Sabtu, 25 Nov 2017
radarsemarang
icon featured
Radar Semarang

Pupuk Pellet Moss Kembalikan Kesuburan Tanah

Jumat, 18 Aug 2017 22:36 | editor : Pratono

TIM PENELITI: Mahasiswa FPP Undip yang menciptakan pupuk organik pellet Moss.

TIM PENELITI: Mahasiswa FPP Undip yang menciptakan pupuk organik pellet Moss. (Istimewa)

SEMARANG—Tanah jenis latosol dengan kadar keasaman (pH) rendah seringkali terbengkalai gara-gara kurang subur ketika dijadikan lahan budidaya. Perlu perlakuan khusus agar tanah tersebut bisa kembali subur dan bisa ditanami.

INOVATIF: Pupuk pellet Moss yang mampu menetralkan pH tanah.

INOVATIF: Pupuk pellet Moss yang mampu menetralkan pH tanah. (Istimewa)

Lima mahasiswa Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menciptakan pupuk organik yang bisa mengembalikan kesuburan tanah latosol. Tim terdiri dari Varida Rismawati, Shafyra Rizky Setiawti, Widi Dwi Noviandi, Rizal Try Nofyanto dan Afifah Kuscahyanti dengan dosen pembimbing Eny Fuskhah. Hasil penelitian mereka lolos seleksi untuk mengikuti Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) 2017 yang akan berlangsung di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, 23-28 Agustus 2017 mendatang.

Varida menjelaskan, mereka telah membuat pupuk organik Methylobacterium Soil Sutainable (Moos) dalam bentuk pellet. Bahan baku pupuk ini sebagian besar merupakan limbah. Yaitu kotoran sapi dan gulma air Lemma minor atau yang juga dikenal dengan nama duckweed atau kayambang. Bahan lainnya adalah zeolit dan kultur bakteri Methylobacterium spp.

“Lemma minor ini gulma air yang banyak tumbuh di persawahan dan tidak pernah dimanfaatkan. Karena memiliki kandungan nitrogen tinggi, kami coba memanfaatkannya jadi pupuk organik,” jelas Varida, Jumat (18/8).

Pupuk pellet Moss ini telah diujicobakan pada tanaman cabai di lahan latosol. Hasilnya, pH tanah yang semula 5,2 bisa ditingkatkan mendekati netral di angka 6,8. Di tanah yang sudah mendapatkan pupuk pellet Moss, daya berkecambah benih cabai meningkat 14 persen, pertumbuhan meningkat 50 persen, produksi naik 3-9 persen dan kesuburan tanah meningkat 50 persen.

(sm/ton/ton/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia