Sabtu, 25 Nov 2017
radarsemarang
icon featured
Ekonomi

FWD Life Gelar FWD HACKATHON 2017

Selasa, 15 Aug 2017 16:53 | editor : Ida Nor Layla

FWD HACKATHON 2017 : Vice President FWD Life Indonesia Rudi Kamdani (kedua kanan) saat menyentuh layar sebagai tanda dibukanya FWD Hackathon 2017 disaksikan oleh Direktur Edukasi Ekonomi Kreatif BEKRAF Poppy Savitri dan Director of Founder Institute Jakar

FWD HACKATHON 2017 : Vice President FWD Life Indonesia Rudi Kamdani (kedua kanan) saat menyentuh layar sebagai tanda dibukanya FWD Hackathon 2017 disaksikan oleh Direktur Edukasi Ekonomi Kreatif BEKRAF Poppy Savitri dan Director of Founder Institute Jakar (ISTIMEWA)

SEMARANG–PT FWD Life Indonesia (FWD Life), perusahaan asuransi jiwa berbasis digital berupaya mengubah cara pandang masyarakat tentang asuransi dengan memanfaatkan digital teknologi. Karena itu, mengajak generasi muda menciptakan inovasi dalam menciptakan ekosistem digital sekaligus membangun era asuransi jiwa digital dengan menyelenggarakan FWD Hackathon 2017.

“Dengan mengubah cara pandang masyarakat tentang asuransi, FWD Life berharap dapat mendukung program Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia,” kata Vice President FWD Life, Rudi Kamdani.

Menurutnya, sebagai pelopor asuransi jiwa berbasis digital, FWD Life memiliki tanggung jawab untuk mengambil bagian dalam meningkatkan penetrasi asuransi di Indonesia khususnya dengan pemanfaatan inovasi digital. Hal ini menjadi perhatian khusus bagi perusahaan.

Terlebih data OJK per triwulan I 2017 menunjukkan penetrasi asuransi di Indonesia hanya 2,70 persen. Artinya, masih lebih rendah dibandingkan beberapa negara lain di wilayah Asia seperti Singapura, Malaysia dan Thailand yang sudah berada di level 5 persen.

“Kami yakin inovasi digital teknologi dapat mengakselerasi penetrasi asuransi jiwa di Indonesia. Terlebih saat ini terjadi pergeseran gaya hidup generasi muda yang melek teknologi. Hal ini menjadi peluang FWD Life untuk menggandeng generasi muda berbakat dalam memanfaatkan digital teknologi untuk membangun era asuransi jiwa digital di Indonesia,” jelas Rudi.

Melihat hal ini, FWD Life berkolaborasi dengan Founder Institute mengadakan FWD Hackathon 2017 untuk pertama kalinya di industri asuransi. Yakni, mengajak generasi muda berpikir dan mengeksplorasi kreativitasnya dalam menciptakan aplikasi yang fokus pada kemudahan berasuransi.

“Kerjasama strategis ini diharapkan dapat menghasilkan sebuah embrio baru di dunia asuransi yang dapat memperkuat industri asuransi jiwa ke depan, sehingga lebih kompetitif dan memberikan lebih banyak kontribusi untuk negeri,” tandasnya.

FWD Life sendiri telah mengembangkan banyak solusi asuransi digital bagi para nasabah. Berbagai inovasi digital teknologi akan terlahir untuk mendukung transformasi bisnis asuransi dari aspek underwriting, manajemen risiko sampai klaim sehingga memungkinkan untuk menciptakan pengalaman berasuransi yang lebih mudah, cepat dan nyaman.

Sebelum acara puncak FWD Hackathon 2017 pada 22 – 24 September, FWD Life dan Founder Institute akan melakukan roadshow untuk mempromosikan program ini serta memberikan pemahaman mengenai industri asuransi ke sejumlah daerah seperti Jakarta, Surabaya, Bandung dan kota besar lainnya.

Director of Founder Institute Jakarta Andy Zain mengatakan bahwa bekerjasama dengan FWD Life akan mendorong generasi muda Indonesia menunjukkan kemampuannya dalam menciptakan karya dan inovasi digital. “Kami berharap, FWD Hackathon 2017 dapat memberikan manfaat untuk membangun industri asuransi yang lebih baik dengan ide dan inovasi dari anak bangsa,” katanya.

(sm/ida/ida/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia