Kamis, 18 Jan 2018
radarsemarang
Kajen

Reskrim Sidak Bulog, Takaran Raskin Berkurang

Selasa, 16 May 2017 11:10

Reskrim Sidak Bulog, Takaran Raskin Berkurang

SIDAK : Tim Satgas Mafia Pangan Polres Pekalongan melakukan sidak ke Bulog Divre IV Pekalongan, kemarin. ((TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG))

KAJEN-Jelang Ramadan 1348 H serta untuk antisipasi melonjaknya harga bahan pokok, khususnya beras, Satgas Mafia Pangan Polres Pekalongan melakukan sidak ke Bulog Divre IV Pekalongan, Senin (15/5) kemarin. Hasilnya, banyak ditemukan takaran beras miskin (Raskin) berkurang timbangannya. Bahkan, banyak beras menir atau patah dalam jumlah besar.

Raskin yang satu kantong seharusnya dengan takaran berat 15 kilogram. Namun dari 4 kantong beras sampel raskin yang diambil, sebagian besar mempunyai bobot 14,5 kilogram. Meski begitu, ada beberapa kantong beras raskin yang ditimbang dengan menggunakan timbangan digital lebih dari 15 kilogram, yakni 15,08 kilogram. Namun sebagian besar mempunyai berat kurang dari 15 kilogram.

Kepala Bulog Divre IV Pekalongan, Mulyono, mengungkapkan bahwa saat ini ada 9500 ton persediaan beras raskin di 4 gudang Divre IV Pekalongan, untuk persediaan 10 bulan ke depan atau surplus akan persediaan beras raskin.

Menurutnya, raskin 9500 ton tersebut hanya dibagikan ke Kabupaten Pekalongan. Untuk satu keluarga miskin, masing-masing menerima ukuran satu kantong raskin berisi 15 kilogram dengan harga Rp 1600.

“Untuk kantong raskin yang ukurannya kurang dari 15 kilogram, akan kita bongkar semua. Kemudian kami tambahi menjadi 15 kilogram. Setelah itu, kami tutup kantongnya baru didistribusikan,” ungkap Mulyono.

Mulyono juga mengatakan Divre IV Pekalongan akan terus memantau takaran raskin, agar tetap 15 kilogram per kantongnya dan tidak berkurang. Demikian juga dengan beras menir atau beras patah, akan disesuaikan ukurannya dalam satu kantong beras raskin. Sehingga dalam satu kantong raskin, tidak semuanya berisi beras menir atau beras patah.

Menurutnya Divre IV Pekalongan tetap menerima beras patah dari petani, dengan perbandingan tidak lebih dari 20 persen dari beras yang baik. Demikian juga dengan persediaan yang ada di gudang, tidak lebih dari 20 persen beras patah.

“Saya jamin beras raskin yang dibagikan ke masyarakat, untuk beras patahnya tidak lebih dari 20 persen. Jika raskin yang diterima masyarakat kurang bagus, silahkan dikembalikan akan kami ganti dengan yang bagus,” kata Mulyono.

Sementara itu, Ketua Tim Satgas Mafia Pangan Polres Pekalongan, yang juga Kasat Reskrim Polres Pekalongan, AKP Agung Ariyanto, menegaskan bahwa sidak yang dilakukan ke Bulog Divre IV Pekalongan dalam rangka mengantisipasi menjelang Ramadhan 1348 H serta monitoring persediaan dan pengadaan beras di Bulog Divre IV Pekalngan.

Menurutnya, sesuai SOP yang ada di Bulog Divre IV Pekalongan untuk temuan beras raskin yang kurang dari takaran oleh pihak Bulog akan langsung diperbaiki dan dengan ukuran yang sebenarnya yakni 15 kilogram per kantongnya. “Intinya persediaan beras di Bulog Divre IV Pekalongan sudah bagus. Bahkan untuk pengadaan beras sudah lebih dari cukup, yakni 9500 ton beras,” tegas AKP Agung. (thd/ida)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia