Kamis, 18 Jan 2018
radarsemarang
Salatiga

Robot UKSW Targetkan Lolos Kontes Nasional

Sabtu, 13 May 2017 08:30

Robot UKSW Targetkan Lolos Kontes Nasional

KOMPAK: Tim Robotics Research Center (R2C) UKSW saat dilepas Pembantu Rektor III UKSW Arief Sadjiarto untuk berlaga dalam Kontes Robot Indonesia (KRI) Regional 3 di UGM Jogjakarta, Sabtu (13/5) ini. ()

SALATIGA - Tim Robotics Research Center (R2C) Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer (FTEK) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menargetkan lolos masuk ke tingkat nasional dalam laga Kontes Robot Indonesia (KRI) Regional 3. Tim R2C saat ini tengah mengikuti KRI Regional 3 di Universitas Gajah Mada (UGM). Regional 3 mencakup wilayah Jogjakarta, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan Jawa Tengah.

 

Tahun ini, R2C UKSW mengirimkan robotnya untuk turun di dua kategori, yaitu Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Beroda dan Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) Berkaki. R2C Warrior adalah robot yang akan turun di KRSBI Beroda. Untuk kategori KRPAI Berkaki, robot yang akan turun bertanding adalah R2C Acheron.

 

“Kita sudah siap, target kita semua lolos nasional. Kita belum targetkan juara berapa karena kita belum bisa memetakan lawan tahun ini. Dikategori robot sepakbola sistem permainannya baru dan robotnya berbeda dengan robot tahun sebelumnya,” tutur Anton Suprayudi mewakili R2C.

 

Dilihat dari bentuknya, robot yang akan bertanding di kategori robot sepak bola berbeda jauh dari tahun-tahun sebelumnya. Jika tahun sebelumnya robot di kategori ini adalah robot humanoid yang mirip dengan manusia, tahun ini robot dirancang sedemikian rupa agar bisa maksimal dalam permainan di lapangan. Dua robot akan berlaga di kategori sepakbola di atas lapangan karpet, masing-masing menjadi penjaga gawang dan penyerang. Robot penjaga gawang berbobot 11 kilogram, sedangkan penyerang mempunyai bobot 20 kilogram.

 

“Yang tahun kemarin humanoid lebih mengembangkan bagaimana robot itu berjalan layaknya pemain sepakbola manusia. Kalau sekarang lebih condong pada pengembangan algoritma. Robotnya dilengkapi beberapa sensor antara lain sensor kamera, kompas, infrared dan sensor untuk mengetahui perpindahan robot. Bentuknya sangat berbeda dibanding tahun lalu,” papar Anton.

 

Inovasi juga terus dilakukan oleh mahasiswa FTEK untuk mempertahankan gelar juara di kontes robot bergengsi ini. Robot yang maju di pemadam api berkaki yang bertugas memadamkan api ini tahun ini diberi sensor kamera agar lebih cepat mengetahui titik api. Tim R2C berkesempatan diterima Pembantu Rektor III UKSW Arief Sadjiarto, sebelum bertolak ke Jogjakarta. Arief Sadjiarto menyatakan dukungannya kepada Tim R2C yang sudah mengharumkan nama UKSW dalam laga ini di tahun-tahun sebelumnya. (sas/ton)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia