Kamis, 19 Oct 2017
radarsemarang
icon featured
Otomotif

Sulap Moto Guzzi V 7II dengan Konsep Scambler

Minggu, 13 Aug 2017 15:27 | editor : Pratono

MODIFIKASI ANDALAN : Tommy Dwi Djatmiko (dua dari kiri) dan Onny Widiyayana (dua dari kanan) tampak bangga dengan motor modifikasi yang mereka buat.

MODIFIKASI ANDALAN : Tommy Dwi Djatmiko (dua dari kiri) dan Onny Widiyayana (dua dari kanan) tampak bangga dengan motor modifikasi yang mereka buat. (Adennyar Wycaksono/Jawa Pos Radar Semarang)

TIGA modifikator, yakni Onny Widiyayana asal Semarang, Hendra Ardiansyah asal Makassar, dan Tommy Dwi Djatmiko asal Jakarta, berhasil mengubah motor Moto Guzzi V7 II Stone dengan konsep scambler atau flat tracker. Namun motor modif ini tetap memiliki kesan elegan dan berbeda dengan yang lainnya.

BERTENAGA : Mesin V2 berkapasitas besar.

BERTENAGA : Mesin V2 berkapasitas besar. (Adennyar Wycaksono/Jawa Pos Radar Semarang)

Ya motor dengan  kapasitas mesin 750 cc, bermesin V2 tersebut disematkan beberapa part modifikasi oleh Onny dan Hendra. Sementara dari segi cat dan perwarnaan diserahkan kepada sang mentor yakni Tommy, pemilik Mastom Custom Jakarta. “Modifikasi yang dilakukan ini adalah kerja tim, jadi prosesnya tentu melalui sharing dulu mau dibikin gimana,” kata Tommy saat ditemui disela acara Suryanation Motorland 2017, di eks Wonderia Semarang, Sabtu (12/8/2017).

Dengan pembagian tugas, lanjut pria yang akrab disapa Mas Tom ini piranti part modifikasi yang mendetail lebih cepat selesai dan terjadwal dengan baik. Menurutnya untuk membuat motor beda dengan yang lain dan tampil keren, terkadang tidak perlu dilakukan modifikasi yang ekstrim ataupun sampai mengubah frame asli. “Moto Guzzi ini kami fokuskan dengan hal yang kecil. Kami main detailing agar tampak lebih keren dan berbeda,” tambahnya.

Salah satu detailing yang dimaksud Mas Tom adalah bentuk tanki standar yang diubah lebih eksentrik. Bentuk footstep dan persneling dibuat tetap fungsional meskipun dilakukan modifikasi. “Fungsionalnya tidak dilupakan, jadi bisa tetap nyaman saat dikendarai,” jelasnya.

Ia menjelaskan, dari segi perwarnaan, menggunakan warna merah marun. Agar berbeda dan tidak ada yang menyamai, warna merah dicampur dengan butiran emas ceralic agar terkesan lebih mewah. Efek tersebut membuat motor lebih elegan dan mewah saat tersorot lampu. “Emblem burung dibuat custom dengan warna emas prada. Finishing pewarnaannya menggunakan sistem crystal coating,” tuturnya.

Onny menambahkan modifikasi yang dilakukan ketiganya memakan waktu kurang lebih 2,5 bulan. Ia mengaku jika basic awal dari Moto Guzzi V7 II Stone lebih ke scrambler atau flat tracker. “Kami main detailng saja, profile ban kami ganti yang beda agar bisa digunakan di segala medan,” tambahnya.

Dari segi mesin, motor tersebut tidak mengalami perubahan, lantaran bawaan dari pabrik motor tersebut sudah menggendong mesin dengan kapasitas 750 cc. Ubahan yang dilakukan lanjut Onny dari segi bodi adalah spatbor depan dan belakang yang dibuat custom, penambahan engine guard, begel belakang, dudukan lampu dan knalpot dibuat custom pula dengan menggunakan bahan stainless stell. “Konsep awalnya adalah motor penjelajah. Ada tambahan tas di sebelah samping untuk menambah kesan adventure,” ucapnya.

(sm/den/ton/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia