Rabu, 20 Sep 2017
radarsemarang
Features
SOSOK

Giat Berlatih, Torehkan Prestasi

Riska Faihatasya Rosida

Minggu, 09 Jul 2017 23:19 | editor : Agus Purwahyudi

Riska Faihatasya Rosida

Riska Faihatasya Rosida (Istimewa)

Gadis berhijab yang terkesan kalem ini, Riska Faihatasya Rosida, 20, ternyata telah menorehkan segudang prestasi pada cabang olahraga bela diri. Yakni9, olah raga yang membutuhkan ketahanan fisik dan mental baja.

Prestasi yang disabetnya ini dikoleksi sejak usia belia yakni saat duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) Ksatrian I pada tahun 2008 silam. Riska menoreh prestasi juara I dan juara II pada Kejuaraan Popda Tingkat Jateng. Kemudian, pada kejuaraan nasional di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jogjakarta meraih juara II.

"Di Jogja dapat juara II. Kalau kejuaraan di tingkat kota sering," ungkap cewek kelahiran Semarang, 6 Juli 1996 silam ini kepada Jawa Pos Radar Semarang, Sabtu (8/7) kemarin.

Seiring berkembangnya umur, latihan rutin tetap dilakukan Riska. Tahun 2013 silam, berhasil meraih juara I pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda). Dua tahun berikutnya, meraih peringkat III dalam ajang kejuaraan internasional yang diselenggarakan di Bali. "Itu ketika sudah SMK. Aku juga pernah menjadi pesilat terbaik di kejuaraan Rektor Cup II tingkat Jawa Tengah di UIN Walisongo Semarang," jelasnya.

Gadis yang akrab disapa Riska ini, diakuinya sudah menggeluti olah raga bela diri sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Meski semula tidak mendapatkan dukungan dari keluarga. "Kalau awal-awal sempat tidak disetujui. Ya khawatir saja, karena saya anak perempuan. Orang tua lebih menerima olahraga seperti voli atau basket. Padahal, tinggal bagaimana membawa sebuah olahraga itu dengan jiwa profesional," katanya.

Gadis lulusan SMK 8 Semarang ini tak berkecil hati, meski hobinya ditentang kedua orangtuanya. Tentangan itu, justru mendorong Riska untuk terus berlatih dan membuktikan bahwa hobinya bisa menorehkan prestasi. Bahkan, gadis yang tinggal di Tambak Mulyo, Tanjung Mas, Semarang Utara ini, telah membawa nama harum Kota Semarang di luar daerah.

"Saya juara dua kejuaraan nasional tingkat dewasa, membawa nama Pertamina Jateng-DIJ di Jakarta. Sekarang masih terus giat berlatih untuk persiapan kejuaraan Porprov 2018 mendatang, rencananya di Solo," tegasnya.

Gadis lulusan D1 Penerbangan ini mengakui semua olahraga membutuhkan fisik dan mental baja serta memiliki risiko. Namun kunci meraih prestasi adalah giat berlatih dan tidak mudah menyerah dan berusaha untuk tampil sebaik mungkin di setiap kejuaraan. "Harapan ke depan ingin maju ke tingkat kejuaraan yang lebih tinggi. Apalagi Pencak Silat adalah olahraga beladiri asal Indonesia, sehingga dikenal luas," harapnya. 

(sm/mha/ida/ap/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia