Kamis, 23 Nov 2017
radarsemarang
icon featured
Radar Semarang

Ratusan Aparat Robohkan Pasar Kanjengan

Rabu, 23 Aug 2017 12:11 | editor : Pratono

EKSEKUSI PAKSA : Sejumlah pekerja mengeluarkan barang-barang dari kios di Pasar Kanjengan Semarang yang akan dirobohkan, Rabu (23/8).

EKSEKUSI PAKSA : Sejumlah pekerja mengeluarkan barang-barang dari kios di Pasar Kanjengan Semarang yang akan dirobohkan, Rabu (23/8). (Abdul Mughis/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG - Eksekusi perobohan Pasar Kanjengan di kompleks Pasar Johar Semarang, berlangsung tegang. Rabu (23/8) sekitar 09.30 WIB, ratusan pedagang berkumpul untuk mengadang ratusan aparat gabungan yang akan menjalankan perintah pengadilan untuk merobohkan Pasar Kanjengan. Para pedagang dengan tegas menolak eksekusi tersebut. 

Namun para pedagang tidak bisa berbuat banyak karena jumlah personel gabungan dari Satpol PP, aparat kepolisian, TNI, serta pekerja, jumlahnya lebih banyak. 

Sejak pukul 08.30, aparat gabungan telah dikumpulkan di eks Alun-alun atau pojok Pasar Yaik Baru untuk apel persiapan. Pukul 09.25, aparat gabungan merangsek masuk menuju Blok C yang akan dieksekusi pertama. "Ini habis peringatan Indonesia merdeka, kok malah kayak gini, gimana ini?" teriak seorang pedagang perempuan di sela kerumunan massa. 

Para pedagang sempat bersitegang untuk memprotes eksekusi. Namun mereka tak berdaya. Bahkan beberapa pedagang yang terlihat 'vokal' untuk berusaha orasi langsung digelandang aparat berpakaian preman. "Ini bukan hanya pengosongan. Tapi perintahnya perobohan," kata Ketua Tim Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Ali Nur Yahya saat memimpin eksekusi. 

Dia dengan tegas menyatakan tidak ada negosiasi, karena eksekusi ini merupakan keputusan pengadilan. PT Pagar Gunung Kencana (PGK) selaku pihak yang bertanggungjawab membiayai pembongkaran dinyatakan tidak memberikan keterangan.

"Kepada semua warga atau siapa saja, mulai hari ini kami mohon mengeluarkan barang-barang. Jika tidak dikeluarkan, maka akan kami robohkan. Saat ini, saya tidak mau berdebat. Jika ada yang protes silakan di pengadilan," tegas Ali.

(sm/amu/ton/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia