Jumat, 22 Sep 2017
radarsemarang
Entertainment

Tetap Gahar, Jamrud Gebrak Dupan

Senin, 07 Aug 2017 11:10 | editor : Pratono

HIBUR JAMERS : Walaupun rata-rata anggota inti band rock Jamrud sudah berumur, namun penampilannya tetap gahar dan maksimal di panggung SICC Dupan Square Pekalongan, Sabtu (5/8/2017) malam.

HIBUR JAMERS : Walaupun rata-rata anggota inti band rock Jamrud sudah berumur, namun penampilannya tetap gahar dan maksimal di panggung SICC Dupan Square Pekalongan, Sabtu (5/8/2017) malam. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

PEKALONGAN-Grup band legendaris Indonesia, Jamrud menggebrak Sahid International Convention Center. Mainkan musik rock cadas, ratusan Jammers (penggemar band Jamrud) turut berjingkrak-jingkrak di depan panggung. Seru, panas dan sangat menghibur semua Jammers yang datang dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan Jawa Barat, Sabtu (5/8/2017) malam.

Lama tidak bersua dengan fansnya, Jamrud yang hadir komplit bareng 5 personelnya, langsung menggelontorkan lagu-lagu dari album lawas. Lagu andalan seperti Ayam, Putri, dan Asal British, sukses dibawakan Jamrud dalam konser bertajuk Indiesound #1 yang digelar oleh Crown Dupan Square Pekalongan. “Terakhir kami manggung di Pekalongan tahun 2002, jadi sudah lama sekali. Dulu Jammers sangat tertib, seperti sekarang,” seru Krisyanto, vokalis Jamrud.

Setelah menyapa ratusan penonton yang hadir, band yang setia dengan Label Log Zhelebour ini, kembali memanaskan gedung berkelas internasional dengan lagu irama rock cadas lain. Seperti Baywatch, Dokter Suster, Berakit-rakit dan lainnya. Sempat juga dimainkan secara akustik, pada lagu Pelangi, Surti Tedjo hingga Telat 3 Bulan.

Ada kejadian menarik di tenggang waktu lagu kelima. Gitaris utama Jamrud Azis MS merasa kurang dekat dengan penonton kelas ekonomi yang dibatasi oleh pagar. Musisi yang setia dengan rambut panjang ini, meminta panitia memasukkan penonton kelas ekonomi berdiri lebih atraktif dibanding kelas VIP yang tepat di depan panggung.

Sempat satu lagu, penonton bisa bebas berjingkrak-jingkrak di depan panggung. Sejurus kemudian, di lagu berikutnya diramaikan petugas keamanan untuk kembali ke samping kanan kiri panggung. Agar penonton VIP yang duduk, tetap bisa menonton aksi panggung Jamrud hingga selesai.

Beraksi hampir 2 jam, Jamrud menyudahi aksinya dengan lagu perpisahan khas mereka, Terima Kasih, yang menjadi lagu andalan di album ke-3 Terima Kasih tersebut.

Event Promotion Manager Crown Dupan Square Pekalongan, Denai Islam Sabanayo mengungkapkan bahwa konser kali ini merupakan bagian dari dukungan kepada musisi lokal, yang berjuang dari jalur Indie. Tak hanya itu, pihaknya juga ingin menegaskan bahwa mereka ada dan terus berkarya sampai sekarang. “Para musisi rock kita yang hingga kini masih eksis dan penggemarnya juga masih banyak. Tak hanya Jamrud, kami juga ingin terus mendatangkan band-band legendaris yang berkualitas. Minimal kami bisa mempertemukan kembali band idola dengan penggemarnya,” jelas Denai.

Sebelum konser kemarin, Band Jamrud juga sempat menggelar jumpa fans dan menghadiri acara musik di salah satu TV Lokal Pekalongan. Digelar di lobi hotel, Jammers bisa dekat dan bertanya tentang Jamrud lebih dalam. Bahkan, diperkenankan untuk foto bersama seluruh personel.

(sm/naf/ton/JPR)

Rekomendasi Untuk Anda

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia