Senin, 20 Nov 2017
radarsemarang
Semarang

Pagi Terima Leprid, Siang Bertemu Ganjar

Sabtu, 18 Mar 2017 09:40

Pagi Terima Leprid, Siang Bertemu Ganjar

BERTEMU IDOLA: Fanny Nabiella, bocah 6 tahun yang sudah mengoleksi 110 piala dan 80 piagam dari lomba menggambar dan mewarnai saat bertemu idolanya, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, kemarin. (kanan) Direktur Utama Leprid Paulus Pangka menyerahkan penghargaa (Adityo dwi/jawa pos radar semarang)

SEMARANG-Impian Fanny Nabiella, bocah 6 tahun yang sudah mengoleksi 110 piala dan 80 piagam dari lomba menggambar dan mewarnai bertemu idolanya Gubernur Jateng Ganjar Pranowo akhirnya terwujud. Jumat (17/3) siang kemarin, siswi TK Hang Tuah 15 Semarang ini, diterima langsung Ganjar di ruang kerjanya.

Tak hanya itu, anak tukang cukur di Jalan WR Supratman No 18 Semarang ini juga menerima penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid). Fanny meraih penghargaan sebagai anak bangsa yang berprestasi di bidang menggambar dan mewarnai. Penghargaan berupa medali, piagam dan tropi diserahkan langsung oleh Direktur Utama Leprid Paulus Pangka di sekolah Fanny TK Hang Tuah 15, Jalan KRI Dewa Ruci Asrama TNI AL Semarang. Fanny menerima penghargaan didampingi kedua orangtuanya, perwakilan Yayasan Hang Tuah, kepala sekolah, serta guru.

“Ini peristiwa yang sangat luar biasa. Di usianya yang masih muda, Fanny Nabiella berhasil mengumpulkan 110 piala dan 80 piagam. Jika ditotal ada 190 penghargaan yang didapatnya dan kami bangga,” tutur Paulus Pangka kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Kepala TK Hang Tuah 15, Apri Winarti, menuturkan, Fanny adalah anak yang berprestasi dan membanggakan baik bagi orangtua maupun sekolah. Meski setiap Sabtu dan Minggu digunakan untuk mengikuti perlombaan, Fanny tetap bisa mengikuti pelajaran seperti teman-temannya.

“Kami dari TK Hang Tuah 15 bangga sekali mempunya anak didik seperti Fanny karena dapat mengangkat nama sekolah di tingkat nasional bidang gambar dan mewarnai. Terima kasih kepada Fanny dan khususnya bagi kedua orangtuanya yang selalu mendukung dan memotivasinya. Semoga Fanny sehat dan bisa berkarya lebih baik lagi,” harapnya.

Siang harinya, Fanny diundang khusus oleh tokoh idolanya, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Tak sekadar bertatap muka, Fanny justru menjadi tamu utama saat bertandang ke kantor gubernur, Jumat (17/3) sekitar pukul 13.30.

Saat bertemu Ganjar, Fanny tampak malu-malu kucing. Terlebih ketika dipersilakan duduk di kursi yang jaraknya tidak jauh dari Ganjar. Selama di dalam ruangan, senyumnya tampak selalu menyeringai di ujung bibir.

Ketika ditanya Ganjar, apa yang diinginkan ketika bertemu gubernur, Fanny menjawab polos. "Pengin foto bareng," ucapnya.

Sontak, orangtua Fanny, pasangan Hariri dan Erika Dwiani Yulioktafia serta guru TK Fanny yang ikut mengantarkan, langsung tertawa. Tanpa babibu, Ganjar langsung menggandeng Fanny agar berdiri lebih dekat untuk difoto. Setelah itu, Ganjar kembali bertanya, apa yang diinginkannya setelah foto bareng gubernur. "Ketemu sudah, foto bareng sudah, terus Fanny kepengin apa?" tanya Ganjar.

Ditanya seperti itu, Fanny hanya senyam-senyum. Tidak melempar satu kata pun. Lama tidak menjawab, ibu Fanny, Erika Dwiani Yulioktafia yang membuka omongan. "Katanya pengin otopet, Pak," katanya.

Ganjar pura-pura tidak tahu apa itu otopet. Dia menyuruh Fanny untuk memberi gambaran otopet. "Kamu kan pinter gambar, coba gambar otopet itu seperti apa? Ini ada kertas dan bolpoin," ujar Ganjar.

Ditodong begitu, Fanny tetap mengumbar senyum tanpa beranjak dari tempat duduknya. Ganjar pun coba mencairkan suasana dengan mengajak ngobrol santai yang dikemas dalam pertanyaan-pertanyaan umum. Seperti cita-cita, menyebutkan lima jenis sayur dan buah, hingga hal-hal yang dilakukan ketika bangun tidur. Orang nomor satu ini pun sempat bertanya apa yang diajarkan di TK?

Setelah pertanyaan itu dijawab, Fanny disuruh memperagakannya. Yakni, bernyanyi 'Kotaku Semarang' dan hafalan surat Al Ikhlas. Fanny juga sempat memamerkan medali dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid) yang didapatkan pagi harinya sebelum bertemu Ganjar.

"Bagus banget. Hebat. Boleh gak, medali itu saya minta? Nanti saya tukar dengan sirup atau kecap," goda Ganjar sembari menunjuk lemari berisi produk UMKM yang berada di dalam ruang kerja.

Sebelum Fanny dan rombongan pamit, Ganjar memberikan hadiah berupa tas sekolah lengkap dengan isinya. Ketika ditemui usai pertemuan, Ganjar mengaku kagum dengan Fanny. "Ini anak yang luar biasa. Sejak umur 3,5-6 tahun sudah punya 110 piala. Ini tandanya dia punya motivasi berkompetisi yang tinggi. Termasuk ingin bertemu dengan gubernur, bisa jadi semangat buat dia. Ini perlu didampingi dan didorong," katanya.

Dia pun meminta orangtua dan guru Fanny untuk terus mensuportnya. Mengarahkan semangat berkompetisinya ke hal-hal positif. Ganjar menilai, Fanny bakal menjadi sosok yang punya jiwa percaya diri yang tinggi. 

Sebagai bentuk apresiasi, Ganjar memberikan tas sekolah, buku tulis, alat tulis, serta buku bacaan. "Nanti bukunya bisa dibaca orangtuanya atau dibaca Fanny ketika dia bisa membaca. Ini untuk menumbuhkan budaya baca saja. Soal otopet, nanti akan kami carikan dan dikirim ke rumah Fanny," ujarnya.

Erika mengaku, putrinya memang ngebet foto bareng gubernur. Sebab, ketika lomba mewarnai tingkat provinsi di Wisma Perdamaian beberapa waktu lalu, Fanny tidak bisa dekat dengan gubernur saat sesi foto bareng.  "Terus dia merengek pengin foto bareng. Akhirnya kesampaian sekarang (kemarin, Red). Ini berkat Jawa Pos Radar Semarang yang telah membantu Fanny," ucapnya. (mg29/amh/aro)

 

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia