Jumat, 22 Sep 2017
radarsemarang
Ekonomi Bisnis

Serapan Beras Baru 39 Persen

Jumat, 14 Jul 2017 15:26 | editor : M Rizal Kurniawan

STOK CUKUP : Seorang petugas sedang menata stok beras di gudang Perum Bulog Divre Jateng.

STOK CUKUP : Seorang petugas sedang menata stok beras di gudang Perum Bulog Divre Jateng. (Dok Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Perum Bulog Divre Jateng hingga pertengahan Juli ini telah melakukan penyerapan setara beras sebanyak 237.806 ton dengan ketahanan hingga 5,5 bulan mendatang. Jumlah tersebut mencapai 39,48 persen dari target sebanyak 602.000 ton di tahun ini.

Kabid Pengadaan Perum Bulog Divre Jateng, Ismoyo mengatakan, sebelum memasuki bulan Ramadan grafik penyerapan setara beras sempat meningkat. Kemudian menurun saat menjelang lebaran. “Saat puasa dan persiapan lebaran menurun, sehingga bisa jadi kurang optimal,” ujarnya.

Namun demikian, serapan kini kembali meningkat. Per hari setidaknya bisa diserap antara 2.000 hingga 2.500 ton setara beras. Dengan serapan terbanyak berada di daerah kawasan Demak, Grobogan dan Blora.

Sedangkan untuk harga, lanjutnya, karena periode Juli ini masuk dalam kategori panen gadu, maka untuk harga pun cenderung meningkat dibanding panen sebelumnya di awal tahun. Yaitu gabah kering dari yang sebelumnya antara Rp 3.600 – Rp 3.700 menjadi Rp 4.200 – Rp 4.300 per kilogram.  “Namun begitu kami tetap ada mitra kerja yang memasok beras medium untuk dibeli oleh Bulog, sedangkan beras premium mereka jual di pasaran,” ujarnya.

Panen raya sendiri diperkirakan akan terjadi pada bulan Agustus mendatang dengan serapan per hari yang diperkirakan bisa lebih dari 3.000 ton. Beberapa lokasi yang diperkirakan anak berkontribusi cukup besar yaitu di Cilacap dan Kebumen.

Ia menambahkan, untuk daerah-daerah panen yang sekiranya kesulitan dalam menjual gabahnya bisa menghubungi satuan kerja yang ada berada di wilayah Divre Jateng. “Kami senantiasa bekerjasama menyerap hasil dari para petani,”ujarnya.

(sm/din/zal/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia