Kamis, 18 Jan 2018
radarsemarang
Feature

Eksotisme Tanaman Bonsai Tembus Pasar Ekspor

Jenis Tanaman Pegunungan Banyak Dicari Kolektor Eropa

Rabu, 17 May 2017 07:00

Eksotisme Tanaman Bonsai Tembus Pasar Ekspor

MAHAL: Yohan Irawan menunjukkan sejumlah bonsai siap ekspor. (NURUL PRATIDINA / JAWAPOS RADAR SEMARANG)

Eksotisme bonsai menjadi daya tarik tersendiri dari tanaman ini. Selain diburu para kolektor lokal, penjualannya pun menembus pasar luar negeri. Seperti apa?

NURUL PRATIDINA

BERBAGAI jenis bonsai yang dipajang di salah satu stan Parade UMKM di Lapangan Tri Lomba Juang belum lama ini menyedot perhatian pengunjung. Tanaman unik ini dibanderol dengan harga bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah.

”Yang bikin bonsai mahal biasanya dilihat dari karakter, umur dan keunikannya,” kata Manajer Eksotik Bonsai Indonesia, Yohan Irawan, kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dijelaskan, karakter bonsai bisa dinilai dari apakah miniatur tanaman tersebut benar-benar menyerupai pohon yang dalam ukuran besar. Begitu juga dengan lekukan-lekukan yang menjadikannya terlihat indah dan unik.

”Biasanya jenis-jenis tersebut yang dicari oleh kolektor lokal, dan harganya pun cukup mahal. Sedangkan untuk ekspor, jenis dan harga biasanya tidak semahal seperti yang dicari oleh kolektor lokal,” ujarnya.

Ya, usaha bonsai ini sudah menjelajahi sejumlah negara di Eropa, Timur Tengah, Asia serta Amerika Serikat. Permintaannya pun tidak sedetail seperti yang dicari oleh para kolektor lokal, sehingga harga bisa lebih murah.

”Asal ada karakternya, tidak sakit, bebas dari hama, dan bisa hidup di negara tujuan, maka bonsai jenis ini banyak peminatnya di pasar luar negeri,” katanya.

Sedangkan untuk jenis bonsai, kata Yohan, tergantung dari negara yang akan dituju. Untuk kawasan Eropa, misalnya, bonsai dengan tanaman yang berasal dari daerah pegunungan yang banyak dicari.

”Soalnya temperatur cuaca sangat penting. Kalau beda temperatur terlalu jauh, dikhawatirkan bonsai tidak hidup saat dibawa ke Eropa,” ujar Yohan.

Kemudian untuk ukuran, lanjut dia, kebanyakan medium ke bawah. Hal ini dengan pertimbangan kemudahan transportasi serta penanganan yang lebih mudah dibanding ukuran yang besar.

”Kita kirim biasanya langsung dengan jumlah besar menggunakan kontainer. Kalau ukurannya terlalu besar, memang bisa, tapi agak sulit,” ucapnya.

Untuk permintaan dalam jumlah besar, pihaknya menggandeng sejumlah petani bonsai dari berbagai daerah di Indonesia. Sehingga berbagai jenis tanaman serta jumlah yang diminta oleh pembeli dari luar bisa dipenuhi.

”Fokus kami tidak ke budidaya, tapi ke ekspor. Kalau budi daya, kami banyak bekerja sama dengan para petani lokal, mereka yang menyetok bonsai-bonsai untuk ekspor,” ujarnya.

Namun demikian, lanjutnya, khusus ekspor ada beberapa tahapan yang harus dilalui. Mulai dari pemindahan bonsai dari tanah ke pasir. Di tahap ini bonsai butuh adaptasi, kemudian pengecekan apakah bonsai tersebut dilarang atau tidak dan apakah sehat.

”Tanah kita kan tidak boleh ke luar, jadi kita ganti dengan pasir. Ini butuh adaptasi. Selain itu juga ada beberapa tanaman yang tidak boleh dijual ke luar, ini juga harus diseleksi. Selebihnya, tidak ada kendala yang berarti, ”katanya. (*/aro/ce1)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia