Kamis, 21 Sep 2017
radarsemarang
Radar Semarang
Polemik Reaktivasi Rel KA

56 Warga Kebonharjo Alihkan Kuasa Hukum ke Ikadin Jateng

Minggu, 16 Jul 2017 10:55 | editor : M Rizal Kurniawan

KUASA HUKUM BARU: Warga Kebonharjo alihkan kuasa ke 14 advokat Ikadin Jateng di PTUN Semarang.

KUASA HUKUM BARU: Warga Kebonharjo alihkan kuasa ke 14 advokat Ikadin Jateng di PTUN Semarang. (Joko Susanto/Jawa Pos Radar Semarang.)

SEMARANG-Setelah kuasa hukum sebelumnya Budi Sekoriyanto meninggal dunia karena sakit, akhirnya 14 pengurus Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) Jawa Tengah dipercaya 56 warga Kebonharjo, Semarang Utara manjadi kuasa baru, karena sedang berperkara melawan PT Kereta Api Indonesia (KAI), terkait proyek reaktifasi jalur rel kereta api dari Stasiun Tawang menuju Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.
Ketua Forum RW Kebonharjo, Suparjo mengaku warganya sudah menyerahkan kuasa penuh ke Ikadin Jateng. Atas penunjukan kuasa baru tersebut, Senin (17/7/2017) diagendakan mengambil gugatan dan penyampaian kuasa hukum baru ke pengadilan.
"Kami optimis menang dengan tim baru karena perkara sebelumnya juga ditangani Ikadin, bagaimanapun ini adalah perjuangan rakyat," kata Suparjo usai memberikan kuasa di depan PTUN Semarang, Minggu (16/7/2017).
Sementara itu, Kordinator tim kuasa hukum warga Kebonharjo, Dio Hermansyah Bakri mengaku siap meneruskan perjuangan Budi Sekoriyanto yang merupakan sahabat sekaligus inspiratornya tersebut. Pihaknya juga sudah berencana akan menggugat baru lagi ke PT KAI.
“Ada 14 advokat yang akan menangani, salah satunya saya, kemudian Pamuji, Edi Mulyanto, Rangkai Margana M. Dhalhar, M. Rofian,"kata Dio usai menerima kuasa.
Dio memastikan perjuangan membela rakyat kecil yang tertindas akan terus diutamakan, khusunya yang dialamai warga Kebonharjo. 
"Negara yang katanya akan mensejahterakan rakyat, namun justru sebaliknya malah menyengsarakan rakyat, keadilannya mana," kata Dio. 

(sm/jks/zal/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia