Senin, 25 Sep 2017
radarsemarang
Otomotif

Pamerkan Mercy Tua Keluaran 1970

Senin, 07 Aug 2017 09:58 | editor : Pratono

KAGUM : Dua orang pengunjung tampak mengagumi mobil Mercedes Benz tua yang sampai saat ini masih eksis.

KAGUM : Dua orang pengunjung tampak mengagumi mobil Mercedes Benz tua yang sampai saat ini masih eksis. (Adennyar Wicaksono/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG - Gelaran Java Benz 2017 yang dihelat di parkiran Kantor Gubernur Jateng, Sabtu (5/8/2017) sampai Minggu (6/8/2017) tidak hanya memamerkan mobil baru asal pabrikan Jerman tersebut. Beberapa mobil tua pun dipamerkan sehingga menjadi magnet tersendiri bagi pengunjung.

Salah satunya adalah mobil Mercedes tua berwarna putih keluaran tahun 1970 silam. Mobil yang kerap disebut Mercedes Mini tipe 200 BB ini masih tampak kinclong dan bisa mengaspal di jalanan secara normal. "Memang bukan hanya mobil baru saja. Banyak juga mobil jadul yang dipamerkan disini mulai dari keluaran 1960, 1970 an, Mercy Tiger dan masih banyak lagi," kata Ketua Panitia Java Benz 2017, Benny Aris Munandar didampingi Humas Sunatha Liman Said, Minggu (6/8/2017).

Ia menerangkan, pada hari pertama digelar kontes mobil, pameran, photo hunt, donor darah dan pemberian kursi roda kepada para pejuang. "Secara simbolis diberikan 5 kursi roda kepada veteran perang, sekaligus menyambut HUT RI ke 72," ucapnya.

Terpisah, Ketua Umum Club Mercedes Benz W211 Semarang Chapter, Henry Susilo menambahkan event tersebut diikuti sekitar 300 an peserta dari dalam dan luar negeri. Ia berharap acara tersebut bisa menghilangkan kesan jika pemilik Mercedes terkesan eksklusif dan sering dipandang sebelah mata. "Goal nya adalah kesan tersebut bisa hilang. Kami sama dengan masyarakat pada umumnya," ucapnya.

Ia menjelaskan pecinta Mercedes, sesuai dengan arahan Ketua DPRD Jateng, Rukma Setyabudi sebagai pelindung acara tersebut bisa memberikan kontribusi positif di masyarakat. Bahkan menurut Henry, Rukma meminta agar komunitas Mercedes di Jateng bisa turut serta menjual potensi wisata yang ada. "Pesan dari Pak Rukma seperti itu, komunitas ini bisa memeriahkan tempat wisata dan berkontribusi positif bagi perekonomian rakyat. Bukan hanya show off saja, namun berguna bagi orang lainnya," katanya.

(sm/den/ton/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia