Selasa, 21 Nov 2017
radarsemarang
icon featured
Radar Kedu

Sikap Umat Buddha Indonesia Berbeda dengan Myanmar

Rabu, 06 Sep 2017 08:30 | editor : Pratono

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (Dok Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG--Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meminta semua pihak agar tidak menyamaratakan sikap umat Buddha di Indonesia, termasuk Jateng, dengan yang ada di Myanmar. Ganjar mengaku sudah berkomunikasi dengan umat Buddha di Jateng. 

"Mereka sepakat sikap umat Buddha Indonesia berbeda dari Myanmar. Itu bagian dari krisis kemanusiaan yang mereka tidak sepakat dengan tindakan-tindakan kekerasan yang menjurus genosida," ucapnya, Selasa (5/9/2017). 

Politikus berambut putih ini pun berharap, jangan sampai masalah Rohingya di Myanmar masuk ke Jateng dengan ditunggangi isu berbau suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). "Kami siap menyalurkan aspirasi masyarakat ke pemerintah pusat atau kedutaan. Borobudur mau dikepung, mau apa coba?, wong umat Buddha saja mau berkomunikasi," ujarnya.

Kepala Badan Kesbangpolinmas Jateng, Achmad Rofai menambahkan, Rabu (6/9/2017) ini, pihaknya akan menggelar rapat bersama pihak-pihak terkait untuk mengamankan aksi bela Rohingya di kawasan Candi Borobudur. Termasuk Polda Jateng yang bertanggung jawab soal keamanan. 

"Besok (hari ini, Red) akan kami rapatkan dulu. Hasilnya tunggu saja," tegasnya.

(sm/amh/ton/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia