Selasa, 16 Jan 2018
radarsemarang
PSIS Semarang

Semakin Kokoh di Puncak

Senin, 25 Jul 2016 15:10

Semakin Kokoh di Puncak

MAKIN SUBUR: Striker PSIS Johan Yoga Utama kembali menyumbangkan gol untuk PSIS, saat mengalahkan Persipur 3-0, sore kemarin. (Baskoro,S/RadarSemarang/JawaPos.com)

SEMARANG – PSIS kembali menunjukkan taringnya di laga lanjutan Indonesian Soccer Championship (ISC) B setelah mampu menang besar 3-0 menjamu Persipur Purwodadi di Stadion Jatidiri Semarang Sore (24/7) kemarin.

Tiga gol tim berjuluk Mahesa Jenar dicetak melalui dua bomber mereka yaitu Johan Yoga Utama di menit ke-55 dan dua gol tambahan PSIS disumbangkan oleh Hari Nur Yulianto melalui penalti menit ke-80 dan 86. Atas raihan tersebut, PSIS semakin kokoh di puncak klasemen sementara Grup 4 dengan raihan 15 poin yang sekaligus semakin memuluskan ambisi Johan Yoga dkk untuk memburu tiket melaju ke babak 16 besar.

Menjamu tim berjuluk Laskar Petir di Stadion Jatidiri kemarin, anak-anak PSIS sempat kesulitan membongkar pertahanan Persipur yang dihuni kuartet mereka yaitu Hery Susilo, Aries Fandi, Gani Pulhehe dan juga Diaz Bayu.

Buntunya kreatifitas lini tengah Mahesa Jenar semakin membuat tuan rumah belum kunjung bersorak di babak pertama. Beruntung Persipur juga tampil loyo sehingga skor imbang 0-0 bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, baik tim tuan rumah maupun tim tamu masih sama-sama mempertahankan komposisi starting eleven mereka. Bedanya, tim Mahesa Jenar tampil semakin agresif membangun serangan di lini tengah. Lima gelandang Mahesa Jenar yaitu M Yunus, Ahmad Agung, Feri Ariawan, Dani Raharjanto serta Hari Nur yang semakin nyaman tampil di sayap mampu membuat Persipur kocar-kacir sejak awal babak kedua.

Gol yang ditunggu publik Jatidiri akhirnya lahir di menit ke-55, lagi-lagi bomber yang di laga sebelumnya mampu mencetak empat gol ke gawang Persijap pada laga sore kemarin Johan Yoga mampu memecah kebuntuan PSIS melalui gol sundulan kepalanya.

Menang satu gol semakin membuat PSIS  percaya diri. Sebaliknya Persipur yang dibuat fokus memainkan skema bertahan menahan gempuran Johan Yoga dkk praktis hanya mengandalkan counter attack. Itu pun selalu mentah di tangan dua center bek PSIS, M Tegar Pribadi dan AM Bachtiar. Akhirnya gol kedua tuan rumah lahir di menit 80. Wasit asal Bandung, Nendi Rohendi memberikan hadiah penalti untuk tuan rumah yang menanggap barisan pertahanan Persipur melakukan pelanggaran keras pada penetrasi Johan Yoga.

Hari Nur Yulianto yang ditunjuk sebagai algojo 12 pass sukses memperdaya kiper Yoga Arif Wahyu dan membuat keunggulan PSIS bertambah menjadi 2-0. Enam menit kemudian, bomber yang sudah tiga musim berkostum PSIS mampu menambah margin gol PSIS menjadi 3-0 yang akhirnya bertahan hingga laga usai.

Asisten pelatih Persipur, Widianto ditemui usai laga mengakui, Yoga Arief Wahyu dkk sebenarnya mampu menjalankan instruksi coach Wahyu Teguh dengan baik sepanjang babak pertama dan awal babak kedua. “Namun setelah gol Johan Yoga dan gol penalti Hari Nur anak-anak semakin kehilangan motivasi. Ya yang jelas kami akan mencari pengganti poin kandang yang hilang di pertandingan kandang selanjutnya menjamu PPSM Magelang,” mantan asisten pelatih yang juga pernah berkostum Persipur itu.

Sementara di kubu tuan rumah, asisten pelatih PSIS, Sumardi Widodo mengatakan Johan Yoga dkk mampu tampil konsisten dalam dua laga terakhir. Terutama di laga lawan Persipur anak-anak PSIS menurutnya mampu tampil cukup dewasa. “Kami sempat kesulitan mencetak gol di babak pertama hal itu sebenarnya bisa membuat anak-anak frustasi. Namun dengan kesabaran kami akhirnya mampu memecah kebuntuan di babak kedua,” pungkas Sumardi. (bas/smu)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia