Senin, 25 Sep 2017
radarsemarang
Otomotif
Suzuki Thunder 250

Usung Konsep Flat Track Scrambler

Senin, 07 Aug 2017 13:05 | editor : Pratono

GARANG : Suzuki Thunder milik Didie berkonsep flat tracker scrambler. Motor modif ini tetap dipakai sehari-hari.

GARANG : Suzuki Thunder milik Didie berkonsep flat tracker scrambler. Motor modif ini tetap dipakai sehari-hari. (Nurchamim/Jawa Pos Radar Semarang)

Motor Suzuki Thunder 250 keluaran tahun 1999 di tangan modifikator Didie diubah secara total dengan mengusung konsep flat tracker scrambler. Konsep ini diusung setelah terinspirasi film Alice In Wonderland.

IKONIK : Tatto bergambar Alice in Wonderland di jok motor.

IKONIK : Tatto bergambar Alice in Wonderland di jok motor. (Nurchamim/Jawa Pos Radar Semarang)

Kepada Jawa Pos Radar Semarang, motor standar milik Didie ini sebelumnya dimodifikasi gaya chopper. Karena bosan dan ingin mengembalikan fungsi pemakaian sehari-hari, Didie kembali mengubah motor kesayangannya dengan konsep baru. "Awalnya sih karena bosan, kemudian lihat di film ada motor seperti itu. Lalu sengaja saya bikin hampir sama," katanya.

Tak main-main, Didie pun merogok kantong cukup dalam untuk modifikasi motor yang ia inginkan. Ia pun mengubah 100 persen bentuk awal. Mulai dari engine, body, knalpot, tangki, roda dan velg hingga detail terkecil. "Pengennya modifikasi motor yang bisa digunakan di jalan kampung, aspal ataupun segala medan," jelasnya.

Untuk engine misalnya, ia menyerahkan urusan mesin standar ke Pandawa Motor, karburator standar diganti dengan merek Koso. Pengapian pun menggunakan milik Mitsubishi Lancer Evolution, serta jeroan lainnya pun tak lupa mengalami sentuhan. Alhasil motor dengan cc awal 250, ter upgrade menjadi 400 cc. " Motor ini punya power yang cukup besar, karena cc nya di upgrade menjadi 400 cc," ucapnya.

Dari segi body, Didie menggunakan tangki custom yang ia pesan dari temannya. Emblem pun dibuat sendiri dengan tulisan Alice In Wonderland. Sementara dari segi penerangan lampu depan, sein, hingga stop lamp pun Didie tak mau sama persis dengan motor pada umumnya. Ia pun meng custom sistem penerangan agar terlihat lebih garang. "Lampu bulat untuk menegaskan kesan jadul, dengan ornamen garis agar lebih beda dan prestisius," bebernya.

Berpindah ke sisi kaki-kaki, ia menggunakan tromol Tiger Revo yang telah dimodifikasi dengan cara dilubangi. Sistem pengereman menggunakan cakram depan belakang, sementara untuk sistem peredam kejut depan menggunakan Suzuki GSX 400 dan bagian peredam kejut belakang memakai peredam kejut milik Harley Davidson."Velg menggunakan Rossi dari Italia dengan ukuran lebar 5,5 inchi ring 17, sementara velg depan ukuran 3,5 inchi dengan ban ukuran besar merek Swallow bergaya klasik," katanya.

Pada bagian knalpot, Didie menggunakan British Work. Bagian kemudi atau setang, ia mencomot setang milik Suzuki TS lawas sekaligus panggangan sate bagaian belakang agar motor tampak garang. "Swing arm pun custom, hand grip menggunakan Triam, agar lebih nyaman. Spatbor custom dengan plat tebal depan belakang," paparnya.

Untuk memperkuat konsep awal, Didie menggunakan jok kulit serta side bag kulit buatan Locks Jogjakarta. Pada bagian jok, tersemat gambar seorang wanita yang digambar dengan metode laser. Secara kesuluruhan, motor tersebut diguyur cat warna hitam dengan kesan liar namun tetap elegan. Didie mengaku puas dengan modifikasinya kali ini. Bahkan ia mengaku motor kesayangannya sempat ditawar oleh Bim Bim Slank dengan harga Rp 35 juta. "Saat itu nggak saya kasih, karena saya sangat sayang dengan motor ini," ucapnya bangga.

(sm/den/ton/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia