Kamis, 18 Jan 2018
radarsemarang
Cover Story

Gotong Royong Itu Khas Indonesia

Selasa, 16 May 2017 08:10

Gotong Royong Itu Khas Indonesia

REHAB RTLH: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersama rakyat dan TNI ikut merehab sebuah rumah tak layak huni (RTLH) di Desa Gombang, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali. ((Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang))

BOYOLALI – Budaya gotong royong di masyarakat diharapkan dapat terus dilestarikan. Sebab, gotong royong dan kerja bakti dianggap sangat khas Indonesia. Hal tersebut dikatakan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo pada Pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XIV dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-45 tingkat Jateng di Desa Gombang, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali, Rabu (10/5).

Acara pencanangan diisi berbagai kegiatan. Di antaranya gotong royong seluruh warga desa, rehab rumah tak layak huni (RTLH), pembangunan talut, penanaman bibit pohon, dan panen udang galah. Selain itu, ada pemberian bantuan dan penghargaan, serta pelayanan IVA Test dan KB di Puskesmas setempat.

Tercatat ada 7 rumah RTLH yang direhab. Lima di antaranya dengan bantuan dana BAZNAZ Jateng dan dua lainnya dibantu Bank Jateng.

Ganjar menceritakan, bantuan pemugaran rumah tersebut diberikan karena awalnya dia ditemui warga yang marah-marah. ”Dia bilang ke saya, Pak, itu ada rumah mau ambruk, di mana pemerintah,” katanya.

Gubernur lantas bertanya, jika bantuan diberikan, apakah warga mau bergotong royong membangun rumah tersebut. Dan warga tersebut spontan menjawab siap kerja bakti memugar rumah. ”Ini yang membanggakan. Cerita semacam ini hampir terjadi di banyak tempat. Gotong royong ini khas Indonesia,” tandasnya dalam acara yang juga dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan dan Capil Jateng, Sudaryanto dan Wakil Bupati Boyolali Said Hidayat, serta Ketua Tim Penggerak PKK Jateng Siti Atikoh Ganjar.

Dia berharap kisah-kisah masyarakat yang gemar bergotong royong tersebut terus dimunculkan, termasuk di media sosial. Ganjar juga berharap Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang dijalankan secara gotong royong oleh masyarakat bisa menumbuhkan perekonomian setempat.

Wakil Bupati Boyolali Said Hidayat menyatakan terima kasih atas dipilihnya Desa Gombang, Kecamatan Sawit sebagai lokasi pencanangan BBGRM XIV dan HKG PKK ke-45 tingkat Jateng. ”Semoga dengan semangat ini mampu mendorong dan menjadi energi positif bagi pembangunan kabupaten/kota di Jateng,” tandasnya.

Sementara itu Ketua Tim Penggerak PKK Jateng Siti Atikoh Ganjar menekankan pada upaya deteksi dini kanker leher rahim dan kanker payudara oleh kaum wanita. ”Harapannya, dalam 5 tahun ke belakang, target warga yang diperiksa bisa sesuai. Sebab, dengan deteksi dini, kedua penyakit tersebut dapat cepat diatasi,” tandasnya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan kampanye terhadap Program Pokok PKK kali ini tidak hanya bersifat konvensional. Kampanye dilakukan melalui lomba menulis sehingga harapannya gagasan yang muncul dapat disebarluaskan melalui media. (ric/ce1)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia