Minggu, 24 Sep 2017
radarsemarang
Ekonomi Bisnis

Daging Kerbau Masih Diminati Sebagai Alternatif

Rabu, 09 Aug 2017 15:56 | editor : Pratono

STOK AMAN : Pedagang daging sapi di Pasar Peterongan Semarang, 7 Juni 2017. Bulog juga menyiapkan daging kerbau sebagai alternatif pengganti daging sapi.

STOK AMAN : Pedagang daging sapi di Pasar Peterongan Semarang, 7 Juni 2017. Bulog juga menyiapkan daging kerbau sebagai alternatif pengganti daging sapi. (Nurchamim/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Daging kerbau sebagai alternatif daging sapi dengan harga yang lebih terjangkau masih cukup diminati. Perum Bulog Divisi Regional Jawa Tengah telah beberapa kali menambah pasokan daging kerbau untuk dipasarkan ke masyarakat.

Kepala Perum Bulog Divre Jateng Djoni Nur Ashari mengatakan, sejak awal tahun lalu pihaknya telah melakukan isi ulang daging kerbau impor sebanyak 5 kali. Setiap kali isi ulang sebanyak 4 ton daging kerbau.

“Total sekitar 20 ton, sedangkan stok saat ini masih sekitar 3,6 ton. Kami memang tidak mengambil dalam jumlah yang terlalu banyak, karena kapasitas penyimpanan kami juga tidak besar. Jadi sekiranya stok sudah menipis, baru kami pesan lagi ke Jakarta,” ujarnya, Rabu (9/8/2017).

Daging kerbau tersebut dipasarkan ke daerah-daerah yang dinilai secara kultur cukup bisa menerima atau sudah cukup terbiasa mengonsuminya. Di antaranya seputar Banyumas, Kudus serta Jepara.

“Selain itu kami juga bekerjasama dengan Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso. Per bulan, dari para anggota asosiasi tersebut permintaan bisa mencapai antara 5 – 8 kuintal. Sisanya kami sebar ke masing-masing Divre untuk dipasarkan bebas,” ujarnya.

Harga daging kerbau yang diimpor dari India ini cukup stabil di pasaran. Yaitu berkisar Rp 80 ribu per kilogram. Sehingga diharapkan bisa menjadi alternatif bagi masyarakat yang butuh mengonsumsi daging. “Kualitasnya juga cukup baik dengan lemak sekitar 5 persen,” ujarnya.

(sm/dna/ton/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia