Selasa, 16 Jan 2018
radarsemarang
Ungaran

Ganggu Pelayanan E-KTP

Selasa, 16 May 2017 07:20

Ganggu Pelayanan E-KTP

ANTISIPASI: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat melakukan tinjauan di RSUD KRMT Wongsonegoro terkait ancaman virus WannaCry, kemarin. ((M. Rizal Kurniawan/Jawa Pos Radar Semarang))

UNGARAN - Serangan virus Ransomware WannaCrypt atau WannaCry mengakibatkan pelayanan e-KTP (KTP elektronik) di Kabupaten Semarang terganggu. Setidaknya, layanan e-KTP di 19 kantor kecamatan mengalami gangguan terkait pengiriman data dan perekaman. Pasalnya, untuk antisipasi serangan virus tersebut, kemarin koneksi internet di perangkat komputer layanan e-KTP untuk sementara diputus.

Administrator Database (ADB) Disdukcapil, Kabupaten Semarang, Padang Setiyarto, mengatakan, virus tersebut menyerang perangkat komputer yang memiliki sistem Microsoft Windows dan terhubung langsung dengan internet.

”Sementara masih kita lakukan instruksi dari Kementerian Kominfo dan arahan Dirjen Dukcapil untuk back up data dan penguatan security,” ujar Padang kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (15/5). Teknis penyebaran virus tersebut yakni melalui internet.

Dijelaskan Padang, setidaknya pelayanan e-KTP terganggu hingga pukul 14.00 kemarin. Sebab, proses back up data di Disdukcapil untuk Sistem Informasi Akta Kelahiran (SIAK) dan perekaman e-KTP baru selesai pukul 12.00. Sedangkan untuk data pencetakan e-KTP sedang dalam proses back up.

”Sementara firewall kita tutup dari kecamatan kita off-kan, sebab karakter virus ini jika sudah mengenai satu komputer bisa nyebar tanpa ada jaringan internet sekalipun. Namun untuk pelayanan sidik jari tidak terganggu, kita pakai area network,” jelasnya.

Kepala Disdukcapil Kabupaten Semarang, Budi Kristiono, menambahkan, jika pihaknya sudah melakukan langkah-langkah yang dianjurkan oleh Diskominfo Jateng. ”Kalau pelayanan perekaman tidak masalah, kami tetap melayani warga. Tetapi, yang menjadi kendala, yakni pengiriman data karena koneksi internet terputus sementara,” tuturnya.

Imbauan tersebut seperti halnya back up data kependudukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Back up data juga dibantu Kementerian Dalam Negeri.

Budi menambahkan, terkait imbauan dari Kemenkominfo hingga Diskominfo Provinsi Jawa Tengah, pihaknya telah melakukan langkah-langkah yang dianjurkan. ”Kami sudah melakukan,” katanya.

Kepala Diskominfo Kabupaten Semarang, Prayitno Sudharyanto, mengatakan, pihaknya selaku penyedia jaringan internet di lingkungan Pemkab Semarang telah mengambil tindakan dengan mengeluarkan imbauan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Pada Senin (15/5) dini hari, ia menyosialisasikan mengenai langkah-langkah pencegahan terhadap serangan virus tersebut. ”Kami sudah kirimkan imbauan melalui WA, dan kami susul dengan surat resmi agar mematikan jalur internet mulai jam 07.00, kemudian melakukan back up data secara mandiri dengan meng-copy data yang penting ke dalam flashdisk atau hard disk eksternal,” ujarnya.

Sementara bagi OPD yang mempunyai jaringan internet, selain jaringan internet dari Dinas Kominfo juga diimbau melakukan langkah yang sama. Antara lain diwajibkan untuk menonaktifkan jaringan internet dan back up data secara mandiri.

Setelah proses back up selesai, jaringan internet bisa diaktifkan kembali. ”Jaringan internet akan aktif dan dapat diakses kembali pada pukul 13.00. Sedangkan aplikasi yang menggunakan jaringan internal seperti Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah (SIPKD) masih dapat diakses normal,” tuturnya.

Seperti diketahui, beberapa hari ini beberapa rumah sakit di berbagai negara digegerkan oleh teror virus WannaCry yang mengunci data yang dimiliki oleh rumah sakit tersebut. Virus itu disebut teror karena sang pembuat virus akan meminta tebusan untuk rumah sakit yang bersangkutan dapat mengakses datanya kembali.

Sebagai langkah antisipasi kemungkinan terserang teror virus tersebut, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, kemarin, melakukan berbagai langkah pada Rumah Sakit Daerah Kota Semarang, antara lain melakukan back up data dan menggunakan OS Linux.

Sebagai salah satu kota yang menjadi percontohan Smart City di Indonesia, wali kota yang akrab disapa Hendi ini mengatakan bahwa teror virus tersebut penting untuk diantisipasi. Salah satu langkah antisipasi, yakni memutus sementara sejumlah jaringan internet di RS KRMT Wongsonegoro sejak pukul 00.00 dini hari tadi untuk proses back up. ”Butuh waktu sekitar 3 jam untuk kami melakukan backup secara offline. Baru jam 03.00, kami aktifkan kembali,” terang Hendi, Senin (15/5).

Proses back up data dilakukan dengan menempatkan pada komputer berbasis Linux karena dikabarkan virus WannaCry mengincar Windows.

Wali kota menegaskan, proses back up secara offline itu tidak sampai mengganggu pelayanan rumah sakit. ”Alhamdulillah proses tersebut berjalan lancar dan sampai saat ini tidak ada sistem pelayanan yang terganggu,” tandasnya.

Direktur RS KRMT Wongsonegoro, Susi Herawati, mengatakan pengambilan waktu back up pada jam itu dikarenakan aktivitas yang membutuhkan jaringan internet pada saat itu tidak banyak. ”Kita ambil jam-jam tersebut karena aktivitas lebih sedikit,” kata Susi.

Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Semarang, Nana Storada, mengatakan, virus WannaCry menjadi serangan program jahat dengan menyandera dokumen-dokumen penting di komputer yang terhubung dengan internet. Virus jenis Ransomware ini telah menyerang sejumlah negara, termasuk Indonesia. Kantor pemerintah, perusahaan, rumah sakit, sekolah, maupun kampus tak jarang pusing akibat ulah hacker jahat itu. Virus ini sebenarnya telah tersebar sejak kurang lebih 1,5 tahun lalu, tapi baru heboh beberapa hari terakhir.

Ransomware ini memang virus global. Sebenarnya sudah booming 1,5 tahun yang lalu. Tapi, banyak pihak terlambat update-nya, bereaksi setelah kejadian. Kami minta masyarakat tidak panik,” ujar Nana Storada kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (15/5).

Untuk internal Pemkot Semarang sendiri, kata dia, saat ini telah diminta melakukan update server di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). ”Terutama server yang menggunakan microsoft, sehingga virus Ransomware yang terbaru dapat dideteksi sejak ter-update,” katanya.

Beberapa akses masuk melalui internet sudah ditutup sesuai petunjuk. Semua informasi perlu diambil hal positifnya, sehingga disarankan setiap orang perlu mewaspadai dan mencermati dengan baik. ”Virus lebih banyak tersebar melalui email apa saja, maka tidak membuka email dari asal yang tidak jelas dan tidak membuka attach yang mencurigakan,” katanya.

Mengantisipasi virus ini, pihaknya juga bekerja sama dengan Dinustek dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Jateng. ”Semua admin OPD sudah kami undang untuk antisipasi. Virus ini menyerang server yang masih menggunakan windows. Kami berharap semua lembaga baik negeri maupun swasta mengikuti arahan Kemenkominfo terkait langkah-langkah yang harus dilakukan dan tidak perlu panik,” katanya.

Priyo, dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Jateng menjelaskan, Ransomware adalah sejenis aplikasi tools (perangkat) perusak yang dirancang serta ditanamkan secara diam-diam dan ketika dijalankan secara jarak jauh akan menghalangi akses sistem komputer atau data. ”Virus ini bekerja dengan mengunci sistem, yakni mengenkripsi file, sehingga tidak dapat diakses sebelum tebusan dibayar,” jelasnya.

Adapun jenis Ransomware yang saat ini sedang mewabah adalah WannaCrypt0r 2.0 Ransomware. Bekerja dengan memanfaatkan kelemahan security sistem operasi Microsoft. ”Microsoft sendiri telah menyediakan Security Update Patch untuk menanganinya beberapa waktu lalu,” katanya.

Bagi pengguna komputer berbasis Microsoft yang tidak yakin telah melakukan Security Update Patch MS-17-010, disarankan melakukan langkah, yakni, sebelum menyalakan komputer, mencabut kabel data (LAN) yang tersambung, dan mematikan wifi yang dapat otomatis tersambung di sekitar komputer. Setelah diyakinkan aman komputer tidak dapat tersambung ke internet, maka komputer dapat dinyalakan untuk segera melakukan back up seluruh data ke hard disk portable atau USB Flash Drive.

Lakukan download security patch dari komputer berbeda yang tidak terlalu kritikal fungsinya atau melalui komputer berbasis non-microsoft di https://technet.microsoft.com/en-us/library/security/ms17-010 dan membaca https://blogs.technet.microsoft.com/msrc/2017/05/12/customer-guidance-for-wannacrypt-attacks/. Setelah selesai melakukan back up secara aman dan flash drive/hard disk portable disimpan dengan aman secara terpisah. ”Silakan melakukan aktivitas seperti biasa setelah berhasil melakukan security update yang diperlukan,” ujarnya.

Sementara itu, Pemprov Jateng melakukan berbagai upaya sebagai antisipasi serangan virus WannaCry. Salah satunya dengan mematikan jaringan internet di lingkungan OPD Pemprov Jateng sejak Senin (15/5) pagi. Meski begitu, di Jateng dinyatakan aman dari WannaCry.

Kepala Dinas Kominfo Jateng, Dadang Somantri mengaku sudah mengeluarkan surat edaran terkait antisipasi WannaCry. Langkah update software, back up data, hingga mematikan jaringan internet juga dilakukan di lingkungan Pemprov Jateng. ”Sebagai antisipasi semua jaringan internet dimatikan, dan dari laporan semua aman,” katanya, kemarin.

Ia menambahkan, informasi terkait menyebarnya virus WannaCry sudah diketahui sejak 12 Mei 2017 lalu. Langkah-langkah yang disarankan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) juga langsung dilakukan. Berbagai langkah dilakukan mulai memutus jaringan, back up data, update antivirus dan OS. ”Untuk back up data, proses sudah rampung Minggu (14/5) pukul 22.00,” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk jaringan internet yang dimatikan dilakukan sementara. Jika semua sudah aman, maka jaringan internet akan segera dinyalakan. ”Meski jaringan internet dimatikan, tidak mengganggu pelayanan publik karena sudah ada standar operasional pelayanan jika koneksi internet mati,” tambahnya.

Diakuinya, WannaCry sudah cukup meresahkan. Tetapi, Pemprov Jateng sudah melakukan berbagai antisipasi agar tidak terserang. ”Kalau informasi yang kami dapat, yang rentan adalah windows 2008 ke bawah,” ucapnya.

Semua data di OPD juga sudah disimpan di server masing-masing. Ia memastikan jika semua pelayanan masyarakat tidak terganggu dan lancar. Pemprov juga terus melakukan pengamanan secara maksimal mengingat saat ini jaringan internet sangat dibutuhkan untuk lebih mempermudah pelayanan kepada masyarakat. ”Semua baik-baik saja, dan tidak ada laporan yang terkena virus tersebut,” tambahnya. (ewb/amu/zal/fth/aro/ce1)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia