Sabtu, 23 Sep 2017
radarsemarang
Hukum & Kriminal

Polsek Fokus Agustusan, Laporan Penganiayaan Belum Ditangani

Senin, 21 Aug 2017 14:08 | editor : Pratono

GERUDUK POLSEK– Warga Tersono Batang mendantangi Polsek Tersono, mempertanyakan proses hukum atas kasus dugaan penganiayaan yang berjalan lambat.

GERUDUK POLSEK– Warga Tersono Batang mendantangi Polsek Tersono, mempertanyakan proses hukum atas kasus dugaan penganiayaan yang berjalan lambat. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

BATANG – Berkilah masih sibuk dan fokus dalam kegiatan perayaan HUT ke-72 Kemerdekaan RI, anggota Polsek Tersono Polres Batang Jawa Tengah belum menindaklanjuti laporan dugaan penganiayaan yang terjadi di wilayahnya. Akibatnya warga yang geram dan menggeruduk kantor Polsek Tersoni, Senin (21/8/2017).

Sekitar 50 warga Desa Kranggan Kecamatan Tersono mendatangi Kantor Polsek Tersono. Mereka mempertanyakan proses hukum terhadap pelaku penganiayaan yang dinilai lamban. Aksi mereka didasari oleh rasa setia kawan dan keprihatinan terhadap korban penganiayaan yang dilakukan oleh beberapa pelaku yang masih satu desa.

Koordinator massa Suwarno mengatakan, mereka mendukung polisi untuk mengusut dugaan penganiayaan terhadap Ahmad Ainudin, 20, warga RT 03 RW03 Desa Kranggan Kecamatan Tersono pada 14 Agustus 2017. “Kami datang ke sini atas nama solidaritas, karena rekan kami dianiaya, namun polisi belum segera bertindak,” ucap Suwarno.

Peristiwa penganiayaan tersebut terjadi ketika korban pulang dari Lapangan Tersono usai menonton lomba voli dalam rangka memeriahkan HUT RI.  Ainudin pulang berboncengan dengan temannya. Di dekat Lapangan Tanjungsari, korban dipepet oleh beberapa orang dan langsung dipukuli oleh 5 pelaku.

Setelah sempat dilepas, korban kembali dianiaya di depan SD Kranggan oleh pelaku yang sama. Korban mengaku tidak punya masalah dengan pelaku. Korban dan pelaku masih satu kampung. 

Atas kejadian ini, korban diantar ayahnya melapor ke Polsek Tersono sekaligus melakukan visum di RSUD Limpung. Korban menderita memar di kepala dan sakit di bagian perut karena diinjak-injak.

Usai pelaporan, hingga Senin (21/8/2017), ternyata belum ada tindak lanjut dari polsek. Para pelaku masih bebas berkeliaran di kampung mereka. Padahal pelapor sudah mengajukan tiga orang saksi. “Kami menuntut proses hukum secepatnya untuk memberi efek jera kepada pelaku yang memang sering membuat ulah”, kata Suwarno.

Kedatangan massa ini diterima oleh Kanit Reskrim Polsek Tersono Aiptu Budi Utomo, karena Tersono AKP Waluyo Hadi Purnomo masih rapat di Polres Batang. Setelah menyampaikan tujuan kedatangannya, massa pulang dengan tertib. Pihak Polsek Tersono menyanggupi akan segera menindaklajuti dengan memanggil saksi lagi dan melakukan gelar perkara.

“Kami masih sibuk melakukan pengamanan kegiatan HUT RI, nanti kami akan segera memanggil saksi dan melakukan gelar perkara,” kata Budi.

(sm/naf/ton/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia