Kamis, 23 Nov 2017
radarsemarang
icon featured
Radar Kedu
Bullying Diduga Terjadi di SMA Taruna Nusantara

SMA Taruna Nusantara Bantah Adanya Bullying Siswa

Selasa, 05 Sep 2017 20:20 | editor : Pratono

KAMPUS TN: Kampus SMA Taruna Nusantara di Kabupaten Magelang tengah jadi sorotan karena diduga terjadi aksi bullying yang menimpa salah satu siswa.

KAMPUS TN: Kampus SMA Taruna Nusantara di Kabupaten Magelang tengah jadi sorotan karena diduga terjadi aksi bullying yang menimpa salah satu siswa. (Mukhtar Lutfi/Jawa Pos Radar Kedu)

Bantah Adanya Bullying Siswa

Cecep Iskandar

Cecep Iskandar (Istimewa)

PIHAK SMA Taruna Nusantara (TN) Magelang membantah adanya dugaan kasus bullying yang menimpa salah satu siswa kelas X, berinisial MH. SMA TN mengklaim belum mengetahui laporan orang tua anak korban ke Polres Magelang.


"Saya tidak tahu, apakah benar ada laporan bullying terhadap siswa SMA TN. Saya tidak tahu, siapa yang melapor dan kepada siapa yang melapor," kata Kepala Humas SMA TN, Drs. Cecep Iskandar, kepada sejumlah wartawan, Senin (4/9) kemarin.


Cecep mengaku, pihaknya telah mendengar kabar bullying yang terjadi di SMA TN. Menindaklanjuti hal itu,  pihak sekolah langsung mengumpulkan para pamong (guru), baik pamong graha, wali graha, dan wali kelas. Tujuannya, untuk mencari tahu, kejadiannya kapan dan di mana.

Hanya saja, beber Cecep, pihaknya sama sekali tidak memperoleh jawaban. Sebab,  tidak ada satu pun pamong yang mengetahui  kejadian tersebut.  "Saya pastikan di dalam kampus kami, tidak ada bullying atau kejadian semacam itu. Jadi, sampai sejauh ini, kami tidak tahu isu itu dari mana awalnya, kami tidak mengerti," ucap  pamong Biologi itu.


Cecep memastikan, setiap satuan--mulai graha, kelas, hingga kamar—ada pamong yang bertugas sebagai pengawas siswa. Karenanya, tambah Cecep, tidak mungkin ada kegiatan atau tingkah laku murid yang lepas dari pantauan. Kalaupun ada yang tidak terpantau, menurut Cecep, pihaknya berusaha untuk meminimalisir.



"Kami juga sudah periksa ke anak-anak tadi siang, tapi mereka hanya meresponnya dengan tertawa-tawa, karena menganggapnya guyonan. Di pikiran mereka, tidak ada pikiran untuk melakukan bullying semacam itu,” kata Cecep.

Cecep menegaskan, saat ini kelas X sedang melaksanakan masa Pendidikan Dasar Kedisiplinan dan Kepemimpinan (PDK) selama tiga bulan. “PDK adalah sebuah tradisi SMA TN untuk melatih kedisiplinan dan kepemimpinan para siswa kelas X selama 3 bulan pertama di kampus SMA TN. Selain itu, PDK sebagai upaya siswa kelas X dapat terbiasa dengan kehidupan di SMA TN.”

Cecep mengatakan, dalam masa PDK, siswa kelas X terputus komunikasinya dengan orangtua dan dunia luar; serta tidak keluar kampus, kecuali izin mendesak. “Siswa baru juga tidak diperkenankan membawa handphone maupun smartphone. Siswa baru hanya bisa berhubungan dengan orangtua melalui wali grahanya,” jelas Cecep.


Kendati demikian, Cecep memastikan, jika memang benar terjadi bullying di SMA TN, pihaknya berjanji akan mencari tahu lebih dalam, dengan kekhawatiran ada kegiatan-kegiatan siswa yang luput dari pantauan. "Kalau besok (hari ini) ada perkembangan, pasti saya sampaikan.”

(sm/cr3/ton/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia