagai guru bertugas memainkan keyboard synthetizer.

“Selain mengisi event pemkot, kita juga beri kebebasan teman-teman untuk bermain di luar. Seperti mengisi acara wedding atau event lainnya. Dengan catatan di luar jam kerja kantor atau saat libur,” kata Yudi.

Bahkan bagi masyarakat yang ingin menggunakan Senopati Band juga bisa dilayani. Mengenai tarif, pihaknya tidak mematok harga. “Karena kita tidak semata-mata komersil. Apalagi kita PNS, yang notabene harus melayani masyarakat. Jadi, di sini kita menggunakan unsur sosial,” ujarnya. (*/aro)

(sm/zal/zal/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia