Selasa, 16 Jan 2018
radarsemarang
Kendal

Baru 24 Puskemas Layani Persalinan

Senin, 15 May 2017 11:20

Baru 24 Puskemas Layani Persalinan

FOTO: SRI MULYANI. ((BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG))

KENDAL— Pemkab Kendal terus meningkatkan pelayanan kesehatan. Salah satunya memberi pelayanan bersalin di Puskesmas. Sejauh ini dari 30 sudah ada 24 Puskemas siap memberikan pelayanan kepada ibu yang ingin melahirkan.

“Sedangkan enam Puskesmas sisanya sedang dipersiapkan. Tahun ini kami targetkan semua Puskesmas sudah dilengkapi dengan pelayanan bersalin. Sehingga memberikan kemudahan masyarakat untuk menjangkaunya,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan, Sri Mulyani.

Penyiapan layanan bersalin di Puskemas tersebut sesuai surat edaran dari Kementrian Kesehatan, bidan dilarang untuk membuka praktik bersalin sendiri. Tujuannya untuk menekan angka kematian ibu dan bayi.

“Sebab proses persalinan itu menyangkut dua nyawa. Yakni ibu yang melahirkan dan bayi yang akan dilahirkan. Sehingga penangannya harus dilakukan oleh tim. Jika terjadi komplikasi atau melahirkan di luar normal bisa segera diambil tindakan atau dirujuk ke rumah sakit,” jelasnya.

Dengan dilarangnya bidan desa untuk praktik persalinan, maka tugas bidan desa hanya memantau ibu hamil yang akan melahirkan. Selain itu membantu menangani persalinan di Puskesmas.

Sementara itu, Kabid Pelayanan Kesehatan Masyarakat Dinkes Kendal Saechu menambahkan, rumah bersalin juga tidak boleh menangani persalinan. Bagi rumah bersalin yang ada harus ditingkatkan menjadi klinik untuk bisa menangani persalinan.

Persyaratan menjadi klinik ini harus memiliki dokter tetap. "Ketentuan ini untuk mencegah kematian ibu melahirkan, karena risiko kematian bagi ibu melahirkan cukup besar, sehingga penanganannya harus maksimal," katanya.

Pesyaratan lain mendirikan klinik yakni minimal harus ada dua bidan yang bertugas, satu perawat, dan mobil ambulan. “Tujuannya jika sewaktu-waktu butuh rujukan ke rumah sakit, langsung diantar menggunakan ambulan. Jadi Puskesmas dan klinik hanya melayani persalinan normal. Sedangkan persalinan dengan operasi caesar, harus dirujuk  ke rumah sakit,” tandasnya. (bud/zal)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia