Rabu, 17 Jan 2018
radarsemarang
Semarang

Angkasa Pura I Minta Pengawalan TP4D

Rabu, 19 Apr 2017 11:10

Angkasa Pura I Minta Pengawalan TP4D

MINTA PENGAWALAN: Paparan PT Angkasa Pura I (Persero) di hadapan TP4D Kejati Jateng terkait proyek pengembangan bandara Internasional Ahmad Yani Semarang. (Joko Susanto/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG - PT Angkasa Pura I (Persero) minta pengawalan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah. Langkah tersebut untuk mencegah terjadinya tindak pidana korupsi dan memaksimalkan penyerapan anggaran pada proyek pengembangan Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, senilai Rp 2,185 triliun.

 

”Total anggaran untuk proyek ini adalah Rp 2,185 triliun dan waktu pelaksanaan mulai 2014 lalu sampai 2018 nanti,” kata Kepala Biro Hukum PT Angkasa Pura I, Wayan Sutawijaya dalam paparannya di Kantor Kejati Jateng, Selasa (18/4).

 

Project Manager Proyek PT Angkasa Pura I, Toni Alam menambahkan, pengembangan terminal baru ini nantinya akan mempunyai terminal seluas 58.652 meter persegi dan mampu menampung 6 juta penumpang setiap tahunnya. Pihaknya juga mengaku kalau Presiden Joko Widodo (Jokowi) selalu mendorong dilakukan pengembangan dan renovasi di semua bandara yang ada di wilayah Angkasa Pura 1.

 

”Sedangkan untuk pengembangan apron (pelataran pesawat, Red) nanti mempunyai luas 72.522 meter persegi dan mampu menampung 2 pesawat jet B727 serta 10 pesawat jet B737,” imbuhnya.

 

Dalam paparan tersebut, PT Angkasa Pura I juga melaporkan masalah-masalah yang dihadapi di lapangan, termasuk kerja sama pemanfaatan lahan Pemprov Jateng dan pemkot. Pembangunan jalan akses dan pengaturan ulang lalin dan pendampingan dalam pelaksanaan kegiatan.

 

”Kita juga akan menganalisa pertumbuhan ekonomi di sekitar jalan akses menuju bandara. Nanti jika tidak diatur diawal dan diawasi daerah tersebut rentan menjadi kumuh kotor dan tidak tertata,” sebutnya.

 

Sementara itu, Ketua TP4D Kejati Jateng, Jacob Hendrik P memastikan pengawalan. Sehingga waktu pelaksanaannya optimal. Bahkan pihaknya mendukung penuh pelaksanaannya bisa selesai lebih awal sehingga bisa menjadi prestasi baru.

 

”Kami juga akan mendorong agar penyerapan anggaran menjadi baik dan maksimal mungkin. Tentunya yang terpenting adalah kami mengeluarkan kertas kerja untuk evaluasi, rekomendasi agar semuanya bisa bekerja dengan nyaman,” kata Jacob yang juga Asisten Intelijen Kejati Jateng ini. (jks/zal/ce1)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia