Rabu, 20 Sep 2017
radarsemarang
Radar Kedu

Gelar Operasi Katarak Gratis Kelima Kali

Minggu, 16 Jul 2017 17:46 | editor : Pratono

RUTIN DIGELAR-Pemeriksaan penderita katarak sebelum menjalani operasi katarak gratis di RS Santa Elisabeth Ganjuran.

RUTIN DIGELAR-Pemeriksaan penderita katarak sebelum menjalani operasi katarak gratis di RS Santa Elisabeth Ganjuran. (Istimewa)

JOGJAKARTA-Djarum Foundation bersama Rumah Sakit (RS) Santa Elisabeth Ganjuran Jogjakarta mengadakan Operasi Katarak Gratis (OKG) kelima kali, yang dilaksanakan pada Sabtu (15/7) lalu. Aksi sosial yang memasuki tahun kelima ini, dilangsungkan bekerjasama dengan Yayasan Bina Netra Jogja.

Penyelenggaraan OKG kali ini menjaring 340 pendaftar. Direktur RS Santa Elisabeth dr Victorius Adi Mulyanto MPh mengatakan, jumlah pendaftar itu meningkatkan dari tahun lalu. “Tahun kemarin sekitar 200-an. Kalau paling banyak pendaftarnya pada penyelenggaraan pertama tahun 2011. Sampai 500 pendaftar,” paparnya mengawali kegiatan.

Melalui OKG, pihaknya berharap bisa membantu masyarakat. Karena menurut teori, lanjut dr Victorius, 10 persen dari populasi penduduk indonesia menderita katarak dan ini terjadi tiap tahun. “Setelah melalui tahap screening, dari 340 pendaftar ini diloloskan 58 pendaftar yang dapat dioperasi. Harapan kami OKG ini dapat berlangsung tiap tahun. Sebagai bentuk kepedulian dan sarana mendekatkan rumah sakit kepada masyarakat luas,” jelas dr Victorius.

Program Director Bakti Sosial Djarum Foundation Rudy Djauhari memaparkan, Operasi Katarak Gratis hingga sekarang telah berhasil membebaskan lebih dari 2.200 penderita katarak di 19 kabupaten/kota di Jawa Tengah dan DIY. “Semoga penderita katarak bisa kembali melihat dan segera kembali produktif. Kegiatan Operasi Katarak Gratis yang dilaksanakan Djarum Foundation melalui program Djarum Sumbangsih Sosial memiliki tujuan untuk mendukung peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” ungkapnya.

Pelayanan operasi katarak massal di RS Santa Elisabeth Ganjuran melibatkan 15 tenaga medis yang meliputi dokter umum dan dokter mata. Sumardani, warga Imogiri, Bantul, menyambut antusias OKG tersebut, karena mengembalikan penglihatan Sobirin, ayahnya, yang kedua matanya buta katarak sejak dua bulan lalu. “Mata kanan hanya melihat bayangan, kalau kiri sama-samar. Ini yang dioperasi kanan dulu,” ungkap putra terakhir dari 4 bersaudara ini.

(sm/*/ton/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia