Sabtu, 23 Sep 2017
radarsemarang
Sepakbola
Sragen United vs PSIS Semarang

PSIS Kembali ke Puncak Klasemen

Senin, 07 Aug 2017 10:30 | editor : Pratono

ON FIRE: Bek sayap PSIS Taufik Hidayat merayakan gol yang dicetaknya di laga PSIS versus Sragen United, Minggu (6/8/2017). Taufik sukses menyumbang dua gol kemenangan Mahesa Jenar.

ON FIRE: Bek sayap PSIS Taufik Hidayat merayakan gol yang dicetaknya di laga PSIS versus Sragen United, Minggu (6/8/2017). Taufik sukses menyumbang dua gol kemenangan Mahesa Jenar. (Baskoro Septiadi/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Tim PSIS Semarang kembali mengukuhkan diri sebagai pemuncak klasemen sementara Grup 4 dengan raihan 25 poin setelah berhasil menang 2-0 atas Sragen United di Stadion Jatidiri Semarang Minggu (6/8/2017) sore. Kemenangan tersebut sekaligus mengukuhkan tim berjuluk Mahesa Jenar sebagai Raja Set Piece di babak penyisihan Grup. Maklum saja, satu dari dua gol PSIS kemarin lahir melalui tembakan bola mati Taufik Hidayat. Dua gol Taufik dicetak di menit ke-14 dan 90.

Selama melakoni matchday ke-10 dari total 18 gol yang telah dicetak PSIS hampir 80 persen gol Mahesa Jenar lahir melalui skema bola mati lewat kaki beberapa algojo mereka seperti Taufik Hidayat, M Ridwan maupun Safrudin Tahar.

Atas hasil tersebut, kini Haudi Abdillah dkk kembali merebut puncak klasemen sementara Grup 4 dengan raihan 25 poin. Di bawah mereka menyusul Persis Solo dengan 23 poin dan PSIR Rembang di peringkat ketiga dengan 21 poin.

Tampil di laga tandang rasa kandang PSIS cukup percaya diri, Minggu (6/8/2017) sore. bahkan head coach Mahesa Jenar, Subangkit menginstruksikan kepada timnya untuk tampil dengan pressing ketat sehingga tidak sedikitpun memberi ruang kepada lawan untuk mengembangkan permainan.

Dua winger cepat Melcior Leideker Majefat dan Franky Mahendra yang diturunkan sejak menit pertama sukses membuat barisan pertahanan Sragen United kelabakan. Belum lagi serangan dari tengah yang dibangun duet Hari Nur dan Erik Dwi beberapa kali menghasilkan peluang.

Gol yang ditunggu publik Jatidiri akhirnya datang di menit ke-14. Tendangan keras Taufik Hidayat yang berniat melakukan umpan dari sisi kanan pertahanan Sragen United gagal dibendung dengan baik oleh kiper M Reza Pratama. Keunggulan PSIS 1-0 bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua tempo permainan belum berubah. Coach Subangkit juga mencoba mengubah komposisi pemainnya dengan menurunkan pemain anyar Rifal Lastori menggantikan Frangky Mahendra. Kemudian Erik Dwi ditarik keluar digantikan M Ridwan.

Gelandang M Yunus yang mengalami cedera otot paha juga ditarik keluar digantikan Ahmad Agung. Masuknya Ridwan membuat kendali lini tengah berada di kaki pemain senior tersebut. Sementara Hari Nur berperan sebagai lone striker.

Beberapa peluang emas sebenarnya mampu diciptakan Mahesa Jenar melalui skema permainan cepat dari sayap ke tengah. Namun sayang Hari Nur yang mendapat dua kali peluang emas masih gagal menambah jumlah gol PSIS.

Publik Jatidiri akhirnya kembali bersorak di menit ke-90 ketika Taufik Hidayat kembali mencetak gol. Kali ini pemain bernomor punggung 26 itu mencetak gol melalui set piece cantik yang gagal dibendung kiper Reza Pratama.

Sragen United sendiri bukan tampil biasa saja. Pemain gelandang M Rasul dan sayap mereka Andrid Wibawa bekerja keras mengatur tempo permainan menahan gempuran PSIS. Sesekali Laskar Gajah Purba menciptakan peluang baik dari umpan jauh ataupun tusukan lewat sayap. Namun counter attack tidak efektif membuka peluang yang dapat menghasilkan gol. Pertandingan ditutup dengan kemenangan PSIS 2-0.

Subangkit mengatakan, timnya tampil cukup sabar meladeni permainan Sragen United yang juga mengandalkan sektor sayap mereka. "Kami main sabar saja dan membuka peluang. Laga ini juga keuntungan untuk kita, main away tapi terasa home karena main di Jatidiri," tandasnya.

Juru taktik Sragen United Kahudi Wahyu mengatakan timnya telah tampil maksimal meski gagal meraih hasil terbaik. Dengan kekalahan itu, Sragen United harus menutup ambisi mereka untuk lolos ke babak 16 besar. “Gol pertama seharusnya tidak perlu, bila komunikasi antar pemain berjalan baik.            Mestinya bola pantul pelan itu bisa diantisipasi. Dua gol itu sebenarnya karena kurang komunikasi semua," terangnya.

(sm/dan/bas/ton/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia