Jumat, 22 Sep 2017
radarsemarang
Otomotif
Mercedez Benz Phantom 1960

Mobil Kentang, Orisinal dan Terawat

Senin, 24 Jul 2017 10:05 | editor : Pratono

CLASSIC STYLE : Asfirla Harisanto bersama istri, Elke, dan putrinya, Safira, berfoto disamping mobil Mercedez Benz Phantom 1960.

CLASSIC STYLE : Asfirla Harisanto bersama istri, Elke, dan putrinya, Safira, berfoto disamping mobil Mercedez Benz Phantom 1960. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)

MERAWAT mobil lawas agar tetap terlihat apik dan nyaman dikendarai memang tidak mudah. Hanya pemilik mobil yang telaten saja yang bisa mewujudkannya. Cobalah tengok mobil Mercedez Benz Phantom keluaran tahun 1960 milik Asfirla Harisanto ini. Baik tampilan eksterior maupun interior seluruhnya terawat bak mobil baru.

CLING : Mesin 4 silinder 1900 cc yang terawat.

CLING : Mesin 4 silinder 1900 cc yang terawat. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)

Asfirla yang juga Ketua Komisi C DPRD Jateng ini memang kolektor mobil Mercedes Benz. Namun diantara koleksinya, Mercy Phantom 190 inilah yang paling berumur. Pria yang akrab disapa Bogy ini mengatakan sejak awal dia tertarik saat melihat mobil tersebut. “Dulu mobil ini milik seorang kolektor juga. Karena bentuknya unik, lalu saya beli.” kata politisi PDI Perjuangan ini. Mobil tersebut berkapasitas mesin 1900 cc. Namun untuk varian yang sama, ada juga yang 1800 cc dan tertinggi 2200 cc.

Lekuk-lekuk body mobil yang melengkung dan membulat menurutnya cukup unik. Dia menjuluki mobil tersebut Mercy Kentang karena bentuknya seperti kentang. Setelah mobil tersebut jadi miliknya, restorasi pun dimulai. Konsepnya adalah mempertahankan orisinalitas mobil klasik tersebut. Di bagian eksterior, body dicat ulang dengan warna hitam. Baginya, mobil lawas harus tetap kinclong. “Di beberapa bagian seperti bemper, grill, velg, dan cover lampu juga dikrom ulang biar cling,” kata pengusaha bengkel ini.

Restorasi beralih ke bagian interior. Jurus krom ulang dilakukan di bagian setir, panel, hingga handle pembuka kaca. Selain itu, panel-panel kayu di dashboard juga diremajakan. Fan yang berfungsi mendinginkan bagian interior dilepas dan diganti dengan air conditioner (AC).

Di bagian dapur pacu, mesin 4 silinder asli dipertahankan. Namun beberapa onderdil yang sudah tak berfungsi diganti. “Cari spare part-nya yang agak sulit karena harus berburu ke Jakarta,” tandasnya.

Peremajaan yang dilakukan itu kini sudah bisa dilihat hasilnya. Meski bermodel lawas, mobil terlihat terawatt seperti baru. “Saya mengendarainya di waktu-waktu luang untuk klangenan,” ujarnya.

Tak hanya itu, Mercy Phantom ini beberapa waktu lalu juga memperoleh predikat The Old Timer saat gelaran Hypernation Meeting While Fasting yang digelar di Perumahan Graha Padma Semarang.

Mobil ini dipilih karena memiliki keunikan berupa orisinalitas baik mesin, eksterior maupun interiornya. Padahal mobil jenis ini sudah berusia tua. “Alhamdulillah Kentang meraih penghargaan pada kontes Hypernation ini. Padahal banyak mobil tua yang ikut kontes,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, merawat mobil tua hingga mampu menarik perhatian pecinta otomotif merupakan kebanggan tersendiri. Sensasinya berbeda dari punya mobil baru. “Beda rasanya naik Kentang dengan naik mobil baru, ada sensasi tersendiri seperti pada zaman kejayaan mobil ini,” jelasnya.

(sm/ric/ton/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia