Rabu, 17 Jan 2018
radarsemarang
Feature

Cita-Cita Jadi Kowad, namun Takdirnya Jadi Lurah

Lebih Dekat dengan Lurah yang Memimpin Kelurahan Mangunharjo

Senin, 15 May 2017 08:00

Cita-Cita Jadi Kowad, namun Takdirnya Jadi Lurah

KOMPAK: Lurah Mangunharjo Kecamatan Tembalang, Yuliatun, bersama warganya dalam memeriahkan lomba Kampung Hebat dan lainnya. ((NUR WAHID/JAWA POS RADAR SEMARANG))

Yuliatun, Kelurahan Mangunharjo Kecamatan Tembalang menunjukkan prestasinya dengan menjuarai beberapa kategori di antaranya juara 1 lomba Kampung Hebat serta prestasi lainnya. Hal itu tidak terlepas dari peran lurahnya yang memiliki segudang prestasi yakni Yuliatun, 53. Seperti apa?

NUR WAHID

YULIATUN merupakan anak ke-4 dari 9 bersaudara. Ayahnya kala itu sebagai sekretaris lurah (seklur) atau Carik Pedalangan. Sedangkan kakaknya Purnomo merupakan Lurah Meteseh yang saat ini sudah memasuki masa pensiun. Namun hal itulah yang mendorongnya menjadi lurah saat ini. ”Bapak saya itu, dulunya carik sehingga mereka yang mendorong saya menjadi lurah sekarang ini,” katanya.

Yuliatun sendiri mengawali kariernya pada 1987 menjadi staf di Kecamatan Semarang Utara. Namun perkantorannya kala itu, masih menempati kantor yang sekarang dijadikan kantor Kecamatan Semarang Timur.

Setelah itu, pada 1993 menjadi staf Kecamatan Banyumanik. Kemudian pada 2004 menjadi Kasi Pemerintahan Kelurahan (Pemkab) Pedalangan, Kecamatan Banyumanik. Kemudian pada 2010 menjadi Lurah Kramas dan pada 2012 menjadi Lurah Mangunharjo sampai sekarang ini.

Sebelum menjadi lurah, Yuliatun sebenarnya mengaku ingin menjadi Kowad (Korps Wanita TNI Angkatan Darat). Tetapi karena orang tuanya pernah menjadi carik, hal itu mendorongnya bekerja di pemerintahan sehingga menjadi lurah ini. ”Dulu ada keinginan menjadi Kowad, tetapi karena tidak ada yang mendorong, maka ayah yang saat itu menjadi seklur dan mendorongnya, sehingga menjadi lurah ini,” katanya.

Yuliataun yang menikah dengan Satriyo Wahyu Wibowo pada 1988 tersebut dikaruniai dua anak laki-laki bernama Radiksa Ivan dan Radiksa Arvian dan saat ini keduanya telah bekerja. ”Kedua anak saya sekarang sudah bekerja sehingga sudah mentah,” akunya.

Sewaktu kedua anak-anak masih kecil, dia lebih suka menggunakan jasa pembantu untuk mencuci dan membersihkan rumah sambil mengasuh anak-anaknya. Bahkan sampai sekarang pembantu masih membantu di rumah karena rumahnya ada di depan rumah. ”Saat anak-anak masih kecil, selalu menggunakan pembantu. Karena dengan pembantu, dapat meringankan pekerjaan rumah tangga,” paparnya.

Bahkan setiap pagi, Yuliatun selalu memasak untuk keluarga. Sehingga setiap hari selalu bangun pagi untuk memasak kemudian dibiasakan untuk sarapan sebelum melakukan aktivitas. Bahkan kebiasaan itu tetap dilakukan meskipun anak-anak sudah dewasa. ”Jadi setiap pagi selalu memasak untuk keluarga. Karena dengan memasak, dapat makan bersama sambil ngobrol dengan anak-anak dan suami,” akunya.

Terkait dengan kemenangan dalam lomba Kampung Hebat, Yuliatun mengaku telah melakukan pemilahan dan yang terpenting adalah melakukan koordinasi dan kerja sama dengan warga. Setelah itu, dilakukan pemantauan tentang progres tersebut. ”Jadi, saat ada lomba Kampung Hebat, sudah dipilah, RW mana yang mewakili. Kemudian dari pemilahan maka dilakukan koordinasi dan kerja sama,” katanya.

Dalam pemilahan kampung, yang ditunjuk untuk mewakili adalah masing-masing RW untuk mewakili kelurahan. Di antaranya, untuk Kampung Agamis dan Toleran di wilayah RW IV, Lomba Poskamling di wilayah RW IV juara I dan Lomba Kampung Sehat juara II di wilayah Rw V.

Tak hanya itu, masih ada beberapa prestasi kelurahan lainnya. Yakni, pada 2014 juara I tingkat kota sebagai Kinerja Lurah. Pada 2015 lomba Pemberdayaan Masyarakat juara II dan pada tahun yang sama juara II Kelurahan Ramah Lingkungan. Dengan berbagai prestasi itu, warga Mangunharjo mendukung penuh. Bahkan ketika ada lomba Kampung Hebat, warga mengikutinya dengan senang hati.

”Dengan mengikuti lomba, warga sangat senang karena mendapatkan kepercayaan dari kelurahan untuk mewakili. Dan ini merupakan sesuatu yang luar biasa sehingga warga tetap ingin mengikuti lomba lainnya,” akunya. (*/ida/ce1)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia