Jumat, 22 Sep 2017
radarsemarang
Otomotif

Lindungi Cat Mobil dengan Nano Ceramic

Punya Efek Self Cleaning

Senin, 10 Jul 2017 10:25 | editor : Pratono

BIKIN CLING : Pekerja mengoleskan nano ceramic pada mobil konsumen di Salon Mobil Audric 2000. Teknologi keramik membuat tampilan mobil menjadi wet look dan tak mudah kotor.

BIKIN CLING : Pekerja mengoleskan nano ceramic pada mobil konsumen di Salon Mobil Audric 2000. Teknologi keramik membuat tampilan mobil menjadi wet look dan tak mudah kotor. (Nurchamim/Jawa Pos Radar Semarang)

Menjaga tampilan mobil agar tetap kinclong bukanlah hal yang mudah. Salah menggunakan lap,  bukan membuat mobil jadi cling. Sebaliknya, mobil akan tampak kusam dan meninggalkan noda goresan di bodi. Apalagi jika memasuki musim hujan, pemilik mobil akan malas mencuci mobilnya sendiri ataupun pergi ke salon.

Namun seiring berkembangnya teknologi, kini ada formula untuk menjaga mobil agar tetap kinclong. Yakni menggunakan teknologi keramik yang diyakni bisa menjaga mobil dari jamur, sengatan sinar matahari dan warna cat yang memudar.

“Selain menjaga dari jamur dan cat memudar, mobil yang telah menggunakan nano ceramic, seperti punya pelindung cat yang punya cara kerja mirip daun talas, sehingga kotoran tidak mudah menempel dan mudah dicuci,” kata owner Salon Mobil Audric 2000, Edy Susilo.

Ia menerangkan, teknologi nano ceramic memiliki cara kerja melindungi cat dasar dengan cara dioleskan secara merata ke seluruh bodi. Nano ceramic mengeras menjadi suatu lapisan berbentuk seperti kaca, bening dan keras. Partikel penyusunnya berukuran nano yang diciptakan dengan teknologi tinggi mampu masuk dan menutupi pori-pori cat dengan sempurna sehingga kedap udara. Langkah ini juga familiar dengan sebutan coating atau laminating.

“Nano ceramic memberikan efek self cleaning sehingga partikel tidak mudah menempel pada bodi kendaraan, melindung mobil dari air asam seperti air hujan, membuat cat lebih awet karena permukaan sudah dilapisi,” katanya. Dengan begitu, cat tahan terhadap sinar ultraviolet, dan baret halus akibat teknik cuci dan lap yang salah.

Mobil sebelum dilapisi nano ceramic menggunakan shampoo khusus dan memilih wax yang memiliki UV protection. Selain itu penggunaan lap yang benar atau lap khusus mobil yakni  micro fiber. “Pengeringan menggunakan Kanebo, setelahnya jangan menggunakan kain perca, malah membuat bodi blaret,” tandasnya.

Ia menerangkan teknologi nano ceramic pada dasarnya cocok bagi orang yang punya kesibukan yang cukup tinggi sehingga tidak sempat untuk mencuci mobil. Namun untuk membuat mobil lebih mengkilap, lebih baik menggunakan wax atau datang ke salon mobil agar detail mobil lebih terlihat.

“Nano ceramic juga bisa digunakan di bagian kaca, namun dengan bahan yang berbeda dan khusus buat kaca mobil. Fungsinya adalah melindungi kaca dari jamur,” ucapnya.

Jika berminat, pengerjaannya mewakan waktu sekitar 3 hari. Teknologi ini bisa bertahan kurang lebih 3 tahun dengan harga sekitar Rp 2,5 sampai Rp 3 juta.

(sm/den/ton/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia