Selasa, 21 Nov 2017
radarsemarang
icon featured
Hukum & Kriminal

Bocah 8 Tahun Tewas Tersengat Listrik Neon Box

Rabu, 16 Aug 2017 17:25 | editor : Pratono

LOKASI KEJADIAN: Neon box tempat Aldy tewas karena tersengat listruk.

LOKASI KEJADIAN: Neon box tempat Aldy tewas karena tersengat listruk. (Joko Susanto/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG- Aldy Fajar Setyawan Putra, 8, meninggal dunia karena tersengat listrik tiang papan nama jalan pada neon box di Jalan Gisiksari II, RT 2, RW 6, Kelurahan Barusari, Semarang Selatan. Pihak keluarga memutuskan akan menempuh upaya hukum dengan melaporkan peristiwa ini ke Polrestabes Semarang.

Nenek korban, Indun Supriyanti menyebutkan, cucunya meninggal dunia pada 8 Agustus 2017 lalu. Keluarga sangat kecewa atas sikap beberapa pihak terkait kejadian tersebut. Pihak PLN sempat datang ke rumahnya, tapi bukan sebagai pihak yang bertanggungjawab atas peristiwa tersebut. Sebab neon box tersebut tidak dipasang oleh PLN, termasuk pemasangan instalasi listrik oleh pihak lain. Aliran listrik ternyata diambil dari penerangan jalan tanpa pelindung.

“Menurut keterangan dari info warga RT 2 yang saya temui, katanya yang memasang memang bukan warga melainkan Biro Teknik Listrik (BTL). Tapi dari info yang saya dengar, pernah ada warga lain yang juga pernah kesetrum dan selamat. Kemudian setelah itu dilaporkan ke ketua RT 02, ternyata tak direspon dengan cepat,” kata Indun saat menceritakan kronologi peristiwa itu pada tim DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Semarang, Rabu (16/8/2017).

Atas permasalahan itu, Indun juga mengaku sudah mencoba konfirmasi langsung kepada Ketua RT 2, namun pihak RT membantah dan menyatakan belum pernah ada korban yang tersengat listrik sebelumnya. Padahal pihaknya hanya meminta ada yang bertanggungjawab atas masalah itu.

“Tim Inafis Polrestabes Semarang juga sudah datang ke lokasi meninggalnya cucu saya dan tiang neon box itu sudah dicabut aliran listriknya,” sebutnya.

Tim Peradi Semarang pimpinan Theodorus Yosep Parera menerjunkan empat personelnya untuk memberikan bantuan hukum secara gratis. Sebab keluarga termasuk warga kurang mampu. “Kami sudah kordinasi dengan keluarga, kuasa juga sudah diproses, setelah ini kami akan melaporkan kasus ini ke Polrestabes Semarang,” kata perwakilan Peradi Semarang Andreas Hijrah Airudin.

(sm/jks/ton/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia