Kamis, 18 Jan 2018
radarsemarang
Kendal

350 Personel Siap Amankan Eksekusi Tol

Selasa, 09 May 2017 07:40

350 Personel Siap Amankan Eksekusi Tol

SIAP DIEKSEKUSI : Sebanyak 98 bidang lahan persawahan di Desa Wungurejo dan Tejorejo masih ditanami kedelai dan jagung. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL—Sebanyak 350 personel akan diterjunkan untuk mengamankan rencana eksekusi 98 bidang lahan di Desa Wungurejo dan Tejorejo, Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal yang terdampak pembangunan Tol Semarang-Batang. Eksekusi lahan akan dilakukan oleh juru sita Pengadilan Negeri (PN) Kendal, hari ini, Selasa (9/5).

Pantauan di lapangan, lahan di dua desa yang akan dieksekusi tersebut berupa lahan pertanian. Di Wungurejo ada sebanyak 62 bidang dan 36 bidang di Desa Tejorejo. Lahan saat ini masih ditanami tanaman palawija dan sayuran. Seperti kedelai, jagung dan kacang panjang.

“Terakhir kali panen sekitar Januari lalu, waktu itu ditanami bawang merah. Setelah itu ditanami kedelai dan jagung. Kondisinya sudah berbuah dan diperkirakan akhir bulan ini siap dipanen,” kata salah seorang warga Wungurejo, Abul Rokhim, Senin (8/5) kemarin.

Para petani sendiri belum memanennya, karena belum ada kesepakatan harga meskipun sudah ada putusan kasasi dari MA. Dimana pembayaran ganti rugi lahan melalui konsinyasi di PN Kendal. Harganya sebesar Rp 220 ribu permeter persegi.

Kades Wungurejo, Supardi, mengatakan, pihaknya sudah menyerahkan surat pemberitahuan eksekusi lahan dari juru sita PN Kendal kepada warga yang terkena dampak tol. “Surat tersebut saya serahkan kepada koordinator warga yang terdampak jalan tol,” katanya.

Dia menerangkan, di Desa Wungurejo lahan yang terkena pembangunan jalan tol, totalnya sebanyak 89 bidang. Dari 89 bidang tersebut 13 berupa tanah kas desa, sedangkan 14 warga sudah menerima ganti rugi. Sisanya yang akan dieksekusi sebanyak 62 bidang.

“Kami mengimbau supaya warga yang lahannya terkena proyek pembangunan jalan tol bisa menaati aturan hukum yang berlaku. Tapi warga punya hak untuk menyampaikan pendapatnya,” katanya.

Sementara Kaplres Kendal, AKBP Firman Darmansyah mengerahkan 350 personel untuk mengamankan proses eksekusi lahan di Desa Wungurejo dan Tejorejo. 350 personel tersebut, terdiri atas Polri dari Polda Jateng dan Polres Kendal, TNI dari Kodim 0715 Kendal dan Satpol PP Kendal.

“Selain itu, kami menyiapkan 80 personel yang posisinya di bawah komando operasi (BKO) di Polres Kendal. Dimana sewaktu-waktu kekuatannya dibutuhkan akan langsung meluncur ke lokasi,” tuturnya.

Ia menginstruksikan kepada anggotanya agar jangan ada yang membawa senjata tajam. Yakni untuk menjalankan tugas sesuai peorsedur. Dikatakan, karena yang dihadapi adalah warga, maka para petugas tidak boleh membawa senjata api. “Namun tetap siap menjaga diri. Harapan kami, semoga bisa berjalan lancar dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," harapnya. (bud/ida)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia