Senin, 20 Nov 2017
radarsemarang
Ungaran

4 Rumah Diterjang Puting Beliung

Senin, 13 Mar 2017 09:20

4 Rumah Diterjang Puting Beliung

PORAK PORANDA: Rumah Saiful Kharim, warga Desa Lerep, Ungaran Barat yang rata dengan tanah akibat diterjang angin puting beliung. ((EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG))

UNGARAN- Bencana kembali melanda Kabupaten Semarang. Kali ini, angin puting beliung “mengamuk” di Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat. Sedikitnya dua rumah rata dengan tanah, dan dua rumah mengalami rusak ringan. Selain itu, puting beliung juga memorak-porandakan beberapa bagian dari kantor Kecamatan Ungaran Barat.

Salah satu rumah yang rata dengan tanah adalah rumah milik Saiful Kharim, 32, warga Desa Lerep RT 06 RW 03.  Rumah yang bersebelahan dengan kantor kecamatan tersebut kondisinya sangat memprihatinkan. Seluruh bagian bangunan rumah ambruk. Kejadian itu juga mencederai ibu mertua Saiful, yakni Hartini, 65, dan anak Saiful, Idrus Izudin, 2, yang saat itu berada di dalam rumah. Keduanya tertimpa reruntuhan rumah.

“Leher ibu mertua saya terjepit di antara blandar dan dipan rumah. Sedangkan posisi anak saya terlindungi papan dipan yang ambrol tertimpa kayu-kayu,” jelas Saiful kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (13/3).

Melihat kondisi ibu mertuanya yang tertindih reruntuhan, Saiful langsung bergegas memberikan pertolongan dibantu warga. Hartini sempat dilarikan ke RSUD Ungaran untuk mendapatkan pertolongan medis karena menderita luka di bagian kaki. Sedangkan Idrus tidak mengalami luka sedikitpun meski rumah yang ditempati rata dengan tanah.

Saiful menceritakan, saat kejadian, ia bersama istrinya, Sulastri, 31, dan anak pertamanya, Aflah Ubaidilah, 11, tengah berada di warung yang jaraknya hanya beberapa meter. “Saat itu saya di warung untuk melayani pembeli. Sedangkan ibu mertua sedang menidurkan anak kedua saya di dalam rumah,” katanya.

Sekitar pukul 14.30, mendadak hujan lebat disertai angin dan sambaran petir. Kondisi tersebut juga sempat membuat khawatir dirinya. Apalagi saat itu listrik juga padam. “Saya terkejut dengan suara keras lalu saya cari sumbernya, ternyata bangunan rumah roboh,” ujarnya.

Melihat itu, ia bergegas ke rumahnya, dan mencari keberadaan ibu mertua serta anak keduanya. “Saya lega ada suara minta tolong dari ibu saya,” katanya.

Kejadian itu sempat mengganggu psikis Hartini. Ia sempat shock. Apalagi penyelamatan Hartini terbilang dramatis. Sebab, dilakukan di tengah hujan leba  dan petir yang menyambar-nyambar.

Tak hanya rumah, kandang kambing milik Saiful juga menjadi korban amukan puting beliung. Beruntung, dua ekor kambing miliknya selamat, meski kandang yang ditempati rata dengan tanah. “Kalau ditotal kerugian saya mungkin Rp 80 juta, karena semua perabotan dan peralatan elektronik rusak semua,” akunya.

Kades Lerep, Sumariyadi, mengatakan, ambruknya rumah yang ditempati Saiful Kharim tersebut lantaran terbuat dari kayu dan bambu.  Sehingga saat puting beliung menerjang, rumah tersebut tidak mampu menahan hempasan angin dan akhirnya ambruk. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.  “Kejadiannya Minggu (12/3) sore sekitar pukul 14.30. Saat itu memang hujan lebat disertai petir yang menyambar-nyambar,” ujar Sumariyadi kepada koran ini.

Kondisi cuaca ekstrem tersebut, dijelaskan Sumariyadi, memang terjadi di desa setempat beberapa minggu ini. Di mana intensitas hujan yang tinggi disertai angin kencang dan petir.

“Hujan disertai angin kencang dan petir itu berlangsung hingga pukul 17.00,” katanya.

Dikatakan Sumariyadi, rumah yang ditempati Saiful Kharim saat ini berdiri di atas lahan bengkok milik Desa Lerep. Sebelum terjadi bencana, pihak pemdes setempat juga sudah berencana akan mengosongkan lahan tersebut. Selain rumah yang dihuni keluarga Saiful Kharim, satu rumah milik Tria Setiawan, warga RT 06 RW 04 juga rata dengan tanah. Sedangkan dua rumah lainnya, yakni rumah milik Zaenuri, warga RT 4 RW 6 dan rumah Wahyono, warga RT 6 RW 4.  Keduanya mengalami kerusakan kategori ringan.  Saat ini, keluarga Saiful Kharim dan Tria Setiawan diungsikan ke tempat saudara terdekat yang lebih aman.

Hingga kini, pihak pemerintah desa masih menghitung total kerugian materiil dari bencana tersebut. Senin (13/3) kemarin, Wakil Bupati Semarang Ngesti Nugraha didampingi pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang sempat meninjau lokasi bencana.

Kepala BPBD Kabupaten Semarang, Heru Subroto, menjelaskan, laporan adanya bencana puting beliung di Desa Lerep sudah diterimanya pada Minggu (12/3) lalu. “Hari itu juga kita terjun untuk membantu warga yang terdampak. Selain itu, kita juga usulkan mendapatkan Bansos (bantuan sosial),” katanya.

Dijelaskan Heru, selain wilayah Desa Lerep, bencana juga menyapa beberapa titik lain. Seperti Desa Nyatnyono, Kecamatan Ungaran Barat. Di mana talud sepanjang 5 meter dan lebar 1,5 meter ambrol. Beruntung, permukiman warga tidak terdampak karena ambrolnya talud tersebut.

Bencana lain, yakni meluapnya beberapa titik sungai di dua kecamatan, yakni Kecamatan Ungaran Timur dan Ungaran Barat. Tiga sungai, yakni Kaligung di Ungaran Timur, Sungai Mireng dan Sungai Kaligarang di Ungaran Barat meluap hingga menutup akses jalan permukiman setempat. Bahkan tingginya debit luapan sungai mengakibatkan sebuah truk nyaris hanyut. Tepatnya di depan SMK NU Ungaran.

Wakil Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, mengatakan, Pemkab Semarang telah memberikan bantuan kepada empat rumah terdampak puting beliung tersebut. Khusus untuk rumah yang ditempati keluarga Saiful Kharim, pihaknya memberikan bantuan sebesar Rp 1,5 juta.

“Karena rumahnya berdiri di atas lahan bengkok bukan lahan pribadi,” ujar Wabup. Untuk rumah milik Tria Setiawan, bantuan yang diberikan sebesar Rp 10 juta dikarenakan berdiri di atas lahan milik pribadi.

Wabup mengatakan, kondisi geografis Desa Lerep memang rawan bencana longsor dan puting beliung. Ia mengimbau warga setempat untuk berhati-hati menghadapi cuaca ekstrem seperti ini.

Dikatakan Wabup, awal 2017 hingga Maret sudah ada 119 bencana meliputi tanah longsor, banjir, dan puting beliung yang melanda Kabupaten Semarang. Karenannya, ia berharap warga selalu hati-hati dan waspada. (ewb/aro)

 

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia